JAKARTA, BERNAS.ID – Kementerian Kesehatan mengakui bahwa keterbatasan stok dan teknis produksi vaksin dalam negeri menjadi dua alasan utama mengapa distribusi vaksin di sejumlah daerah di Indonesia belum merata. Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, pada hari Senin (26/7) membenarkan hal ini dan menyampaikan bahwa masih ada kebutuhan vaksin dalam jumlah besar.
“Permasalahan sebenarnya adalah karena memang vaksinnya belum datang semua,” kata Siti Nadia Tarmizi melalui keterangan tertulis. “Kita butuh vaksin 426 juta dosis. Yang kita terima sampai saat ini 130 juta dosis.”
Lebih lanjut, Nadia menambahkan dari 130 juta dosis vaksin yang tersedia di Indonesia, 68 juta dosis sudah didistribusikan ke seluruh daerah. Dari total vaksin yang sudah didistribusikan, 50 persen dosis vaksin Covid-19 didistribusikan ke 7 provinsi di Jawa dan Bali, dimana penyebaran Covid berpusat.
Baca juga: 23 Hari Pelaksanaan PPKM, Pemerintah Melihat Tren Perbaikan
Mengenai perbedaan proporsi distribusi vaksin ke tiap provinsi, Nadia mengatakan bahwa jumlah vaksin yang tersedia tidak sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, Nadia menambahkan bahwa pendistribusian vaksin ke daerah juga mengacu pada faktor-faktor pendukung seperti fasilitas pelayanan kesehatan dan laju penyuntikan.
Saat ini, sisa vaksin yang belum didistribusikan ada sekitar 65 juta dosis, yang berada di tangan Bio Farma. Sekitar 30 juta dari stok vaksin tersebut berbentuk bahan baku yang sedang dalam proses produksi dalam satu bulan ke depan.
Secara total, sudah ada 61 juta penduduk Indonesia yang sudah menerima vaksin, atau sekitar 5 persen dari total populasi. Dengan bertambahnya animo masyarakat terhadap program vaksinasi Covid-19 yang disebabkan oleh bertambahnya jumlah kasus positif, Nadia berharap bawah proses distribusi dan pemberian vaksin bisa dipercepat – terutama dalam masa perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Baca Juga: Mobilitas di DIY Sudah Masuk Zona Kuning, tapi Pelanggaran Pelaku Usaha Masih Banyak Ditemukan
Setiap bulannya, Indonesia dijadwalkan menerima jatah vaksin dari Sinovac dan AstraZeneca. Pada bulan Agustus 2021, Nadia memprediksi bahwa Indonesia akan mendapat sekitar 35 juta sampai 40 juta dosis vaksin.
“Itu termasuk vaksin Pfizer dan Novavax,” kata Nadia.
