Bernas.id – Gordon Allport, seorang ahli psikologi merumuskan kepribadian sebagai ?sesuatu? yang terdapat dalam diri individu yang membimbing dan memberi arah kepada seluruh tingkah laku individu yang bersangkutan. Artinya, setiap individu memiliki kepribadiannya sendiri, karena itu tidak ada dua orang yang berperilaku sama. Kepribadian terbentuk karena proses keterlibatan subjek atau individu atas pengaruh-pengaruh internal dan eksternal. Dalam dunia psikologi popular, Hipocrates membagi kepribadian menjadi 4 jenis. Untuk memaahami orang lain dan tentunya memahami diri sendiri, yuk telisik dulu manakah jenis kepribadian Anda:
1. Kepribadian Sanguinis
Seorang sanguin sejati adalah mereka yang ekstrovert, optimis, periang dan penuh semangat, penuh rasa ingin tahu. Mereka juga memiliki rasa humor yang tinggi, selalu semangat dan ekspresif. Orang sanguin selalu menjadi bintang dalam setiap pertemuan. Tipe selalu butuh pengakuan dan penghargaan.
2. Kepribadian Melankolis
Seorang melankolis sejati cenderung introvert, pemikir, pesimis mendalam dan penuh pikiran yang analitis, serius dan tekun, cenderung jenius, berbakat dan kreatif. Orang melankolis sangat teliti, hati-hati dan suka curiga, taat aturan, sangat konsisten dengan perasaan yang halus. Jika berkomunikasi dengan si melankolis, ingat bahwa mereka selalu butuh jawaban yang bermutu dan didukung data yang lengkap dan akurat.
3. Kepribadian Koleris
Orang-orang koleris adalah mereka yang ekstrovert, keras, tegas, tidak emosional bertindak, tidak mudah patah semangat, bebas dan mandiri, memancarkan keyakinan dan bisa menjalankan apa saja, berbakat menjadi pemimpin. Orang koleris juga merupakan individu yang sangat dinamis, aktif, dan membutuhkan perubahan. Si koleris selalu membutuhkan tantangan, pilihan, dan pengendalian.
4. Kepribadian Phlegmatis
Orang dengan tipe plegmatis biasanya introvert, mudah bergaul dan santai, diam tenang, sabar, pemalu, hidup konsisten, tenang tapi cerdas, simpatik dan rendah hati, menyembunyikan emosi, bahagia menerima kehidupan, tidak suka konflik dan pertentangan. Mereka kurang asertif dan sangat peka. Orang dengan tipe plegmatis selalu membutuhkan penghargaan dan penerimaan.
Kita perlu memahami jenis kepribadian kita dan orang lain agar tidak terjadi salah paham dalam komunikasi. Semakin kita memahami kepribadian lawan bicara, maka segala urusan yang berkaitan dengan dirinya dapat kita selesaikan dengan baik.
Berkomunikasi diperlukan skill agar lawan bicara memahami dan menerima pesan yang kita kirimkan. Kemampuan ini sangat dibutuhkan juga oleh mereka yang ingin bergerak dalam dunia entrepreneur. Sebagai pengusaha, keterampilan ini perlu dilatih sejak masih duduk dibangku kuliah. Setiap orang yang berminat membangun sebuah bisnis perlu berlatih untuk #jadipengusahasejakmahasiswa seperti yang dilakukan UNMAHA selama ini.
