Bernas.id – Studi kasus adalah suatu kegiatan untuk mengamati dan mengambil data dari seseorang, benda, atau objek lain secara intensif sebagai bagian dalam proses penelitian dengan tujuan tertentu. Secara umum, tidak ada pengertian pasti untuk mendefinisikan pengertian studi kasus. Namun, fungsi dari studi kasus sendiri memiliki banyak manfaat untuk pengumpulan data.
Selain itu, studi kasus juga bisa dikatakan sebagai bentuk investigasi untuk mengungkap suatu data dan informasi dari suatu subjek atau objek. Pengungkapan ini bertujuan untuk memastikan suatu dugaan ilmiah (hipotesis) tentang subjek atau objek tertentu.
Dalam pelaksanaan studi kasus, para peneliti akan menerapkan metode-metode tertentu yang akan digunakan untuk mengumpulkan data. Sementara itu, data tersebut memiliki sifat dapat dihitung (kuantitatif) dan memiliki standar khusus (kualitatif).
Baca juga: Penelitian Mikroalga yang Bisa Dijadikan BBM Ada di Jogja.
Untuk menjelaskan secara lengkap tentang pengertian, tujuan, dan contoh studi kasus dibutuhkan pendapat para ahli yang mampu mendefinisikan maksudnya. Berikut ini penjelasan lengkap untuk memudahkan Anda memahami perihal tentang studi kasus.
Pengertian Studi Kasus Menurut Para Ahli
Agar mendapatkan wawasan secara objekif, berikut ini adalah beberapa pendapat para ahli yang dapat membantu Anda memahami pengertian studi kasus yang melansir dari penelitianilmiah.com.
Menurut Feagen, Orum, dan Sjoberg
Menurut Feagen, Orum, dan Sjoberg, studi kasus merupakan suatu metode ilmiah yang miliki sifat multi perspectival analyses. Studi kasus juga membutuhkan beberapa sudut pandang untuk menilai dan menganalisa suatu objek penelitian sehingga dapat menghasilkan data dan informasi yang valid.
Setiap peneliti harus secara teliti memperhatikan beberapa aspek yang relevan seperti individu atau kelompok yang saling berinteraksi sehingga dapat memberikan daya kepada kelompok lemah (powerlessi) yang tidak mampu untuk menyampaikan sudut pandang (voiceless).
Menurut Bomi Walgito
Sementara itu, Bomi Walgito (2010) berpendapat bahwa studi kasus adalah metode yang memiliki tujuan investigasi (mempelajari dan menyelidiki) fenomena atau kejadian tertentu terkait seseorang berupa riwayat hidup yang dijadikan sebagai objek penelitian.
Menurut Walgito, dalam pelaksanaan studi kasus juga harus membutuhkan integrasi data dan banyak informasi melalui metode-metode lain agar memperoleh data dan informasi yang mendalam terkait objek yang sedang diteliti.
Menurut Tellis
Di sisi lain, Tellis (1997) beranggapan bahwa studi kasus merupakan metode tertentu yang mempunyai unit analisis yang berorientasi terhadap sistem tindakan yang tidak hanya bergantung kepada individu atau lembaga tertentu.
Menurut Tellis, unit analisis dalam studi kasus harus berupa hal-hal yang bersifat kritis dan bervariasi baik lembaga maupun individu terkait.
Menurut Yin
Di sisi lain, Yin (1996) berpendapat bahwa pengertian studi kasus pada dasarnya adalah suatu proses untuk mencari pengetahuan secara empiris melalui aktivitas penyelidikan dan penelitian berbagai kejadian atau fenomena di dalam kehidupan nyata.
Yin juga menegaskan bahwa studi kasus memiliki pendekatan yang apabila batasan antara fenomena atau kejadian dan konteks kehidupan riil masih terlihat samar. Dalam hal ini, suatu objek penelitian masih bersifat bias karena ada pelbagai sumber berupa bukti yang dapat terungkap informasinya
Menurut Pollit dan Hungler
Pendapat lain juga dikemukankan tentang pengertian studi kasus oleh Pollit dan Hungler. Keduanya berpendapat bahwa fokus dari studi kasus adalah menentukan suatu dinamika tentang pertanyaan yang muncul yang menyebabkan seseorang berpikir, melakukan suatu tindakan, atau mengembangkan diri sendiri.
