Setuju gak sih? Pandemi yang melanda dunia dua tahun belakangan ini membuat segala kebiasan dan aktivitas menjadi berubah. Kegiatan bekerja, belajar, dan memperoleh hiburan lebih banyak dilakukan di rumah untuk membatasi penyebaran Covid-19.
Jika dulu banyak orang bebas mengikuti seminar di hotel besar atau melaksanakan meeting di restoran mewah, kini semuanya harus dilakukan secara daring dengan webinar. Ada juga yang hobi bernyanyi di karaoke atau rutin berolahraga zumba di sanggar senam menjadi tidak bisa dilakukan karena pembatasan aktivitas.
Kini, semua aktivitas tersebut tetap dapat dilakukan bersama-sama namun dengan cara online. Meskipun tetap dilakukan di rumah, namun ada saja gangguan baik dari luar maupun dalam. Lokasi rumah yang berhimpitan, dipinggir jalan raya atau banyaknya aktivitas lain di rumah terkadang mengangu jalannya meeting, belajar maupun olahraga.
Situasi inilah yang menyebabkan Anda membutuhkan ruangan yang mampu meminimalisir suara dari dalam maupun dari luar. Menjadikan ruang kerja atau kamar tidur menjadi kedap suara merupakan solusi yang patut untuk dicoba. Untuk membuat ruang kedap suara sendiri ternyata bukan perkara yang sulit lho, berikut tahapan yang bisa Anda praktikkan di rumah.
1. Menutup Celah Jendela dan Pintu
Meski pintu dan jendela ditutup rapat, namun masih memiliki celah yang dapat menghantarakan suara baik dari luar maupun dari dalam. Karena itu, untuk membuat ruang menjadi kedap suara dapat dengan menutup celah tersebut dengan karet maupun kain.
Langkah pertama paku bantalan karet ini pada bagian bawah pintu untuk menutup celah. Jika celahnya terlalu lebar untuk ditutup dengan sweep,dapat juga dipasang selembar kayu di bagian bawah pintu terlebih dahulu
2. Mengunakan Gorden Tebal
Agar suara dari luar tidak terdengar, mengunakan gorden berbahan tebal ternyata efektif untuk meredam suara. Beberapa bahan gorden yang dapat digunakan seperti kain jenis Dimout,semi blackout dan kain blackout. Tak hanya mampu meminimalisir suara, gorden jenis ini juga mampu menghalangi cahaya masuk hingga 80 %.
Dengan begitu, ruangan menjadi lebih nyaman tidak berisik serta minim cahaya terik dari luar. Namun, jika Anda ingin menutupnya secara totak tentu dapat mengunakan tirai khusus untuk peredam suara (sound curtain).
3. Menutup Permukaan Dinding dengan Karpet
Cara lain yang cukup efektif adalah melapisi semua bagian dinding dengan mengunakan karpet. Tak sembarang karpet, karpet yang efektif digunakan berbahan tebal (glasswool) hingga 8 mm. Sebelum dipasang pastikan dinding bersih dari kotoran dan juga debu, kemudian pasang sekat diantara dinding dengan kaso.
Selanjutnya tempelkan lapisan Majun kedalam sekat kayu kemudian lanjutkan dengan lapisan gypsum board hingga menutupi seluruh lapisan dinding. Setelah dirasa kering, berikutnya pasang karpet Glasswoll dengan lem atau paku. Langkah terakhir pasang karpet standar hingga menutupi seluruh lapisan, maka ruang kedap suara sudah dapat digunakan.
4. Menutup Dengan Panel Akustik
Panel akustik merupakan material berbentuk panel peredam ruangan yang berfungsi mengurangi adannya echo (gema) dan reverbration (suara dengung) . Meski biasannya panel akustik dipasang di studio musik, namun panel akustik dapat juga dipasang di kamar tidur. Cara pemasangannya juga mudah, cukup rekatkan dengan lem pada dinding yang hendak dipasang.
5. Tutupi dengan Rak Buku atau Lemari
Alternatif lain yang membuat ruangan menjadi kedap suara adalah dengan meletakan lemari hingga menutupi setiap sudut ruangan. Biasannya lemari dibuat secara custom hinga dapat menutupi keseluruhan dinding. Meski tidak serapat mengunakan karpet namun cukup baik untuk meredam suara.
