Bernas.id – Skripsi adalah tugas akhir mahasiswa yang cukup berat bagi sebagian mahasiswa yang tidak terbiasa menulis. Meskipun berat, mahasiswa tidak ada pilihan lain karena hukumnya wajib. Dalam menulis skripsi ada beberapa metode penelitian yang sering dipakai.
Secara umum ada dua jenis metode penelitian yaitu metode kualitatif dan metode kuantitatif. Penelitian kualitatif biasanya digunakan untuk tema yang tidak bisa distatistikakan seperti masalah sosial, kebahagiaan, dan lainnya. Sedangkan penelitian dengan metode kuantitatif mengandalkan kemampuan matematika yang terstruktur.
Pada kesempatan ini, penulis hanya akan memaparkan penjelasan metode penelitian kuantitatif. Dimana, tipe penelitian kuantitatif adalah metode yang menyuguhkan data berupa angka untuk dianalisis pengaruhnya, keterkaitannya, dan lain sebagainya. Penelitian yang didasari asumsi ini akan berisi variabel-variabel yang akan dianalisis menggunakan software pendukung yang valid seperti SPSS dan EViews.
Lantas, apa itu jenis penelitian kuantitatif? Apa saja langkah-langkah metode penelitian kuantitatif? Berikut adalah penjelasan tentang tujuan, karakteristik, jenis-jenis, dan metodologi penelitian kuantitatif serta contoh rancangan penelitian yang dapat kamu pelajari.
Baca juga: Cara Menulis Abstrak Penelitian Skripsi, Makalah, dan Karya Ilmiah
Tujuan Penelitian Kuantitatif

Setiap penelitian memiliki tujuan untuk mengungkap fenomena tertentu. Demikian juga metode penelitian kuantitatif sengaja terdesain untuk objek penelitian khusus. Di antara tujuan penelitian metode kuantitatif adalah sebagai berikut:
- Mengembangkan model matematis, bukan hanya mengadopsi teori melainkan membangun hipotesis yang berhubungan dengan keadaan nyata yang akan diteliti.
- Melakukan pengukuran guna membantu melihat hubungan antara data secara kuantitatif dengan pengamatan empiris.
- Menentukan variabel dalam sebuah populasi baik dalam bentuk studi deskriptif dan studi eksperimental.
Baca juga: Teks Eksplanasi Adalah Kalimat Penjelasan, Benarkah? Ini Pengertian dan Ciri-cirinya!
Karakteristik Penelitian Kuantitatif

Penelitian menggunakan metode kuantitatif memiliki beberapa ciri-ciri yang membedakan dengan jenis penelitian lainnya. Di antara ciri-ciri penelitian kuantitatif adalah berikut ini:
- Penelitian ini untuk menjawab permasalahan khusus yang diangkat sebagai sebagai fokus penelitian.
- Topik yang diangkat penting karena penelitian ini berorientasi pada proses bukan hasil.
- Rancangan penelitian bersifat sementara dan bisa berubah ketika sudah terjun ke lapangan.
- Hasil yang diperoleh harus berkredibilitas, auditabilitas, transferabilitas dan konfirmabilitas yang mana keabsahan data dapat dilihat.
Baca juga: Cara Menulis Kutipan Langsung dan Kutipan Tidak Langsung Lengkap
Jenis-jenis Penelitian Kuantitatif

Untuk peneliti baru pasti tidak begitu menguasai apa saja macam-macam penelitian kuantitatif. Berikut tiga jenis metode penelitian kuantitatif yang bisa kamu pahami:
1. Metode Komparatif
Metode penelitian komparatif merupakan jenis penelitian yang berfungsi untuk mengetahui perbedaan variabel yang diteliti penulis. Tidak diperkenankan data yang diperoleh bersifat manipulatif agar hasil penelitian objektif dan akurat. Menurut Indriantoro dan Soepomo (2016:27) penelitian kausal komparatif yaitu tipe penelitian dengan karakteristik masalah berupa hubungan sebab akibat antar dua variabel atau lebih. Penelitian kuantitaif yang satu ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh antar variabel.
2. Metode deskriptif
Metode deskriptif ini bertujuan untuk menyampaikan fakta dengan mendeskripsikan hasilnya sesuai apa yang dilihat, diperoleh dan dirasakan peneliti tanpa ada rekayasa.
3. Metode Korelasi
Metode penelitian kuantitatif ini berfungsi untuk membandingkan dua atau lebih hasil penelitian untuk melihat dengan jelas dan spesifik atas persamaan maupun perbedaan.
Baca juga: Inilah 6 Jenis Paragraf dan Contoh Penulisannya yang Benar
Metodologi Penelitian Kuantitatif

