YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) diberlakukan, mulai dari keberlanjutan PPKM berbasis mikro hingga saat ini PPKM Level 4, sejumlah penjual makanan keliling di Yogyakarta mengaku sepi.
Seperti diakui Eko penjual Bakso Tusuk keliling di kawasan Selatan Yogyakarta ini setiap harinya dia hanya bisa menghabiskan kurang dari 2 kilogram bahan pembuat bakso atau hanya bisa mendapatkan kurang dari Rp. 200 ribu per harinya.
“Dulu sebelum corona saya bisa menghabiskan minimal 8 kilogram bahan pembuat bakso dan menghasilkan uang minim-minimnya Rp. 500 ribu per harinya. Tapi sekarang sepi,” katanya, Kamis (29/7/2021).
Terkadang dia juga harus pulang membawa sisa bakso yang tidak laku dijualnya. “Kadang sisanya saya makan sendiri atau saya bagikan ke tetangga dekat rumah,” tambahnya.
Baca Juga : Penjual HP Jogjatronik Keluhkan Perpanjangan PPKM
Hal senada juga dikatakan penjual Wafle keliling yang enggan disebutkan namanya, biasanya dia bisa menghabiskan sekitar 8 kilogram tepung terigu pembuat bahan wafle, kini dia hanya bisa menghabiskan 3 kilogram pada hari-hari biasanya.
“Kalau hari biasa cuma 3 kilo habisnya, tapi kalau week end bisa sampai 8 kilo habisnya. Tapi ini termasuk menurun dibandingkan dengan sebelum corona,” katanya.
Terlebih saat dia masih berjualan di kawasan Alun-alun Utara Yogyakarta, penghasilannya sempat meroket. “Waktu di altar (Alun-alun Utara) ramai jadinya pemasukannya juga banyak. Tapi setelah nggak boleh lagi jualan disana, agak menurun penghasilannya,” katanya.
Para pedagang keliling tersebut berharap pandemi covid-19 ini segera berakhir, supaya perekonomian bisa kembali berjalan normal seperti sedia kala. (cdr)
