Bernas.id – Prospek kerja di bidang arsitektur cukup menjanjikan gaji arsitek yang tinggi. Selain itu, beragam jenis profesi dengan variasi gaji arsitektur tersebut berfokus untuk mendesain dan merancang suatu bangunan yang disepakati bersama dengan kliennya.
Di samping itu, teknik arsitektur yang dimiliki juga harus diimbangi dengan jiwa seni dan nilai estetika yang baik agar hasil desain bangunan yang didapatkan lebih memuaskan. Inilah salah syarat bagaimana berkarir di dunia arsitektur dengan gaji arsitek tinggi.
Lalu, berapa gaji arsitek yang akan diperoleh dari industri konstruksi? Apakah sesuai dengan kinerja dan tanggung jawabnya? Berikut ini akan dijelaskan tentang gaji arsitek di Indonesia.
Baca juga: Kuliah Jurusan Arsitektur? Ini Universitas dan Prospek Kerjanya!
Pekerjaan Arsitek

Seseorang yang berprofesi sebagai arsitek tidak serta merta begitu saja bekerja, akan tetapi harus memiliki lisensi yang legal terlebih dahulu. Lisensi tersebut dapat didapatkan dengan menempuh pendidikan arsitektur sebagai sarjana selama kurang lebih empat tahun sebelum gaji arsitek yang diterima menjadi tinggi.
Kemudian, dilanjutkan dengan mengikuti program profesi arsitek selama satu tahun yang dilanjutkan dengan program magang hingga dua tahun serta mengikuti ujian lisensi arsitek.
Prospek kerja arsitek yang diharapkan pun cukup menjanjikan dengan gaji yang terbilang cukup besar. Bahkan jika memiliki pengalaman yang professional, tentu gaji arsitek yang akan didapatkan akan lebih besar hingga ratusan juta tiap proyeknya.
Baca juga: Inilah 7 Kampus Jurusan Arsitektur di Jogja 2021, Prioritas No.7!
Standar Gaji Arsitek di Indonesia

Gaji arsitek yang didapatkan dari suatu pekerjaan secara umum sebenarnya dipengaruhi oleh banyak faktor. Perolehan gaji seorang arsitek bermula dari pendidikan, pengalaman, portofolio, hingga perusahaan yang akan dilamarnya. Akan tetapi, gaji yang akan diperoleh seorang arsitek pemula atau lulusan baru arsitektur biasanya mendapatkan gaji standar dengan nilai Rp 4,3 juta.
Sementara itu, jika arsitek tersebut memiliki pengalaman di bidang arsitektur selama satu hingga dua tahun, maka gaji arsitek umumnya diberikan hingga mencapai Rp 7 juta. Di sisi lain, seorang manajer arsitek serta direkturnya akan mendapatkan standar gaji berkisar Rp15 juta hingga Rp50 juta per bulan.
Lain halnya jika nama seseorang sudah terkenal hingga seluruh industri arsitektur di Indonesia, gaji arsitek yang akan diterima bisa mencapai ratusan juta per proyeknya. Sangat menjanjikan bukan gaji dari seorang arsitek?
Baca juga: Mau Menyusun CV Arsitektur? 5 Hal Ini Harus Diperhatikan Arsitek
Kelebihan dan Kekurangan Pekerjaan Arsitek di Indonesia

Walaupun memiliki rentang gaji arsitek yang cukup menjanjikan, profesi di bidang arsitektur ini juga memiliki kekurangan di samping kelebihan yang dimiliki, di antaranya yaitu:
1. Jam Kerja Arsitek Tidak Menentu
Berprofesi sebagai seorang arsitek, harus siap dengan jam kerjanya yang tidak konsisten. Maka tak heran jika seorang mahasiswa di jurusan ini memiliki tugas dan deadline yang cukup ketat. Hal tersebut akan sangat berguna untuk mempersiapkan para calon arsiteknya agar cepat beradaptasi serta tidak kaget ketika memasuki dunia kerja yang sesungguhnya.
2. Gaji Arsitek Pertama Mengikuti Standar UMR
Seorang lulusan arsitek baru tentu tidak akan digaji dengan nominal yang setara dengan gaji arsitek yang profesional. Maka dari itu, standar umum yang ditetapkan pada gaji seorang lulusan arsitektur baru (fresh graduate) yaitu senilai Rp 4,3 juta. Hal tersebut bisa menjadi motivasi bagi para lulusan baru untuk dapat meningkatkan kemampuannya lebih baik.
Baca juga: 10 Arsitek Terbaik Indonesia yang Mendunia
3. Prospek Kerja Arsitek yang Menjanjikan
Seorang arsitek sangat diperlukan guna memenuhi pertumbuhan dan perkembangan infrastruktur yang ada di Indonesia. Maka dari itu, permintaan jasa arsitek akan sangat dibutuhkan ke depannya dan menjadi prospek kerja yang diminati oleh banyak orang. Kemudian, seorang yang mendalami bidang pekerjaan arsitektur ini secara profesional pastinya akan mendapatkan gaji arsitek yang cukup besar ke depannya.
4. Kesempatan Bertemu Orang Baru
Seorang arsitek tentu membutuhkan tim untuk bekerjasama dalam menyelesaikan proyeknya. Sebuah proyek pembangunan akan berjalan dan terselesaikan dengan baik jika didukung oleh beberapa pihak seperti kontraktor, desain interior, hingga seorang teknik sipil. Maka dari itu, seorang arsitek berpengalaman harus mampu berkomunikasi dengan para kliennya dengan baik terkait desain bangunan yang diinginkannya.
5. Menguasai Teknik Arsitektur dengan Tepat
Bekerja di bidang arsitektur ini tidak hanya mengandalkan kemampuan desain yang estetik saja, akan tetapi kemampuan dalam memnberikan solusi terhadap desain yang diinginkan klien. Hal tersebut berguna untuk memberikan masukan jika desain yang diinginkan akan membuat dampak yang kurang baik di dalam skema desain pembangunan. Maka dari itu, dibutuhkan solusi tepat serta sesuai dengan teknik arsitektur yang benar.
Baca juga: Rumah Jogja Murah DP 5 Persen Angsuran 20 Tahun
Kesimpulan
Itulah beberapa jumlah rentang gaji arsitek yang disesuaikan dengan kemampuan, pengalaman kerja, serta perusahaannya. Standar gaji arsitek tersebut dapat dijadikan motivasi, khususnya bagi para lulusan baru agar lebih profesional dalam bekerja dibidang tersebut. Selain itu, terdapat pula kelebihan dan kekurangan yang ada selama bekerja menjadi arsitektur. Walaupun begitu. Kemudian, bekerja dibidang arsitektur ini cukup menjanjikan dan sangat dibutuhkan dengan gaji besar sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
Baca juga: Hunian Eksklusif DP Cuma 5%, Angsuran Rp1 Jutaan!
