YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Puluhan kader Partai Golkar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjalani pendidikan politik sebagai bekal memenangkan Pemilu 2024. Hal itu merujuk program prioritas dari Rakernas Partai Golkar pada 6 Maret lalu.
Sekjen Partai Golkar, Lodewijk Freidrich mengatakan, ada empat kesepakatan penting, berupa program prioritas DPP dan DPD. Kesepakatan itu berupa konsolidasi organisasi, pemenangan pileg, pemenangan pilpres, dan pemenangan pillkada 2024. “Pada pendidikan politik inilah kita sosialisasikan keempat program prioritas itu,” jelasnya, Sabtu (19/6/2021).
“Kader-kader itu selanjutnya harus melangkah untuk menuju dan menjabarkan program prioritas keempat tadi,” imbuhnya.
Terkait Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang santer digadang-gadang sebagai calon presiden, Lodewijk mengatakan memang ada keputusan dalam Rakernas Maret untuk mencalonkan kader Partai Golkar sebagai calon presiden 2024. “Kita hargai aspirasi dan pendapat itu bahwa dalam Rapimnas, Ketua DPD seluruh Indonesia mencalonkan Bapak Airlangga Hartarto sebagai Calon Presiden dalam pelaksanaan Pilpres tahun 2024,” katanya.
Namun, Lodewijk mengungkapkan kondisi kekinian bangsa saat ini, masih bergulat dengan isu-isu nasional dan isu global terkait pandemi Covid-19 dan pertumbuhan ekonomi. “Bapak Airlangga dipercaya sebagai Ketua Komite Penanggulangan Covid-19 dan Ketua Pertumbuhan Ekonomi Nasional, kita memberikan kesempatan sebagai pejabat negara untuk menyelesaikan tugasnya sebagai Menko Perekonomian, bagaimana menanggulangi Covid-19 dan pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Dengan demikian, Lodewijk meyakini Airlangga Hartarto akan menjadi fokus dengan tugasnya untuk membuat masyarakat sehat, ekonomi akan bangkit. “Kalau itu berhasil akan memberikan nilai tambah bagi Partai Golkar. Nantinya, akan memberikan dampak positif dari kerja-kerjanya sebagai Menko pada Partai Golkar,” ujarnya.
Baca Juga : Ini Bocoran Pertemuan Airlangga dengan Surya Paloh
Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar mengatakan, pendidikan politik ini untuk mempersiapkan program-program pemenangan tahun 2024 di tingkat pusat dan daerah. Selain itu, juga dilakukan sosialisasi sistem pemilu yang akan datang dan konsolidasi.
“Pemilu mendatang berbeda karena dalam setahun ada tiga agenda yakni pilpres, pileg dan pilkada. Kita harus mempersiapkan diri dari sekarang,” tuturnya.
Terkait Golkar harus punya calon presiden sendiri, Ahmad Doli mengaku saat ini pihaknya sedang melakukan sejumlah kajian. “Kita sedang melakukan kajian-kajian untuk bagaimana memenangkan Airlangga Hartarto,” katanya.
“Kita juga melakukan kajian-kajian kemungkinan akan berpasangan dengan wakil presiden siapa dan berkoalisi dengan partai politik yang mana,” imbuhnya.
Selain itu, Ahmad Doli juga menekankan nantinya harus ada kesamaan visi dan komitmen yang akan dibangun antara Capres dan Cawapresnya. Ia meyakini masih cukup waktu untuk membuat komunikasi politik dan konsolidasi untuk pemantapan. (jat)
