Close Menu
BERNAS.id
    Berita Terbaru

    STAK Yogyakarta Bertemu Kapolresta Sleman Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

    April 28, 2026

    BKI Gandeng PLN Indonesia Power Jajaki Kerja Sama Energi Berkelanjutan

    April 28, 2026

    Target 2030, Pansus DPRD DKI Dorong Jakarta Bebas Sampah

    April 28, 2026

    Selaraskan Pola Asuh dan Pendidikan, PKBM Reksonegaran Gelar Seminar Parenting

    April 28, 2026

    Pengelolaan Sampah Jakarta Dinilai Mendesak, Pansus Fokus Penanganan Hulu hingga Hilir

    April 28, 2026
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    BERNAS.id
    • Home
    • Regional
      • Internasional
      • Nasional
      • Daerah
        • DK Jakarta
        • DI Yogyakarta
        • Jawa Tengah
        • Jawa Timur
    • Finance

      Ninja Xpress Luncurkan Ninja Cross Border: Dari Indonesia ke Dunia

      April 26, 2026

      XPORIA 2026, Dorong Peran Bank Daerah sebagai Penggerak Ekonomi Ibu Kota

      April 22, 2026

      Bazar XPORIA 2026 Hidupkan Transaksi dan Dongkrak Omzet UMKM

      April 21, 2026

      Bidik ASN Pemprov DKI, Bank Jakarta Gelar XPORIA 2026

      April 20, 2026

      Gelar BUMD Leaders Forum, Pemprov DKI Perkuat Peran BUMD sebagai Pilar Ekonomi

      April 18, 2026
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Karir
    • Lifestyle
    • Politik
    • Hukum
    • Other
      • Travel
      • Entertainment
      • Opini
      • Tokoh
      • Budaya
      • Religi
      • Lingkungan
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Desa
      • Beragam
        • Bernas TV
        • Citizen Journalism
        • Editorial
        • Highlight
        • Inspirasi
        • Press Release
        • GlobeNewswire
    • Channel Jakarta
    BERNAS.id
    Home»Finance»Pengertian Investasi, Sejarah, Jenis-jenis, dan Risikonya
    Finance

    Pengertian Investasi, Sejarah, Jenis-jenis, dan Risikonya

    Nabila ghaida ziaBy Nabila ghaida ziaAugust 3, 2021Updated:September 29, 2024No Comments
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email
    Share
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email

    Bernas.id – Di era seperti sekarang ini banyak anak muda yang tertarik dengan investasi. Adanya peningkatan literasi keuangan serta mudahnya berinvestasi dengan modal yang kecil serta beberapa faktor lainnya, dapat mendorong pertumbuhan investor ritel di Indonesia. Akan tetapi dengan mudahnya berinvestasi harus ada hal-hal yang harus diperhatikan oleh para investor supaya investasi yang dilakukan bisa aman.

    Amri Ngadiman selaku Founder & CEO IndoGold mengemukakan, dengan adanya kesadaran dalam berinvestasi, ada beberapa hal yang wajib untuk diperhatikan oleh investor baru dengan demikian berinvestasi tidak hanya mengikuti trend sekedar ikut-ikutan.

    Bagi yang sedang belajar tentang investasi, anda perlu mengerti apa itu investasi, jenis- jenis investasi, tujuan investasi, bentuk investasi. Mari simak penjelasan di bawah ini untuk memahami ruang lingkup investasi.

    Baca juga: Struktur Organisasi Perusahaan: Pengertian, Jenis, dan Tujuannya

     

    Sejarah Investasi Dunia

    Sejarah Investasi Dunia

    Terdapat tiga gelombong dalam sejarah investasi yang pertama pada periode Kolonialisme Kuno, periode kolonialisme kuno dimulai dari abad ke-17 sampai abad ke-18. Periode ini ditandai dengan adanya pembangunan perusahaan- perusahaan oleh Spanyol, Belanda dan juga Inggris yang pada saat itu mendirikan tambang- tambang dan juga perkebunan.

    Baca juga:  3 Cara Membeli Saham Bagi Pemula dengan Mudah

    Dan yang kedua periode Imperialisme Baru dimulai pada abad ke-19. Negara- negara di Asia Tenggara, Afrika dan Negara- negara lainnya terikat dalam masa penjajahan. Investasi di negara-negara Eropa dalam beberapa fasilitas perkebunan, jalan-jalan serta pusat-pusat kota pada saat itu sudah membuat sebuah infrastruktur yang berperan penting untuk negara- negara jajahan tersebut.

