HarianBernas.com ? Potensi MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition) atau pertemuan, insentif, konvensi dan pameran di Indonesia bisa dibilang memang menjanjikan untuk meningkatkan jumlah wisatawan, namun hal ini pun harus dibarengi dengan pengelolaan yang baik. Oleh karena itu, dengan berjalannya pertumbuhan bisnis MICE maka berkembanglah perusahaan event organizer.
Beberapa waktu yang lalu, Asisten Deputi Direktur Bidang Pameran Wisata Asia Tenggara Kementrian Pariwisata, Nurdiansyah menyebutkan jika prospek bisnis MICE di Indonesia sangatlah bagus. Menurutnya, tamu asing yang datang untuk mengadakan pertemuan serta menyelenggarakan acara ke Indonesia bukan hanya mengajak relasi kerja mereka tetapi juga membawa angota keluarga mereka.
Kemenpar memang mengandalkan beberapa kota besar di Indonesia untuk dapat berbisnis MICE, diantaranya adalah Jakarta, Medan, Surabaya, Makassar dan Denpasar. Kementerian Pariwisata berharap dapat menyumbang lebih dari 5% dari total wisatawan mancanegara.
Oleh karena itu, untuk dapat memenuhi target di atas pemerintah pun lantas berupaya untuk meningkatkan aksesbilitas dengan cara menciptakan tiga hub yakni Great Jakarta, Great Batam dan Great Bali.
Kementerian Pariwisata sudah mencatat jika di semester pertama tahun 2016, jumlah wisatawan mancanegara datang ke Indonesia sekitar 4.433.932 orang. Sebenarnya ini merupakan keberhasilan tersendiri karena angka tersebut telah naik hampir 8% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun yang lalu.
Jika melihat asal negara para wisatan mancanegara ini berasal maka Singapura menduduki peringkat pertama dan disusul Malaysia, Australia, Thailand, Jepang dan Korea Selatan. Jika di tahun 2015 yang lalu, wisatawan mancanegara yang berasal dari Jepang menduduki peringkat ke lima namun mayoritas dari mereka datang ke Indonesia karena adanya even di Indonesia. Sehingga bisa dikatakan para pelancong tersebut datang karena MICE.
Selain itu, para wisatawan Jepang datang ke Indonesia karena memang banyak mempunyai perusahaan di Indonesia seperti elektronik dan otomotif maka pada bulan Mei sampai Juni yang lalu mereka datang dalam rangka ajang Gaikindo Internasional Indonesia Show (GIIAS) yang letaknya di Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD, Serpong, Tangerang. GIIAS bisa dibilang ajang pameran otomotif terbesar di Indonesia sehingga banyak meraih minat bukan saja para wisatawan lokal, tetapi juga mancanegara.
Bisnis MICE sebenarnya berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Tentu saja karena pertumbuhan ekonomi tinggi akan mengacu pada perusahaan untuk mau membuat produk baru sehingga perlu acara peluncuran produk. Sehingga dibutuhkan kerjasama dengan berbagai pihak sehingga semua dapat menuju kea rah yang lebih baik.
Oleh karena itu, pelaku usaha MICE harus selalu berinovasi. Sebagai contoh, ketika computer atau berbagai gadget sedang digemari masyarakat maka akan banyak pameran computer berlangsung. Selain itu ketika masyarakat sedang mempunyai hasrat untuk mencicipi berbagai kuliner maka akan banyak pula pameran kuliner berlangsung. Oleh karena itu pelaku MICE harus pandai dan sensitive dalam mengenal apa yang diinginkan dan dibutuhkan masyarakat.
Selain itu, untuk pelaku bisnis MICE jangan merasa patah semangat ketika perekonomian sedang mengalami kelesuan. Karena di tengah kelesuan sebenarnya sedang terciptanya sebuah peluang. Ketika ekonomi telah pulih, maka Ia sudah mempunyai beberapa kegiatan yang telah siap menghasilkan keuntungan.
Memang harus diakui jika bisnis MICE tak dapat dipisahkan dari Event Organizer atau EO. EO adalah perusahaan yang mempunyai tugas untuk membantu pelanggan dalam perencanaan dan peorganisasian suatu acara, baik untuk skala kecil, menengah ataupun besar.
Pastinya untuk dapat menyelenggaraan MICE dengan sukses harus perlu kerja keras dan riset masyarakat paling sedikit sekitar 1 tahun yang dimulai dari persiapan, pemasaran sampai dengan pelaksaan. Dengan cara ini para peminta penyelenggaraan event dan juga penikmat event akan mempunyai impresi yang baik. Tentu saja hal ini akan membawa efek positif bagi pariwisata Indonesia.
