BANTUL, BERNAS.ID – Pada masjid dengan banyak jamaah, terlebih di bulan Ramadhan ini menghasilkan sisa air wudhu yang melimpah dan belum dimanfaatkan. Air sisa wudhu ini tergolong greywater yaitu limbah yang berasal dari penggunaan bekas mandi dan air sisa wudhu. Hal ini salah satunya terjadi di Masjid Pathok Negoro yaitu Masjid Ad-Darojat di Banguntapan, Bantul.?
Atas inisitatif Tim Pemberdayaan Masyarakat dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang dikoordinir oleh Dr. Endah Saptutyningsih, Dosen Fakultas Ekonomi UMY dan Berli Paripurna Kamiel, PhD, Dosen Fakultas Teknis UMY bekerjasama dengan takmir Masjid Ad-Darojat berupaya mengelola air limbah dari hasil aktivitas jamaah. Program yang dilakukan merupakan program urban farming berbasis sisa air wudhu.?
Program kemitraan tim UMY dengan Takmir Masjid Ad-Darojat berupa pemanfaatan sisa air wudhu untuk budidaya ikan air tawar dan hidroponik oleh kelompok marbot masjid Ad Darojat. Program ini dilaksanakan sejak bulan Maret 2021 hingga bulan ini masih berjalan, yang diawali dengan kegiatan sosialisasi ke anggota marbot dan Takmir masjid Ad-Darojat, dilanjutkan pelatihan dan pembuatan media budidaya ikan air tawar dan hidroponik.
Diharapkan dengan adanya budidaya ikan air tawar dan hidroponik dapat meningkatkan kesejahteraan marbot masjid melalui pemenuhan kebutuhan pangan anggota marbot. Apalagi jika skala usaha ini diperluas bisa menjadi sumber pendapatan dari penjualan ikan dan produk sayur organik.
“Kegiatan urban farming ini potensial untuk dikembangkan di masjid-masijid lain,” kata Endah Saptutyningsih, disela-sela penyerahan hibah peralatan hidroponik, Sabtu (17/4/2021).
“Marbot masjid Ad-Darojat Kauman Babadan saat ini dapat mengisi waktu luangnya untuk melakukan budidaya ikan dan hidroponik. Instalasi hidroponik dan kolam ikan serta mesin pompa air yang diberikan Tim PKM UMY sangat bermanfaat. Dengan program PKM ini, sisa air wudhu jamaah tidak lagi terbuang, dan bahkan bisa digunakan untuk budidaya ikan dan hidroponik. Diharapkan program ini? memiliki keberlanjutan dan dapat diperluas,” ujar Harsoyo, M.Si, Takmir Masjid Ad-Darojat sebagai salah satu penerima manfaat program. (cdr)
?