    Dan yang ketiga, periode investasi pada tahun 1960-an dimulai saat negara-negara sedang berkembang guna memperkenalkan strategi pengganti impor sebagai cara yang diperkirakan paling cepat dalam menuju industrialisasi. Dengan melalui implementasi berbagai halangan dan rintangan yang cukup ketat serta kebijaksanaan suatu pajak, negara- negara tersebut memaksa perusahaan- perusahaan level multinasional Amerika Serikat serta negara- negara maju lainnya guna membangun cabang- cabang manufaktur di negara- negara yang berkembang.

    Adanya arus investasi dari negara- negara maju ke negara- negara yang masih bekembang akan secara terus menerus berkelanjutan dan mengalami peningkatan. Dengan adanya penandatangan atau kesepakatan Agreement on Trade Investment Measures TRIMS terhadap GATT dimana putaran Uruguay pada tahun 1994 yang merupakan suatu tanda akan terjadi arus investasi besar yang terjadi dimana-mana.

    Baca juga: Perusahaan Dagang: Pengertian, Karakteristik, dan Jenisnya

    Sejarah Investasi di Indonesia

    Sejarah Investasi di Indonesia

    Sejarah perkembangan  investasi di Indonesia juga dibagi menjadi tiga periode yaitu pada awal kemerdekaan yaitu pada tahun 1945-1965, pada masa orde baru, dan pada masa reformasi. Ketika di awal kemerdekaan atau di masa orde baru yang terjadi pada tahun 1945-1965, arus investasi ke Indonesia tidak ada. Hal ini disebabkan karena seluruh perusahaan sudah dinasionalisasi guna kepentingan nasional.

    Terjadinya arus investasi ke Indonesia dimulai saat masa Orde Baru yaitu pada tahun 1967- 1997. Pada masa tersebut ditandai dengan adanya UU No 1 tahun 1967 Mengenai Penanaman Modal Asing serta UU No 6 Tahun 1968 Mengenai Penanaman Modal Dalam Negeri.

    Baca juga: 6 Langkah Belajar Investasi dan Trading Saham dari Nol

    Dengan adanya UU tersebut maka merupakan suatu kesempatan/peluang kepada pemodal asing serta domestik guna menanamkan modal. Adapun investasi yang pertama kali yang masuk ke Indonesia yaitu investasi asing adalah Perusahaan Philips dari Belanda. Merek dagang Lampu Philips ketika saat itu sangat populer di Indonesia dengan demikian mereka mempunyai alasan agar bisa masuk ke Indonesia.

    Selanjutnya, untuk modal asing yang kedua yaitu PT. Freeport Indonesia. Dalam investasi ini yang ditanamkan dalam perusahaan adalah bidang pertambangan. Saat Orde Baru, arus investasi ini mengalami peningkatan.

    Pada saat Orde Reformasi tahun 1998- 20024, arus investasi mengalami penurunan, hal ini dapat dilihat dari jumlah investasi yang masuk ke Indonesia sangat sedikit. Nah pada awal tahun 1997 merupakan awal pertumbuhan negatif investasi asing. Lalu, pada tahun 1999 adanya suatu catatan yang buruk bagi investasi karena terjadinya penurunan yang secara terus menerus sampai pada tahun 2003.

    Dibandingkan dengan negara-negara ASEAN yang lainnya, arus investasi yang telah masuk ke Indonesia sangat sedikit daripada negara- negara yang lain yang bisa menikmati arus investasi asing yang positif. Adapun faktor yang menyebabkan sedikitnya investasi yang masuk ke Indonesia yaitu adanya suatu pendapat dari para investor bahwa Indonesia termasuk negara yang belum aman dalam menanamkan modalnya. Hal ini dikarenakan belum stabilnya kondisi bangsa Indonesia.

    Baca juga: Inilah 10 Perusahaan Properti Terbesar di Indonesia yang Meraih Penghargaan

    Pengertian Investasi

    Pengertian Investasi

    Investasi adalah suatu kegiatan menempatkan modal, baik itu uang maupun aset berharga lainnya ke dalam suatu benda, lembaga, atau suatu pihak dengan harapan investor atau pemodal suatu saat nantinya akan mendapatkan keuntungan dalam jangka waktu tertentu. Dengan adanya harapan agar bisa mendapat keuntungan di kemudian hari, hal inilah investasi disebut dalam penanaman modal.Investasi berasal dari Bahasa Italia yaitu investire yang mempunyai arti menggunakan atau memakai.

