HarianBernas.com ? Sampai saat ini, kita masih beranggapan bahwa susu sapi merupakan sumber makanan yang baik untuk tubuh dan kesehatan. Bertahun-tahun, kita mengonsumsi susu sapi yang sebenarnya diperuntukkan untuk anak sapi bukan anak manusia.
Prof. dr. Hiromi Shinya di dalam bukunya yang berjudul “Miracle of Enzyme” menyatakan bahwa manusia adalah satu-satunya spesies yang masih minum susu setelah mereka dewasa. Cobalah lihat sapi, kerbau, kambing atau apapun, setelah dewasa, hewan itu tidak akan lagi minum susu. Hanya manusialah yang melanggar perilaku tidak alamiah tersebut.
Kita termakan iklan yang mengumbar beragam informasi bahwa susu sapi sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang tubuh manusia. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini fakta dari susu sapi yang akan membuat Anda berpikir dua kali untuk mengonsumsinya kembali, yaitu:
1. Susu Sapi Menguatkan Tulang
Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa konsumsi susu sapi yang tinggi meningkatkan resiko patah tulang pada seseorang. Menurut penelitian yang dilakukan Uppsala University di Swedia menyatakan bahwa kebiasaan meminum susu sapi dapat membuat tulang lebih mudah patah serta membuat seseorang lebih cepat meninggal.
British Medical Journal juga menyatakan bahwa kasus patah tulang di negara yang memiliki konsumsi susu tinggi jauh lebih banyak dibanding negara dengan konsumsi susu rendah. Konsumsi olahan dari berbagai makanan yang memiliki kandungan susu juga membuat resiko tulang patah meningkat hingga 50%.
Banyak orang tidak mengetahui untuk dapat menyerap kalsium, diperlukan magnesium dengan perbandingan 1:4. Masalahnya adalah susu sapi tidak mengandung cukup magnesium sehingga kalsium yang tidak diserap tubuh berubah menjadi kalsium ?siluman? yang ?mengotori? darah dalam tubuh, serta menimbulkan masalah instan ataupun akumulatif. Bahkan, untuk menetralisir kalsium tersebut, tubuh mempergunakan cadangan kalsium yang ada didalam tulang.
2. Susu Sapi Baik Untuk Pencernaan
Faktanya, susu sapi mengandung laktosa dan sebagian besar orang alergi terhadap zat ini walaupun intensitasnya bervariasi. Sebanyak 65-75% manusia di dunia masih tidak bisa mencerna laktosa sehingga banyak orang tidak bisa mengonsumsi susu. Laktosa atau gula dalam susu binatang menyebabkan alergi bagi mayoritas orang.
Orang yang alergi laktosa akibatnya jika masih mengonsumsi susu bisa diare, alergi yang tak kunjung sembuh, gagal napas hingga kematian. Salah satu hal yang terlihat, jika Anda memiliki jerawat yang tak kunjung sembuh, coba perhatikan apa yang Anda konsumsi. Bisa jadi, Anda masih mengonsumsi produk dengan bahan dasar susu.
3. Susu Sapi Aman Dikonsumsi Setiap Hari
Penelitian dari Harvard School of Public Health di Amerika menyatakan bahwa minum susu meningkatkan kemungkinan terkena resiko kanker ovarium. Wanita yang mengonsumsi susu lebih dari 3 gelas sehari (rata-rata 680ml), dua kali lipat beresiko kematian daripada wanita yang kurang dari satu gelas sehari sekitar 60ml.
Mengonsumsi susu lebih dari 3 gelas sehari meningkatkan peradangan yang berdampak pada rusaknya sel-sel dalam tubuh akibat kandungan gula yang ada di dalam susu. Kandungan kalsium di dalam susu membebani kerja ginjal. Kalsium yang tidak terserap tubuh akan terbuang melalui saluran kencing. Kalsium yang tidak terserap ini akan mengendap pada saringan ginjal. Inilah yang menyebabkan pembentukan batu kristal pada ginjal yang disebut kalsium oxalat atau kalsium fosfat.
