JAKARTA, BERNAS.ID – Bank Jakarta resmi meluncurkan Kartu Debit Visa yang dapat digunakan untuk bertransaksi di lebih dari 200 negara. Kolaborasi dengan Visa ini menjadi langkah awal transformasi layanan Bank Jakarta menuju standar global.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengapresiasi kerja sama tersebut. Ia menilai kolaborasi dengan Visa merupakan langkah strategis untuk mendorong pengelolaan Bank Jakarta agar semakin profesional dan berdaya saing internasional.
Baca Juga : Gubernur Pramono Harapkan Bank Jakarta IPO di 2027
“Saya mengucapkan selamat. Mudah-mudahan kartu ini bisa digunakan di seluruh dunia, lebih dari 200 negara. Mulai hari ini saya sendiri akan menggunakan kartu ini,” kata Pramono saat peluncuran Kartu Debit Visa Bank Jakarta di Lippo Mall Kemang, Jakarta, Senin (5/1/2026).
Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo mengatakan peluncuran kartu debit Visa menjadi tonggak penting dalam perjalanan transformasi Bank Jakarta. Inisiatif ini merupakan bagian dari transformasi lima tahun yang bertumpu pada tiga pilar utama.
“Pertama, pertumbuhan berbasis ekosistem Jakarta. Kedua, penguatan kualitas aset dan tata kelola. Ketiga, pembangunan kapabilitas digital serta pengembangan sumber daya manusia,” ujar Agus.
Baca Juga : Gubernur Pramono: Kolaborasi Bank Jakarta–Visa Tingkatkan Kepercayaan Publik
Ia menegaskan transformasi tersebut hanya dapat berjalan optimal melalui kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, regulator, mitra strategis, dan masyarakat. Bank Jakarta akan terus mengembangkan layanan dan solusi keuangan yang relevan dengan kebutuhan warga Jakarta secara bertahap dan sesuai prinsip kehati-hatian.
Dalam enam bulan pertama peluncuran, Bank Jakarta menargetkan 400.000 pengguna kartu debit Visa.
Sementara itu, Country Manager Visa Indonesia Vira Widiyasari menyatakan kerja sama ini bertujuan mempermudah masyarakat Jakarta dalam bertransaksi secara global, mulai dari pembayaran pendidikan di luar negeri, kebutuhan umrah, hingga mendukung aktivitas bisnis UMKM.
“Peluncuran ini mencerminkan perubahan cara masyarakat hidup, bekerja, dan berusaha. Jakarta bergerak menuju kota global dan pembayaran digital menjadi penghubung utamanya,” ujar Vira. (DID)