Fokus studi kasus tersebut menurut Pollit dan Hungler begitu penting karena proses pelaksanaannya membutuhkan analisis intensif dari peneliti. Selain itu seharusnya studi kasus tidak menitikberatkan pada kemajuan, status, tindakan, atau logika yang dimiliki oleh peneliti semata.
Baca juga: Penelitian Kuantitatif: Tujuan, Jenis, dan Langkah Penelitian
Tujuan Studi Kasus
Studi kasus memiliki tujuan tertentu tergantung dari preferensi individu, organisasi, lembaga, atau perusahaan. Secara garis besar, terdapat dua tujuan studi kasus yakni mencari solusi dari suatu permasalahan dan menemukan teori atau hipotesis baru untuk dijadikan rujukan.
Contohnya, perusahaan sedang mengalami penurunan penjualan dibandingkan tahun sebelumnya. Tim riset akan bekerja untuk melakukan studi kasus baik secara internal maupun eksternal untuk mencari permasalahan penyebab penurun penjualan. Banyak bidang keilmuan terlibat untuk melakukan studi kasus permasahan itu.
Setelah data dan informasi telah terkumpul, tim riset dan pelaksana akan berusaha menemukan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Solusi tersebut berupa kebijakan, strategi, atau program khusus untuk meningkatkan penjualan.
Namun, terdapat juga studi kasus yang bersifat hipotesis yang timbul dari individu atau lembaga untuk mencari kebenaran atas fenomena atau hasil penelitian yang ingin melakukan pengkajian ulang. Tujuan dari studi kasus ini umumnya berguna untuk kegiatan eksperimen atau penelitian ilmiah dalam bidang ilmu khusus.
Baca juga: Menguasai Pasar Tanpa Merusak Produk Orang Lain? Tentu Bisa. Pelajari Studi Kasus Ini.
Jenis-Jenis Studi Kasus
Penggunaan jenis studi kasus dapat Anda lakukan sesuai dengan tujuan dan kondisi tertentu. Setiap studi kasus dapat memberikan hasil data dan informasi bagi para peneliti sesuai dengan bidang keilmuan yang mereka teliti.
Berikut ini ada 3 jenis studi kasus yang dapat Anda gunakan untuk menggali data dan informasi untuk setiap bidang keilmuan. Di antaranya adalah:
1. Studi Kasus Deskriptif
Tujuan dari studi kasus deskriptif adalah untuk melakukan analisis alur suatu fenomena atau peristiwa yang telah terjadi di masa lampau. Jenis studi ini dapat Anda gunakan untuk menjelaskan sejarah atau budaya dari suatu objek penelitian. Manfaat dari studi kasus ini di antaranya adalah untuk menemukan informasi baru sehingga menjadi pembanding terhadap teori-teori yang telah ada saat ini.
2. Studi Kasus Eksplanatori
Ketika seorang peneliti ingin mengungkap suatu sebab dan bagaimana sebab tersebut terjadi, maka ia akan menggunakan studi kasus eksplanatori. Pada jenis studi kasus ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan ‘mengapa’ atau ‘bagaimana’ suatu fenomena terjadi di dalam kehidupan nyata.
Studi kasus eksplanatori juga dapat Anda gunakan untuk mengungkap pengaruh peristiwa tertentu terhadap suatu objek. Misalnya, perang yang terjadi di suatu negera terhadap politik, ekonomi, sosial, dan lain-lain.
Apabila Anda ingin menggunakan jenis studi kasus ini secara tidak langsung berusaha untuk mencari jawaban sebab akibat dari suatu peristiwa terhadap objek terkait. Data dan gambaran investigasi kasual dapat Anda peroleh setelah menyelesaikan studi kasus menggunakan metode dengan mempertimbangkan variabel-variabel yang ada.
3. Studi Kasus Ekploratori
Pencarian jawaban dari pertanyaan ‘siapa’ atau ‘apa’ adalah tujuan dari jenis studi kasus ekplanatori. Anda akan mengumpulkan data melalui kuesioner, wawancara, eksperiman, dan lain sebagainya untuk melengkapi data-data yang sudah ada.
