YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Meski masih masa pandemi, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Yogyakarta justru menerima lebih banyak permohonan untuk melakukan berbagai penyelamatan di sepanjang 2021. Memang tidak banyak terjadi kasus kebakaran, namun penyelamatan dilakukan dalam bentuk lain.
“Untuk kegiatan penyelamatan justru cukup banyak. Paling banyak adalah permohonan evakuasi sarang tawon diikuti evakuasi ular,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Yogyakarta, Octo Noor Arafat, Jumat (21/5/2021).
Ia menjelaskan, untuk mendukung fungsi penyelamatan, maka Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Yogyakarta pun sudah memberikan fasilitas berupa pakaian khusus bagi personel saat akan melakukan evakuasi sarang tawon.
“Ini untuk mendukung keselamatan dan personel pun akan merasa lebih percaya diri saat melakukan penanganan sarang tawon. Jika tidak ditangani dengan baik, maka tawon ini cukup berbahaya. Di beberapa daerah sempat terjadi kasus kematian akibat sengatan tawon,” jelasnya.
Kegiatan penyelamatan yang dilakukan oleh regu Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan menurut Octo tidak terbatas pada penanganan hewan berbahaya. Namun juga membantu penanganan kecelakaan lalu lintas.
Baca juga : Rekaman Unik, Aksi Pemadam Kebakaran Selamatkan Ratusan Babi Mungil
“Beberapa kali kami membantu menangani mobil yang mengalami kecelakaan sehingga terbalik. Kami memiliki peralatan dan personel yang memang sudah berpengalaman menangani kondisi tersebut,” ungkapnya.
Ia menambahkan, permohonan penyelamatan bahkan tidak hanya berasal dari warga di Kota Yogyakarta saja tetapi juga berasal dari kabupaten di sekitar seperti Sleman.
“Kami akan berkoordinasi dengan petugas damkar setempat. Namun, biasanya regu kami yang akan turun langsung ke lapangan,” imbuhnya. (den)
