JAKARTA, BERNAS.ID – Satuan Tugas Covid-19 kembali melaporkan kenaikan jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia di angka 54.517 pada hari Rabu (14/7). Satgas Covid-19 juga melaporkan bahwa jumlah total kumulatif orang terpapar Covid di Indonesia mencapai 2.670.046 kasus, dengan kasus sembuh sebanyak.157.363 dan total kematian sebesar 69.210 orang.
Kenaikan jumlah kasus harian ini merupakan yang terbesar yang dialami oleh Indonesia dan yang tertinggi di level global. Jumlah kasus harian ini mematahkan rekor sebelumnya yang juga dipegang Indonesia pada hari Selasa (13/7) dengan 47.899 kasus.
Terkait upaya memerangi Covid-19, Kementerian Kesehatan telah merilis data vaksinasi yang mencatat pemberian vaksinasi dosis pertama sebanyak 38.909.433 per hari ini. Sementara itu, pemberian vaksinasi kedua tercatat di angka 15.611.554.
Baca juga: Ganjar 2024, Survei: Terdepan Dalam Birokrasi
Kemenkes menambahkan bahwa target total vaksinasi di Indonesia adlah 208.265.720 orang. Saat ini, Kemenkes juga telah melebarkan kelompok penerima vaksin hingga mencakup anak-anak dan remaja berusia 12-17 tahun.
Pemerintah juga telah meluncurkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKMN) Darurat dari tanggal 3 hingga 20 Juli 2021 di pulau Jawa dan Bali. Selain itu, pemerintah juga meningkatkan status PPKM mikro di 15 daerah di luar pulau Jawa dan Bali menjadi PPKM Darurat. Akan tetapi, sebagaimana dikemukakan oleh Menteri Koordinator Maritim dan Investasi serta Koordinator pelaksanaan PPKM, Luhut Binsar Pandjaitan, Indonesia masih akan melihat kenaikan jumlah pasien positif Covid dalam proses pelaksanaan kebijakan ini.
Baca juga: DPR Merengek ke Menkes: Papa Minta ICU
Menyikapi hal ini, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan bahwa ada banyak masalah yang muncul terkait pelaksanaan isolasi mandiri (isoman) pasien Covid-19. Dari laporan yang diterimanya, banyak pasien yang seharusnya tidak dirawat di RS dan melakukan isoman di rumah tapi malah mendapatkan jatah rawat. Demikian juga sebaliknya.
Lebih lanjut, Budi juga melaporkan bahwa Indonesia membutuhkan tambahan sekitar 3.000 dokter untuk menghadapi lonjakan kasus Covid-19. Terkait hal ini, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mendesak kemenkes agar pemerintah segera mencari solusi atas isu ini.
