YOGYAKARTA, BERNAS.ID— Kesempatan bagi anak muda di Kota Jogja untuk unjuk gagasan dan berdampak nyata masih terbuka, namun waktunya semakin terbatas. Pendaftaran Pemuda Pelopor Kota Jogja 2026 hanya tersisa hingga 30 April.
Data terbaru hingga Kamis (23/4/2026) pagi menunjukkan baru 26 pemuda yang mendaftar. Kondisi ini membuka peluang bagi peserta lain yang ingin ikut serta dan bersaing membawa ide terbaik bagi masyarakat.
Program ini digagas oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja sebagai ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi langsung di lingkungan sekitar, bukan sekadar konsep di atas kertas.
Ketua Tim Kerja Pembinaan Kepemudaan Disdikpora Kota Jogja Mugi Suyatno menyebut bahwa seleksi ini kembali digelar, karena Pemerintah Pusat sejak 2025 meluncurkan Seleksi Pemuda Pelopor Desa. Pihaknya ingin agar ke depan terbentuk “Bank Pelopor” yang isinya para juara pemuda pelopor.
“Ini adalah seleksi Pemuda Pelopor tingkat Kota Jogja. Ada lima bidang kepeloporan,” kata Mugi, Kamis (23/4/2026).
Lima bidang tersebut meliputi pangan, pendidikan, inovasi teknologi, seni budaya, serta pengelolaan sumber daya alam, lingkungan dan pariwisata. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui tautan https://bit.ly/PPKY26
, sehingga memudahkan peserta mengakses proses seleksi tanpa harus datang langsung.
Untuk mengikuti seleksi ini, peserta harus memenuhi sejumlah syarat, seperti memiliki KTP Kota Jogja, berusia 16 hingga 30 tahun, bukan ASN atau pegawai BUMN/BUMD, serta belum pernah menjadi juara di tingkat provinsi maupun nasional.
Baca juga: Ada-ada Saja, Pemuda di Jogja Berbohong Mengaku Jadi Korban Klitih
“Ini sekaligus sebagai trigger agar calon cekat-ceket (cepat) sat-set (segera mendaftar). Ayo pemuda Yogya daftar dan ikuti pemilihan Pemuda Pelopor Kota Jogja 2026. Sekecil apapun gagasanmu, jika bermanfaat akan berdampak besar bagi masyarakat,” ajak Mugi.
Ia menekankan bahwa dampak nyata bagi masyarakat menjadi faktor utama dalam penilaian, bukan sekadar ide yang menarik di atas kertas.
Proses seleksi akan mencakup beberapa tahap, mulai dari administrasi, presentasi ide, wawancara, hingga verifikasi lapangan. Penilaian juga mempertimbangkan aspek kepemimpinan, kreativitas, serta konsistensi peserta dalam menjalankan gagasannya.
Pemkot Yogyakarta juga menyiapkan anggaran sekitar Rp37,5 juta sebagai bentuk apresiasi bagi peserta terpilih, sekaligus membuka jalan ke kompetisi tingkat lebih tinggi.
Bagi peserta yang lolos, program ini tidak hanya memberikan penghargaan, tetapi juga menjadi pijakan untuk berkembang dan mewakili Kota Jogja di tingkat provinsi hingga nasional.
Dengan waktu yang terus berjalan menuju batas akhir pendaftaran, peluang masih terbuka bagi pemuda yang ingin mengambil peran nyata dalam perubahan sosial, dimulai dari ide sederhana yang berdampak langsung di lingkungan sekitar. (den)