Dalam melakukan penelitian, kamu harus memiliki referensi yang tepat untuk menyelesaikannya langkah demi langkah. Setiap langkah saling melengkapi untuk menyusun penelitian yang utuh. Berikut ini adalah langkah-langkah penelitian kuantitatif yang dapat kamu ikuti:
1. Merumuskan Latar Belakang
Langkah penelitian ini adalah yang melatarbelakangi peneliti memilih tema dan topik tersebut harus diuraikan dalam latar belakang disertai dengan data-data pendukung.
2. Membuat Rumusan Masalah
Rumusan masalah merupakan sebuah kalimat pertanyaan bukan pernyataan dan harus relevan dengan tema yang diangkat, bersifat baru dan asli serta penting.
3. Menentukan Landasan Teori
Landasan teori ini untuk mengkaji literatur yang jadi sandaran peneliti guna menemukan jawaban atas rumusan masalah yang sudah ditentukan.
4. Merumuskan Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara atau asumsi yang peneliti pegang untuk dilakukan pengujian. Ada hasil penelitian yang sesuai hipotesis dan ada yang menolaknya.
5. Pengumpulan Data
Pengumpulan data uni sebagai bahan untuk mendapatkan solusi atas permasalahan yang diangkat. Dalam pengumpulan data membutuhkan instrumen penelitian dan menguji instrumen. Hasil data yang diperoleh selanjutnya kan diuji validitas dan reliabilitas.
Hasil uji data akan dianalisis untuk menjawab hipotesis sebelumnya dan ditulis dalam bab pembahasan. Bisa disajikan berupa tabel, diagram atau grafik. Cara tersebut lebih mudah dibaca oleh orang lain daripada disampaikan dalam bentuk deskriptif, apalagi jika yang disajikan adalah data angka.
6. Kesimpulan
Kesimpulan ini berisi garis besar hasil penelitian, apakah hipotesis diterima atau ditolak beserta alasannya.
Baca juga: Inilah 5 Cara Membuat Catatan Kaki di Microsoft Word
Contoh Penelitian Kuantitatif
Kali ini penulis akan mengasumsikan bahwa kita ingin mengetahui variabel-variabel yang mempengaruhi tingkat kejahatan seperti pada contoh penelitian berikut:
- Kriminalitas = variabel dependen (Y)
- Pendapatan per kapita = variabel independen (X1)
- Harga BBM = variabel independen (X2)
- Suku bunga pinjaman = variabel independen (X3)
- Inflasi = variabel independen (X4)
Data di atas dapat didownload di website Badan Pusat Statistika dan Bank Indonesia (BI). Dari variabel X dan Y dapat dibentuk model regresi linier berganda. Sehingga akan terlihat variabel apa yang berpengaruh terhadap tingkat kriminalitas/kejahatan di sebuah negara.
Baca juga: Bagaimana Cara Menulis Sitasi yang Benar? Begini Cara Penulisannya
Kesimpulan
Secara umum ada 3 jenis penelitian kuantitatif yaitu penelitian komparatif, deskriptif, dan korelasi. Dengan memahami berbagai jenis penelitian kuantitatif maka akan mempermudah dalam merancang model penelitian. Hasil riset kuantitatif bersifat absolut karena berbekal data yang valid dalam bentuk angka. Akan tetapi meskipun penelitian ini dapat diselesaikan dengan waktu yang lebih cepat dibanding penelitian kualitatif, tapi sering terjadi kesalahan yang tidak dapat dikendalikan oleh subjek penelitian.
Baca juga: Inilah Bukti bahwa Jurusan Akuntansi Akan Selalu Memiliki Prospek Kerja Tinggi