    Pada dasarnya, aset maupun dana yang ditanamkan oleh seorang investor akan ditumbuh kembangkan oleh pihak atau badan yang mengelola. Keuntungan dari adanya pengembangan tersebut maka nantinya akan dibagikan ke investor sebagai imbal balik sesuai dengan ketetapan yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.

    Dalam melakukan investasi secara ekonomi, pemodal akan membeli sesuatu yang tidak dimanfaatkan atau digunakan pada saat ini atau sekarang ini. Sesuatu yang telah dibeli tersebut maka akan disimpan sebagai harta yang akan sesudah melewati waktu tertentu akan mengalami perubahan nilai.

    Seperti yang anda ketahui bahwa investasi tidak melulu menghasilkan keuntungan akan tetapi juga terdapat risiko dalam melakukan investasi. Dengan hal tersebut maka sangat penting sekali memahami jenis- jenis investasi beserta risiko-risikonya.

    Baca juga: Perusahaan Jasa: Pengertian, Karakteristik, Transaksi, dan Jenis-jenisnya

    Pengertian Investasi Menurut Para Ahli

    Pengertian Investasi Menurut Para Ahli

    Ahli ekonom yang berasal dari dalam negeri dan luar negeri, memberikan pendapat mengenai definisi serta penjelasan yang berbeda- beda terkait Investasi. Berikut ini adalah uraiannya:

    Haming dan Basalamah

    Investasi merupakan pengeluaran pada saat ini guna membeli aset real ( rumah, mobil, tanah, dan lain yang sebagainya) atau bisa didefinisikan aset finansial yang memiliki tujuan guna memperoleh penghasilan yang lebih besar di masa yang akan datang

    Sophar Lumbantoruan

    Menurut Sophar Lumbantoruan investasi yaitu adanya penyertaan modal di perusahaan lain.

    Mulyadi

    Menurut  Mulyadi investasi adalah keterkaitan sumber- sumber dalam jangka waktu yang panjang guna memperoleh keuntungan atau laba di masa mendatang.

    Baca juga: Mengenal Trading Saham dan Cara Jitu Jadi Trader Handal

    Sadono Sukirno

    Pengertian investasi menurut Sadono Sukirno adalah suatu pengeluaran atau merupakan pembelanjaan penanaman modal perusahaan dengan tujuan untuk membeli barang- barang modal serta perlengkapan produksi untuk menambah kecakapan dalam memproduksi barang- barang serta jasa- jasa yang tersedia dalam perekonomian.

    Martono dan D. Agus Marjito

    Menurut Martono dan D. Agus Marjito investasi adalah suatu kegiatan penanaman dana yang dilaksanakan perusahaan ke dalam suatu aktiva dengan tujuan mendapatkan keuntungan atau pendapatan dimasa mendatang.

    Boediono

    Boediono berpendapat mengenai investasi adalah pengeluaran yang dilakukan oleh sektor produsen atau swasta dengan tujuan untuk membeli barang serta jasa dengan maksud untuk menambah stok yang akan digunakan atau guna perluasan sebuah pabrik.

    James C. Van Horn

    Investasi menurut James C. Van Horn yaitu suatu aktivitas yang berlangsung dengan memanfaatkan kas pada saat ini, yang bertujuan guna memperoleh hasil barang di masa mendatang.

    Baca juga: 7 Cara Main Saham Bagi Investor Pemula dengan Mudah

    Henry Simamora

    Investasi merupakan sebuah aset yang digunakan perusahaan guna menambahkan atau untuk pertumbuhan keuangan yang melalui distribusi hasil investasi ( contoh : dividen, pendapatan bunga, royalty, pendapatan sewa dan yang lainnya).

    Fietz Gerald

    Fietz Gerald berpendapat mengenai investasi yaitu suatu kegiatan yang berhubungan dengan usaha penarikan sumber- sumber yang digunakan untuk mengadakan suatu barang. Dari modal tersebut maka akan dihasilkan produk-produk baru di masa yang mendatang.

    Tandelilin

    Investasi menurut Tandelilin ialah suatu komitmen dalam dana maupun sumber daya yang lain yang dilaksanakan pada waktu ini, yang tujuannya untuk mendapatkan laba di masa yang akan datang.

