Palu, Bernas.id- Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu mematangkan persiapan pelayanan keimigrasian menjelang pembukaan kembali penerbangan internasional di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu yang dijadwalkan mulai beroperasi pada Juli 2026.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang melibatkan pengelola bandara dan sejumlah instansi terkait di Palu, Jumat (5/6). Rapat digelar untuk memastikan seluruh aspek pendukung operasional penerbangan internasional siap digunakan saat layanan mulai dibuka.
Dalam pertemuan itu, Imigrasi Palu menegaskan komitmennya mendukung kelancaran operasional penerbangan internasional, khususnya dalam pemeriksaan lalu lintas orang yang keluar dan masuk wilayah Indonesia melalui Bandara Mutiara SIS Al-Jufri.
Saat ini, pembukaan rute internasional masih berada pada tahap pengajuan dan pemenuhan persyaratan perizinan oleh otoritas bandara kepada kementerian dan lembaga terkait sesuai ketentuan yang berlaku.
Penerbangan internasional perdana direncanakan berlangsung pada 10 Juli 2026 dengan rute Guangzhou-Palu menggunakan maskapai China Southern. Rute tersebut menjadi langkah awal pembukaan kembali akses penerbangan luar negeri dari Sulawesi Tengah.
Dalam rapat tersebut, pihak bandara juga memaparkan perkembangan renovasi terminal yang tengah berlangsung. Pekerjaan itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas fasilitas, kenyamanan penumpang, dan memenuhi standar pelayanan penerbangan internasional.
Sementara itu, Imigrasi Palu menyampaikan inventarisasi sarana dan prasarana yang telah tersedia maupun kebutuhan tambahan yang masih diperlukan untuk menunjang operasional terminal internasional.
Inventarisasi tersebut mencakup fasilitas pemeriksaan keimigrasian, perangkat pendukung operasional, hingga kebutuhan sumber daya manusia yang akan ditempatkan pada layanan kedatangan dan keberangkatan internasional.
Langkah itu dilakukan guna memastikan pelayanan keimigrasian dapat berjalan efektif, aman, dan sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah.
Ke depan, Bandara Mutiara SIS Al-Jufri berpotensi melayani hingga lima maskapai yang terdiri atas tiga maskapai internasional dan dua maskapai nasional untuk mendukung penerbangan internasional.
Pembukaan kembali jalur internasional tersebut diharapkan dapat meningkatkan konektivitas Sulawesi Tengah dengan berbagai negara, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, investasi, dan aktivitas ekonomi daerah.
Apabila seluruh proses perizinan dan persiapan berjalan sesuai rencana, penerbangan Guangzhou-Palu pada 10 Juli mendatang akan menjadi tonggak baru bagi Bandara Mutiara SIS Al-Jufri dalam menghubungkan Sulawesi Tengah dengan pasar internasional.
