Bernas.id ? Ambivert adalah mereka yang memiliki kepribadian yang seimbang antara introvert dan ekstrovert.
Adam Grant, seorang psikolog dari Wharton School of the University of Pennsylvania di Amerika Serikat, menemukan bahwa dua pertiga manusia di dunia tidak bisa digolongkan dalam kepribadian introvert maupun ekstrovert. Maka semenjak itu dicetuskan kepribadian ambivert yaitu kecenderungan pada kedua kepribadian (introvert dan ekstrovert).
Apa introvert dan ekstrovert?
Introvert merupakan sifat seseorang yang lebih suka menikmati waktu untuk menyendiri. Sedangkan ekstrovert adalah sifat seseorang yang menyukai lingkungan luar. Di saat banyak orang mendiskusikan ekstrovert dan introvert, mereka ambivert merasa bingung. Karena mereka tidak merasa benar-benar ekstrovert dan tidak pula introvert.
Berikut pemaparan mengenai ambivert!
1. Suka saat berada dalam keramaian, namun tidak melakukan intraksi dan komunikasi
Seorang ambivert mungkin akan merasakan hal ini bimbang pada keadaan, karena seorang ambivert berada di titik tengah antara introvert dan ekstrovert.
Saat berada dalam keramaian seorang ekstrovert akan merasa nyaman sedangkan rasa sebaliknya dirasakan oleh introvert yaitu rasa yang cenderung tidak nyaman dengan keramaian.
Oleh karena itu, seorang ambivert akan cenderung nyaman dalam keramaian tanpa adanya interaksi dan komunikasi pada lingkungan. Seorang ambivert hanya akan asik mengamati keadaan sekitarnya saja. Cara ini merupakan cara ambivert menikmati dan menciptakan rasa nyaman pada dirinya.
2. Kepribadian yang mudah berubah tergantung siapa lawan bicaranya
Seorang ambivert sangat mudah bersosialisasi dengan lawan bicaranya, hal ini terjadi karena sifat fleksibel yang ada dalam diri seorang ambivert.
Saat lawan bicaranya introvert, maka seorang ambivert akan menjadi seorang ekstrovert. Memilih menjadi seseorang yang lebih aktif bicara sedangkan teman lawan bicaranya cenderung menjadi pendengar.
Sedangkan saat lawan bicaranya ekstrovert, maka seorang dengan sifat ambivert akan menjalani perannya sebagai introvert. Mereka akan cenderung menjadi pendengar yang baik, mendengarkan apapun dari apa yang dibicarakan oleh lawan bicaranya yaitu ekstrovert.
Namun hal ini bisa dijalani oleh ambivert dengan mudah. Orang ambivert umumnya tahu kapan saatnya harus angkat bicara dan kapan saatnya harus diam dan mendengarkan. Kamu akan melakukan keduanya secara bergantian di waktu yang tepat.
3. Mudah menyesuaikan diri
Seorang ambivert sangat mudah menyesuaikan diri mereka, mereka bisa dengan mudah bergaul dalam komunitas manapun. Dalam komunitas pencinta buku bagi introvert atau dalam komunitas terbuka stand up comedy yang banyak bicara dalam ekstrovert.
Mereka bisa memahaminya dari setiap karakter introvert atau ekstrovert. Inilah keuntungannya menjadi ambivert.
4. Masih bingung introvert atau ekstrovert
Terkadang rasa ini sangat wajar terjadi, karena mereka berada diantara keduanya. Kadang menjadi si ekstrovert yang senang bersosialisasi. Kadang menjadi introvert yang suka dengan privasi.
Bukan labil atau tidak memiliki pendirian namun mereka memang berada diantara keduanya, jika introvert disisi kiri dan ekstrovert disisi kanan maka ambivert berada di titik tengahnya.
5. Keunggulan Ambivert
Journal of Psychological Science, penelitian yang dilakukan oleh Adam Grant menyimpulkan bahwa orang-orang ambivert merupakan sales people yang handal dan sukses.
Hal ini dikarenakan para ambivert terbukti mempunyai keahlian yang lebih mumpuni dibandingkan mereka yang ekstrovert dan introvert. Karena kamu yang ambivert tahu pentingnya keseimbangan antara berbicara dan mendengarkan.
Semoga bermanfaat!
