JAKARTA,HarianBernas.com--Ketua Umum PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) KH Said Aqil Siradj secara tegas menyatakan bahwa banyak warga yang muak dengan tindakan kekejian dan kekerasan oleh kelompok radikal-teroris ISIS. Bahkan ia mengatakan bahwa ISIS bertentangan dengan Islam. “Demi Allah, ISIS itu bertentangan dengan Islam,” kata Said Aqil Siradj di Kantor PBNU, Sabtu (16/1).
Menurut Said Aqil Siradj, ISIS melakukan tindakan keji karena menghabisi dengan sadis orang-orang yang tidak sejalan dengan mereka. Masyarakat Indonesia sendiri terkejut dengan aksi yang dilakukan oleh beberapa orang yang melakukan pengeboman dan baku tembak dengan sejumlah orang di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1) lalu. Aksi yang mengakibatkan tujuh orang tewas, termasuk para pelaku, diduga memiliki keterkaitan dengan ISIS yang selama ini masih menguasai sekitar separuh dari wilayah Suriah yang sedang dilanda perpecahan internal yang relatif cukup parah.
Alih-alih mendapat simpati, tindakan pengeboman dan baku tembak oleh para pelaku (yang sebagian tewas karena bom yang mereka buat sendiri), masyarakat mengecam aksi radikalis dan menebarkan teror tersebut. Bahkan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) mengecam aksi teror di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1) lalu dan mengutuk keras para pelaku pengeboman yang bermotif terorisme tersebut.
“Aksi ini (teroris) sudah keterlaluan,” kata Ketua Umum DPP BKPRMI Said Aldi Al Idrus, Sabtu kemarin.
Ia menyayangkan aksi tersebut karena terjadi tanpa adanya deteksi lebih awal dari aparat. Ia pun meminta semua aparat bersatu padu dalam rangka menghadang dan menangkap para pelaku. Aparat juga harus menjamin keamanan masyarakat.
Sementara Wakil Sekjen DPP BKPRMI M Hadi Nainggolan meminta masyarakat ikut mengawasi motif dan potensi teror yang ada.
“Kerukunan masyarakat Indonesia harus kita cerminkan dengan tenang, bukan aksi teror seperti ini. Keluarga besar BKPRMI turut berduka atas kejadian yang tidak menyenangkan ini,” kata Hadi.
