JAKARTA, Bernas.id – Meski baru saja dibentuk, namun Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menargetkan siber Indonesia aman pada 2019.
Hal ini disampaikan Kepala BSSN, Mayjen TNI Djoko Setiadi, yang menilai dengan mulai efektifnya BSSN di tanah air, maka kedepan akan menjaga dan melindungi keamanan di arena siber serta dunia digital.
?Akhir tahun ini, 2019 sudah benar-benar secure, satu tahun ini disiapkan,? ujar Djoko Setiadi di Jakarta.
Langkah awal yang akan dilakukan BSSN adalah, dengan menyusun struktur organisasi serta mengisi jabatan-jabatan dengan sumber daya manusia, termasuk anggaran yang mulai dibahas dengan Komisi I DPR pada 16 Januari 2018.
Tidak hanya itu, BSSN akan bekerjasama dengan lembaga terkait mulai dari Badan Intelijen Negara (BIN), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) serta Polri.
?Yang kami ajukan betul-betul tepat sehingga berfungsi, kami menghindari alat-alat yang tidak berfungsi dan tidak berguna apalagi kalau sudah dikerjakan oleh instansi lain,? ujar Djoko.
Rencananya kedepan BSSN tidak hanya mengamankan instansi pemerintah, melainkan juga BUMN, sektor privat dan perlindungan pada masyarakat.
BSSN memiliki tugas dan fungsi di bidang persandian serta keamanan informasi, pengamanan pemanfaatan jaringan telekomunikasi berbasis protokol internet, keamanan jaringan dan infrastruktur telekomunikasi.
Djoko mengimbau masyarakat untuk mengurangi konten negatif di media sosial.
“Akan ada tindakan, jadi nanti kita ingatkan supaya berhenti, tidak dilanjutkan. Tapi, kalau nanti dia (menyebarkan hoax) semakin menjadi-jadi, ya nanti ada aturannya,” tegasnya.
