Bernas.id – Sama seperti daerah Sulawesi Selatan, Sumatera Utara juga dihuni oleh beberapa suku. Kearifan lokal Sumatera Utara dari setiap suku memiliki budaya serta tradisinya tersendiri. Tak terkecuali dalam merancang hunian Rumah Adat SUMUT (Sumatera Utara). Berikut ini adalah penjelasan terlengkap mengenai keunikan rumah adat Sumatera Utara serta nilai filosofisnya.
Jika membicarakan Rumah Tradisional Batak yang ada di Sumatera Utara, yang teringat biasanya cuma dua hal. Pertama adalah danau Toba. Sedangkan yang kedua adalah penghuninya, yakni suku Batak. Memang, sebagian besar wilayah salah satu provinsi di pulau Sumatera ini dihuni oleh suku Batak.
Tapi, jika kita membicarakan Sumatera Utara secara keseluruhan, terdapat beberapa suku-suku di Pulau Sumatera yang mendiami wilayah seluas 72.981,23 km2 tersebut. Dan yang unik, masing-masing suku memiliki Rumah Tradisional Sumatera Utara yang berbeda. Lengkap dengan nilai filosofis serta keunikannya.
Baca juga: Keunikan 5 Rumah Adat dari Provinsi Sulawesi Selatan, Tiap Suka Punya Jenis dan Nama Tersendiri
Keunikan Rumah Adat di Sumatera Utara
Barangkali, ada di antara pembaca yang tertarik merancang rumah adat Sumatra Utara. Untuk itu, penulis sudah mengumpulkan beberapa rumah ada di Sumatera Utara. Lengkap dengan keunikan, penjelasan mengenai nilai filosofis Budaya Sumatera Utara, serta contoh gambar. Simak penjelasan di bawah, ya.
Baca juga: Fakta Menarik Mengenai Bentuk dan Filosofi Rumah Adat Lampung
1. Rumah Adat Angkola dan keunikannya
Banyak orang menyamakan suku Angkola sebagai bagian dari suku Mandailing. Padahal, jika produk budaya dari salah satu suku di Sumatera Utara ini, terdapat beberapa perbedaan. Oleh anggota suku Sumatera Utara ini, nama Rumah Adat Angkola disebut Gondang atau Bagas.
Memang, dari segi penamaan mirip dengan Mandailing. Tapi ada beberapa perbedaan di antara keduanya. Ciri khusus dari rumah adat Angkola yakni rumah yang dibuat dari bahan ijuk. Sementara itu, dinding papan dibuat dari material papam.
Anda bisa menemukan ornamen berupa lukisan Groga di bagian atas pintu. Biasanya, ornamen Rumah Adat Suku Angkola tersebut menggunakan lukisan hewan dengan warna hitam, merah, atau putih. Sementara itu, Rumah Adat Angkola Sumatera Utara memiliki atap yang dibuat dengan bentuk mirip seperti pelana kuda.
Baca Juga: AI Powered SEO, Strategi Cerdas Optimalkan Bisnis Dibantu Google
2. Rumah Adat Batak Toba dan Keunikannya
Contoh rumah adat dari Sumatera Utara lainnya berasal dari suku Batak Toba. Suku yang mendiami wilayah Pulau Samosir ini memiliki nama rumah adat suku batak tersendiri yang diberi nama rumah Balai. Rumah tradisional suku Batak Toba ini dibuat dari bahan kayu.
Menurut kepercayaan masyarakat, Rumah Suku Batak ini dibagi dalam tiga bagian. Arsitektur Batak para rumah adatnya mencerminkan tiga dunia atau dimensi yang berbeda. Bagian atap dari salah satu Rumah Adat Samosir ini mencerminkan dunia para dewa.
Selain itu, bagian lantai Rumah Adat Batak Sumatera Utara ini mencerminkan dunia yang dihuni manusia. Sedangkan bagian bawah atau kolong Rumah Sumatera Utara ini cerminan dari dunia kematian.
Biasanya, rumah Batak Toba ini terdiri dari satu ruangan memanjang yang disekat menggunakan papan kayu. Oleh masyarakat, rumah Balai atau Rumah Adat Toba kerap dipakai untuk musyawarah.
Rumah Adat Suku Batak Toba adalah sebagai tempat untuk membahas berbagai hal yang berkaitan dengan adat dan masyarakat. Rumah Adat Batak ini adalah bentuk budaya Suku Batak Toba yang berada di Sumatera Utara.
Baca Juga: AI Power Omnichannel Sales Growth: Strategi Tingkatkan Penjualan Era AI
3. Rumah Adat Suku Mandailing dan keunikannya
Suku Mandailing merupakan salah satu suku yang mendiami wilayah Sumatera Utara. Biasanya, suku Mandailing tinggal di wilayah yang dekat dengan perbatasan provinsi Riau.
Tak hanya dikenal memiliki keindahan alam, masyarakat dari suku Mandailing juga punya rumah adat tersendiri yang unik. Oleh masyarakat Rumah Adat Suku Mandailing tersebut diberi nama Bagas Godang. Dalam bahasa Mandailing, arti dari Bagas Godang yakni rumah banyak. Rumah Adat Mandailing ini menjadi ikon dalam kegiatan bermasyarakat.
4. Rumah Adat Suku Nias dan keunikannya
Masyarakat Suku Nias juga punya rumah adat dengan ciri yang unik dan menarik. Oleh masyarakat, nama Rumah Adat Nias itu disebut Omo Hada. Rumah tradisional ini menggunakan konsep rumah panggung.
Namun, berbeda dengan rumah panggung yang berasal dari wilayah lain, pada Rumah Suku Nias terdapat beberapa perbedaan yang bisa kita temukan. Biasanya, rumah Omo Hada dibangun di atas tiang kayu yang terbuat dari kayu nibung. Ukurannya besar dan tinggi. Tiang Rumah Adat Pulau Nias tersebut dipancangkan pada alas rumbia.
Nah, demikian penjelasan mengenai keunikan rumah adat Sumatera Utara. Semoga penjelasan di atas bisa membantu Anda untuk lebih memahami kekayaan Nusantara. Selain itu, semoga juga bisa menjadi inspirasi untuk hunian yang ingin diwujudkan. Mari meraih asa bersama UNMAHA. Punya pertanyaan seputar PMB atau program studi? Admin UNMAHA siap membantu menjawab semua kebutuhan informasi. Hubungi langsung melalui WhatsApp di nomor resmi UNMAHA, dan dapatkan respons cepat serta informasi akurat. Selain itu, Universitas Mahakarya Asia juga telah membuka kesempatan bagi Anda yang ingin mendapat beasiswa berupa gratis pembayaran SPP kuliah.***5
