Bernas.id – Diakui atau tidak, MEA memberikan nilai positif bagi pendidikan. Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) adalah suatu kesepakatan dan kebijakan bersama di antara negara-negara ASEAN untuk memberi kebebasan lintas negara ASEAN dalam hal perdagangan, investasi, dan jasa. Sehingga mereka bebas menawarkan apapun termasuk pendidikan.
Suatu kebijakan pasti membawa dampak positif. Mereka yang menawarkan jasa pendidikan ke negara kita akan memberi warna, baik dalam hal kurikulum, pengajaran, maupun kultur yang mereka bawa. Bisa kita bayangkan suatu saat nanti guru-guru luar negeri mengajar di sekolah-sekolah di negeri kita ini. Berikut dampak positif apabila itu terjadi.
Pertama, guru-guru luar negeri mungkin saja adalah orang-orang yang di negaranya memiliki kurikulum sesuai TIMSS. TIMSS atau Trends in Mathematic and Science Study adalah suatu riset internasional yang fokus pada mapel IPA dan Matematika. Sehingga mereka akan memberikan masukan terkait bahan ajar, evaluasi, dan aspek lainnya yang berkaitan dengan TIMSS. Begitu juga dengan PISA yang fokus pada riset literasi.
Kedua, guru-guru asing yang masuk ke Indonesia tentu memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang bagus. Guru-guru di Indonesia bisa belajar langsung gratis kepada native speaker. Jika mereka bisa menangkap peluang ini, bisa jadi dalam waktu dekat semua sekolah bisa menyelenggarakan program bilingual. Guru-guru Indonesia bisa go international.
Dan ketiga, guru-guru luar negeri yang masuk Indonesia tentu memiliki kemampuan public speaking yang bagus. Hal yang belum banyak dimiliki oleh guru-guru kita. Mereka yang masuk ke negara kita pasti mempunyai nilai jual yang lebih dan siap bersaing terutama dalam hal public speaking.
Keempat, mereka yang masuk ke negara kita tentu mempunyai kelebihan dalam hal pengajaran, baik metode, strategi, maupun evaluasi yang mereka bawa dari negara asal. Kita bisa mengambil kesempatan ini untuk mencuri ilmu dari mereka. Bagaimana mereka mengajar dengan menarik dan tentu saja bermakna.
Kelima, guru-guru luar negeri yang mengajar di negara kita akan membuat riset tentang pendidikan. Riset tersebut tentu saja akan memberi masukan-masukan positif bagi perkembangan pendidikan kita. Belum lagi jika mereka membuat jurnal pendidikan dengan membawa nama Indonesia.
Kelima hal di atas adalah efek positif masuknya guru asing ke negara kita. Bagaimana dengan kita pergi ke negara asing? Siapkah kita? Itulah kekurangan kita, dimana belum bisa membalas kebaikan negara asing mengunjungi negara kita.
Dengan masuknya guru asing ke Indonesia dapat memberi warna bagi pendidikan kita. Setidaknya bisa memotivasi para guru untuk mengembangkan kompetensi. Dengan adanya MEA, seharusnya ada langkah konkret pemerintah untuk menyiapkan guru dan sistem pendidikan yang tidak jauh dari standar internasional seperti TIMSS, PIRLS, PISA dan semisal itu.
