YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Virus corona varian delta yang dianggap lebih cepat menular, telah melakukan mutasi dan menjadi varian baru bernama Delta Plus. Kabarnya varian terbaru dari delta ini sudah menyebar ke beberapa negara di dunia, salah satunya Indonesia.
Varian delta plus berbeda dengan varian delta sebelumnya, hal ini dikarenakan adanya mutasi ekstra K417N yang terletak pada protein lonjakan, yang menutupi permukaan virus SARS-CoV-2. Pada lokasi yang sama ini juga bermutasi varian Beta, Gamma, dan pada beberapa sampel ditemukan varian Alpha.
Posisi K417N berada dalam wilayah protein lonjakan yang akan berinteraksi dengan protein reseptor ACE2 dan memungkinkan virus menginfeksi sel, termasuk yang ada di paru-paru, jantung, ginjal dan usus.
Bahkan, ketika protein lonjakan bertemu ACE2, protein itu akan berubah dari keadaan tertutup menjadi terbuka untuk mengikat reseptor dan menginfeksi sel.
Baca Juga : Virus Corona Varian Delta Masuk ke DIY, Ini Kata Ketua Satgas Covid-19 Kota Yogyakarta
Kepala Unit Virus dan Kekebalan, Institut Pasteur, Perancis, Olivier Schwartz seperti dilansir nationalgeographic.co.uk pada Jumat (30/7/2021) menyebutkan studi menunjukan bahwa mutasi di lokasi K417N membantu varian ini menghindari antibodi, sehingga varian Delta Plus dapat menghindari vaksin dan antibodi lebih baik dari Delta biasa.
“Dalam garis keturunan varian Delta, keberadaan mutasi K417N yang terdeteksi dalam beberapa kasus merupakan indikator kuat bahwa varian tersebut dapat berkembang menjadi lebih resisten terhadap antibodi penetralisir,” kata Schwartz.
Bahkan diawal penelitiannya, Schwartz mengungkapkan telah menunjukan efek tambahan K417N pada protein lonjakan virus yang membedakan Delta Plus dari Delta biasa yang tidak mudah diprediksi, karena dampak mutasi individu pada protein tidak dapat begitu saja ditambahkan.
Varian Delta Plus mewarisi kumpulan mutasi dari induk Delta yang menyebabkan varian ini memiliki gejala yang sama dengan varian Delta, diantaranya batuk kering, diare, demam, sakit kepala, dan mengalami ruam kulit, serta perubahan warna jari tangan dan kaki.
Selain itu, seseorang yang terinfeksi virus Corona varian Delta Plus juga merasakan nyeri dada, sesak napas, sakit perut, mual, anosmia, dan kehilangan nafsu makan. (cdr)
