Bernas.id ? Masih hangat di media, berita tentang musibah angin yang terjadi di Banjarnegara, beberapa hari yang lalu (Rabu, 8/11/2017). Hujan lebat disertai angin mengakibatkan sebuah pohon beringin raksasa di alun-alun Kota Banjarnegara ambruk dan menelan korban jiwa. Kebetulan saat itu sedang berlangsung pertandingan bola voli. Tiba-tiba hujan lebat turun disertai angin kencang dan mengakibatkan pohon beringin berdiameter 2 meter itu tumbang menimpa peserta voli yang saat itu sedang berteduh di bawahnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada Senin (6/11/2017) melansir berita adanya peningkatan potensi hujan lebat dan gelombang tinggi di wilayah Indonesia dan menghimbau kepada masyarakat termasuk para pengguna jasa transportasi penyeberangan laut agar waspada serta berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan.
Hujan deras disertai angin kencang adalah aktivitas cuaca yang harus diwaspadai di musim penghujan ini. Tidak sedikit pohon yang tumbang dan bangunan rusak akibat bencana tersebut, bahkan menyebabkan korban jiwa. Banyak cara dapat dilakukan untuk mengantisipasi bencana tersebut sehingga dapat meminimalisir dampak buruknya, di antaranya:
1. Kenali waktu datangnya musim pancaroba
Hal ini harus dilakukan agar kita bisa melakukan usaha preventif untuk menghindari bencana. Usaha preventif yang dapat dilakukan adalah selalu menyimak prakiraan cuaca terkini setiap hari dan mempelajari tanda-tanda alam sebelum terjadi bencana seperti langit gelap, hujan es dengan butiran besar, awan hitam yang rendah dan besar yang seringkali bergerak berputar, serta suara keras seperti bunyi kereta api cepat. Jika nampak tanda-tanda tersebut, jangan ambil resiko.
2. Hindari pohon
Saat terjadi hujan deras dan angin kencang, hindari berlindung di bawah pohon yang tinggi dan rapuh, karena berpotensi roboh terkena terpaan angin. Cari tempat aman untuk berlindung hingga situasi dirasa aman.
3. Cari tempat berlindung yang aman
Saat bencana angin terjadi dan posisi berada di dalam ruangan, segera cari tempat yang paling aman. Basement atau tengah-tengah ruang terbawah bisa untuk berlindung. Jauhilah sudut sudut ruangan, jendela, pintu, dan dinding terluar bangunan serta jangan sampai jendela dibiarkan terbuka karena sangat berbahaya. Seperti dalam penanggulangan bencana gempa, Anda juga bisa berlindung di bawah meja lalu gunakan lengan Anda untuk melindungi kepala dan leher.
4. Hindari jembatan atau jalan layang
Jika berada di luar ruangan, lebih baik berlindung dengan cara tiarap di tempat yang rendah seperti saluran air sambil melindungi kepala daripada berlindung di bawah jembatan atau jalan layang karena bisa berpotensi ambruk saat terkena angin yang kencang.
5. Stop berkendara
Jangan sekali kali berkendara saat sedang terjadi bencana angin kencang. Jika sedang berada dalam kendaraan, segera hentikan lalu cari tempat perlindungan yang aman. Tujuannya untuk meminimalisir resiko yang terjadi jika bencana angin yang terjadi terlalu kencang sehingga bisa menerbangkan benda-benda di sekitarnya.
6. Waspadai benda-benda yang diterbangkan angin.
Sebisa mungkin, saat terjadi angin kencang menjauhlah ke tempat yang lapang dan rendah untuk berlindung. Angin kencang dapat menerbangkan benda-benda yang dilewatinya. Jika tidak menghindar, benturan yang keras dari benda-benda tersebut dapat menyebabkan kematian atau cedera serius.
Tentunya tidak ada yang menginginkan bencana di Banjarnegara terulang di daerah lain. Oleh karena itu, kita harus meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya yang mungkin muncul di musim pancaroba ini. Beberapa cara di atas semoga dapat bermanfaat agar dampak buruk bencana angin kencang dapat diminimalisir. Selain cara di atas, penting bagi kita untuk melakukan penghijauan, karena dengan adanya penghijauan udara tidak menjadi panas sehingga tidak terjadi perbedaan panas yang bisa menimbulkan adanya angin kencang yang berbahaya.
