SLEMAN, BERNAS.ID – Avifavir merupakan obat untuk Covid-19 buatan Rusia. Obat ini pun telah mengantongi surat izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Pertanyaannya, bisakah obat Avifavir dikonsumsi seperti obat flu biasanya?
Profesor Zullis Ikawati, Pakar Farmakologi dan Farmasi Klinik mengatakan, avifavir merupakan obat yang berbasis favipiravir. Favipiravir merupakan obat antivirus untuk mencegah influenza atau antiinfluenza. “Di Indonesia, obat ini telah dipakai dalam panduan terapi Covid-19 selama pandemi. Cara kerjanya, obat ini akan menghambat produksi RNA virus yang pada gilirannya menghambat replikasi virus,” jelasnya beberapa waktu lalu.
Prof Zullis mengatakan favipiravir telah dikembangkan Jepang sejak tahun 2004 silam sebagai obat antiinfluenza. “Namun, karena masa patennya favipiravir habis, sejumlah industri farmasi di beberapa negara ikut memproduksi dengan nama yang berbeda,” bebernya.
Apakah bisa digunakan untuk semua pasien positif Covid-19?
Prof Zullis mengatakan, Avifavir hanya diperuntukkan kepada pasien COVID-19 dengan gejala sedang sampai berat sesuai panduan terapi. Selain itu, pemakaian avifavir harus disertai dengan resep dokter.
“Avifavir tidak bisa diperoleh secara bebas di pasaran. Masyarakat jangan coba-coba mencari obat ini karena ketersediaannya terbatas. Hanya didistribusikan di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19,” imbuhnya.
Prof Zullis menyarankan masyarakat agar tidak coba-coba membeli karena ini tidak dijual bebas. Jika terinfeksi Covid-19, ikuti saja anjuran dokter untuk pengobatannya. (jat)
