YOGYAKARTA, BERNAS.ID — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY mendorong adanya kemudahan mengakses dana perbankan. Ini untuk mendukung program pemulihan ekonomi di tengah pandemi COVID-19.
Wakil Ketua Bidang Keuangan, Perbankan, Keuangan Syariah dan Pasar Modal, Kadin DIY, Wawan Harmawan menguraikan, pemerintah memang telah mengeluarkan program untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Tetapi untuk mengaksesnya dirasa pengusaha saat ini masih sulit, sehingga penyerapan dinilai masih relatif rendah.
Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dinilainya juga belum memiliki terobosan untuk penyaluran, dan cenderung masih normatif seperti saat kondisi normal. “Kalau perbankan, pemerintah lebih melunakkan mekanisme ekonomi akan lebih hidup,” kata Wawan, Jumat (11/6/2021).
Ia mengungkapkan, kondisi pengusaha di DIY saat ini masih berat. Sedangkan relaksasi PSBB akan berakhir. Banyak beban pengusaha yang ditanggung. Misalnya THR beberapa waktu lalu dan yang akan datang, pembayaran kredit, dan sejumlah tanggungan lain yang harus diselesaikan.
“Kami perkirakan akan banyak perusahaan di DIY yang gagal bayar dalam kreditnya jika penyaluran dana PEN tidak dilakukan secara tepat dan optimal,” keluhnya.
Ia menambahkan, pada kondisi sekarang menurutnya perlu ada keberpihakan kepada pengusaha. Guna mendukung hal ini, pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan para akademisi, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun Himbara. (den)