Studi kasus ekplanatori sangat berguna sebelum memulai proyek penelitian yang memiliki skala besar dan bersifat formal. Dengan menggunakan studi kasus ini, Anda dapat terbantu untuk mengumpulkan banyak informasi berupa latar belakang dari suatu objek penelitian, bahan pembanding, dan memudahkan peneliti dengan penyediaan waktu yang lebih banyak dalam mempelajari setiap informasi saat hendak melakukan ekperimen terkait kasus yang ada.
Baca juga: Pengertian Hipotesis, Jenis, Fungsi, dan Prosedurnya
Studi Kasus Berbasis Permasalahan Penelitian
Setiap studi kasus yang akan berlangsung umumnya berawal dari latar belakang masalah sehingga peneliti memiliki alasan untuk mencari jawabannya. Menurut Creswell, studi kasus berdasarkan masalah yang terdiri dari tiga jenis, dii antaranya adalah;
1. Studi Kasus Mendalam
Studi kasus mendalam memiliki fokus penelitian terhadap kasus dengan keunikan dan kekhasan yang tinggi. Lokasi, kegiatan, dan program secara khusus yang mengkaji kasus yang memiliki nilai intrinsik yang harus terungkap.
Dalam pelaksanaannya, studi kasus ini cenderung memiliki kemiripan dengan penelitian naratif. Hanya saja, studi kasus mendalam lebih terintegrasi dengan lingkungan sekitar dan sesuai dengan kondisi yang ada. Studi kasus ini juga termasuk penelitian kasus yang lebih terkait konteks atau lokus.
2. Studi Kasus Instrumental Tunggal
Jenis studi kasus ini juga memiliki sebutan single instrumental case study. Studi kasus instrumental merupakan suatu penelitian studi kasus yang menggunakan suatu kasus untuk memberikan gambaran terhadap isu tertentu.
Pada studi kasus instrumental tunggal, peneliti akan membuat suatu pendekatan dengan menggunakan suatu kasus setelah mengkaji suatu isu yang akan menjadi objek penelitian. Studi kasus menggunakan instrumen berupa kasus untuk memberikan gambaran simulasi isu dalam penelitian yang sedang berlangsung.
3. Studi Kasus Jamak
Studi kasus jamak adalah penelitian untuk menjelaskan satu kasus dengan menggunakan isu-isu lainnya dalam satu penelitian. Penggunaan beberapa isu bertujuan untuk menjelaskan penelitian yang sedang berlangsung. Sifat dari penelitian ini kompleks karena peneliti harus memperhatikan banyak kasus agar dapat menjelaskan studi yang berlansung.
Baca juga: Membongkar Psikologi Kenapa Orang Bisa Percaya Teori Konspirasi
Contoh-Contoh Studi Kasus
Penggunaan studi kasus secara umum untuk membantu penelitian ilmu pendidikan dan sosial. Contoh studi kasus untuk psikologi, misalnya seorang siswa yang melakukan bully atau berkata kasar kepada teman-teman atau gurunya yang menjadi objek hipotesis sebagai dampak pola asuh orang tua dengan riwayat keluarga bermasalah atau lingkungan pertemanan di sekitar rumahnya.
Sementara itu contoh studi kasus dalam pendidikan di antaranya adalah penelitian terkait perkembangan keterampilan siswa pada pelajaran tertentu. Peneliti berusaha membandingkan perkembangan setiap siswa menggunakan variabel-variabel tertentu saat melakukan penelitian studi kasus.
Semisal Anda berkecimpung di dunia bisnis, studi kasus juga tetap memiliki peran penting karena pada dasarnya suatu bisnis adalah seni menyelesaikan permasalahan sosial setiap pelanggan. Anda dapat menggunakan jenis studi kasus dengan tujuan yang sesuai dengan kepentingan bisnis untuk mendapatkan sebab dan solusi dalam membuat kebijakan.
Baca juga: Inilah Beasiswa Jadi Pengusaha Universitas Mahakarya Asia
