Palu, Bernas.id — Perum Bulog mempercepat penyerapan gabah petani di berbagai daerah sebagai tindak lanjut arahan Presiden untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan mengurangi ketergantungan impor di tengah ancaman anomali cuaca serta ketidakpastian pasokan global.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi percepatan penyerapan gabah petani dan stabilitas harga pangan nasional yang digelar Bulog bersama TNI, Polri, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Tengah di Palu menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Mayjen TNI (Purn) Dr. Marga Taufiq, mengatakan Presiden sebelumnya telah mengingatkan potensi perubahan global yang dapat memengaruhi ketahanan pangan, sehingga pemerintah diminta segera memperkuat produksi dalam negeri.
“Presiden sejak setahun lalu sudah mengingatkan akan terjadi perubahan global yang tidak bisa diprediksi. Karena itu pemerintah meminta kita memperkuat produksi dalam negeri dan secara bertahap mengakhiri impor pangan,” kata Marga Taufiq.
Menurut dia, kondisi anomali cuaca yang masih terjadi di sejumlah wilayah turut memengaruhi produksi pertanian, terutama di Pulau Jawa yang selama ini menjadi lumbung padi nasional. Curah hujan tinggi di sejumlah daerah menyebabkan proses tanam hingga panen terganggu.
Selain faktor cuaca, Bulog juga menghadapi keterbatasan infrastruktur organisasi di daerah. Saat ini Bulog hanya memiliki sekitar 26 kantor cabang yang membawahi sejumlah kabupaten, sementara operasional di gudang dijalankan oleh personel terbatas.
“Di tingkat gudang hanya ada beberapa personel. Dulu sistemnya menunggu petani membawa gabah ke gudang, tetapi sekarang Bulog mendapat tugas menjemput gabah langsung dari petani,” ujarnya.
Untuk mempercepat penyerapan gabah tersebut, Bulog menggandeng TNI melalui jaringan teritorial Babinsa serta Polri guna membantu menjangkau petani di berbagai wilayah. Kolaborasi tersebut juga melibatkan penyuluh pertanian lapangan untuk memastikan kesiapan panen hingga penyerapan gabah oleh Bulog.
Pimpinan Kantor Wilayah Bulog Sulawesi Tengah, Jusri Pakke, mengatakan sinergi lintas sektor menjadi langkah penting untuk memastikan stok pangan tetap aman serta harga bahan pokok stabil menjelang hari besar keagamaan.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan penyuluh pertanian untuk memastikan penyerapan gabah petani berjalan optimal sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di daerah,” kata Jusri.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri sejumlah pejabat dan instansi terkait, antara lain Panglima Kodam XXIII/Palakawira, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, perwakilan Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Komandan Korem 132/Tadulako, serta Komandan Kodim 1306/Palu.
Selain itu hadir pula Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Kantor Wilayah PT BGR Logistik Indonesia Makassar, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Provinsi Sulawesi Tengah, Pemimpin Cabang PT JPL Bulog Sulawesi Tengah, Kapoksi Penyuluhan Pertanian Provinsi Sulawesi Tengah, serta Katimker Penyuluhan Pertanian Kota Palu.
Pemerintah juga terus memantau perkembangan harga pangan secara rutin untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga maupun kelangkaan bahan pokok di tengah dinamika pasokan menjelang Idulfitri.