    Baca juga: 4 Cara Menghitung Harga Saham Per Lembar Agar Tidak Terkecoh

    Husnan

    Pengertian investasi menurut Husnan investasi adalah suatu rencana yang bertujuan untuk berinvestasi atas sumber-sumber daya, baik itu proyek besar maupun proyek kecil. Tujuan investasi ini adalah untuk  mendapatkan manfaat di masa mendatang.

    Salim HS dan Budi Sutrisno

    Investasi menurut Salim HS dan Budi Sutrisno adalah suatu kegiatan penanaman modal oleh investor, baik itu investor lokal maupun investor asing dalam segala jenis bidang usaha yang terbuka guna investasi.

    Farid Harianto dan Siswanto Sudomo

    Menurut Farid Harianto dan Siswanto Sudomo Investasi ialah suatu aktivitas yang menempatkan dana atau lebih dari satu aktiva/ aset dalam kurun waktu tertentu dengan tujuan bisa mendapatkan keuntungan atau peningkatan investasi

    Sunariyah

    Menurut Sunariyah investasi adalah kegiatan penanaman modal untuk satu aset/ aktiva yang dimiliki dan pada umumnya mempunyai jangka waktu yang lama dengan tujuan memperoleh keuntungan di masa mendatang.

    Martalena dan Malinda

    Investasi menurut Martalena dan Malinda yaitu suatu kegiatan penundaan konsumsi pada masa saat ini guna memperoleh konsumsi di masa mendatang, dimana didalamnya memuat unsur risiko ketidakpastian sehingga diperlukan kompensasi atas penundaan tersebut.

    Sutha

    Menurut Sutha investasi merupakan kegiatan penempatan dana yang bertujuan supaya bisa memelihara, dapat meningkatkan nilai dan bisa memberikan return positif.

    Baca juga: 4 Cara Akurat untuk Menentukan Support dan Resistance Harga Saham

    Jogiyanto

    Investasi menurut Jogiyanto adalah suatu kegiatan penundaan konsumsi pada saat ini untuk dimasukkan ke aset lancar selama kurun waktu tertentu.

    Gitman dan Joehnk

    Investasi menurut  Gitman dan Joehnk adalah suatu sarana dimana dana bisa ditempatkan dengan tujuan dapat menghasilkan keuntungan atau pendapatan yang positif dan serta dapat menjaga dan meningkatkan nilai.

    Mankiw

    Investasi menurut Mankiw ialah barang- barang yang dibeli oleh seseorang atau perusahaan guna menambah suatu persediaan modal mereka.

    Kamaruddin

    Investasi menurut Kamaruddin ialah suatu kegiatan membeli saham, obligasi atau surat penyertaan lainnya. Dapat juga didefinisikan suatu kegiatan guna membeli barang- barang modal maupun pemanfaatan dana yang tersedia yang dapat digunakan atas produksi dengan pendapatan atau keuntungan di masa mendatang.

    Baca juga: Jam Buka Bursa Saham di Indonesia Terbaru

    Suparmoko

    Pengertian investasi menurut Suparmoko adalah suatu pengeluaran yang dikhususkan untuk menambah atau mempertahankan persediaan modal (capital stock).

    Deliarnov

    Menurut Deliarnov pengertian  investasi adalah suatu pengeluaran yang dilakukan secara menyeluruh yang mengandung pengeluaran dalam membeli bahan baku atau material, mesin- mesin serta peralatan pabrik dan seluruh kapital lain yang dibutuhkan dalam proses produksi, pengeluaran yang digunakan untuk kebutuhan bangunan kantor yang lain, serta juga perubahan nilai stock maupun barang cadangan sebagai akibat dari adanya perubahan jumlah serta harga.

    Lypsey

    Menurut Lypsey Investasi adalah pengeluaran barang yang tidak dikonsumsi pada sekarang ini yang berdasarkan kurun waktunya, investasi dapat diklasifikasikan menjadi tiga yaitu investasi jangka pendek, investasi jangka menengah dan  investasi jangka panjang.

    Baca juga: Meninjau Forex, Halal atau Haram?

    Kasmir dan Jakfar

    Menurut Kasmir dan Jakfar definisi investasi yaitu  kegiatan menanam modal dengan kurun waktu yang relatif panjang dalam bidang usaha atau bisnis.

    Sudono

    Pengertian investasi menurut Sudono yaitu  sebuah pengeluaran- pengeluaran yang dilakukan untuk membeli suatu barang serta sebuah peralatan produksi yang mempunyai tujuan untuk mengganti serta menambah barang- barang kapital dalam suatu perekonomian yang mampu digunakan dalam memproduksi barang serta jasa di waktu mendatang.

    PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan)

    Definisi Investasi menurut standar Akuntansi Keuangan per 1 Oktober 2004 berdasarkan PSAK adalah suatu aktiva yang digunakan perusahaan dalam pertumbuhan kekayaan (accretion of wealth) yang melalui distribusi hasil investasi.

    Baca juga: Mengenal Forex Trading dan Platform Terbaiknya

    Ensiklopedia Indonesia

    Menurut Ensiklopedia Indonesia definisi investasi adalah kegiatan menanam modal atau uang dalam proses produksi yang dilakukan dengan cara membeli mesin- mesin, gedung- gedung bahan- bahan cadangan serta perkembangan uang kas.

    KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

    Pengertian investasi menurut KBBI adalah penanaman modal atas proyek atau suatu perusahaan dengan tujuan untuk memperoleh laba atau keuntungan.

    Webster

    Menurut Webster investasi adalah penanaman uang dengan tujuan memperoleh keuntungan, hasil serta nilai tambah.

    Baca juga: 90% Investasi Properti Hunian Harga Minimalis Siap Huni Di Jogja Laku

    Contoh Investasi

    Contoh Investasi

    Nia membeli 2 gram emas batangan dengan harga Rp.400.000 per gram. Lantas, emas tersebut dia simpan di dalam brankas pribadi miliknya dengan rapat. Setelah 5 tahun lamanya, harga emas tersebut meningkat menjadi Rp. 500.000 per gram. Dengan hal itu, Nia pun menjual emas nya serta Nia memperoleh keuntungan sebesar Rp. 100.00 per gram. Tindakan Nia yang membeli emas pada tahun 2005 inilah yang disebut dengan investasi. Dan keuntungan sebesar 100.000 dari selisih harga beli hal ini disebut dengan keuntungan.

    Baca juga: Alasan Kenapa Anda Harus Berinvestasi di Kavling Jonggol

    Tujuan Investasi

    Berikut ini merupakan tujuan investasi yaitu :

    1. Untuk memperoleh penghasilan yang tetap.
    2. Guna mendapatkan kehidupan yang lebih layak serta stabil di masa yang datang.
    3. Dapat berfungsi sebagai pengembang usaha.
    4. Memperoleh jaminan dalam bisnis.
    5. Membentuk dan mengendalikan dana untuk sesuatu kepentingan yang bersifat khusus, misalnya kepentingan sosial, kepentingan ekspansi dan lain sebagainya.
    6. Dapat mengurangi tekanan inflasi.
    7. Investasi bisa dimanfaatkan guna menjaga hubungan antar perusahaan.
    8. Ikut serta berpartisipasi dalam pembangunan negara.

    Baca juga: Investasi Hunian 2 Lantai, Harga Minimalis Di Jogja DP cuma 10%

     

    Bentuk-bentuk Investasi

    Investasi diklasifikasikan ke dalam bentuk yang berbeda yaitu :

    • Investasi Aktiva Riil yaitu seseorang yang melakukan investasi, baik itu investasi yang terlihat maupun investasi yang tidak terlihat misalnya investasi tanah, investasi logam, serta investasi properti dan lain sebagainya.
    • Investasi Aktiva Finansial yaitu seorang investor yang melakukan investasi aktiva finansial sebagai bentuk sekuritas. Misalnya saham dan deposito.

    Baca juga: Investasi Hunian Eksklusif DP Cuma 5%, Angsuran Rp1 Jutaan!

     

    Jenis-jenis Investasi

    Jenis-jenis Investasi

    Terdapat beberapa investasi yang biasa dilakukan dalam dunia bisnis yaitu diantaranya:

    1. Deposito

    Merupakan modal yang bentuknya berupa simpanan uang pada perusahaan,  dengan hal tersebut maka investor akan mendapatkan profit atau laba berupa bunga dengan jangka waktu yang telah ditetapkan dan disepakati. Investasi dalam bentuk deposito ini digolongkan menjadi deposito berjangka dan sertifikat deposito.

    Baca juga: Rekomendasi Forex Broker Terbaik sebagai Perantara Forex Trading

    2. Saham

    Saham merupakan bentuk investasi yang sudah umum dilakukan di perusahaan- perusahaan besar. Saham yaitu bentuk lain dari aktiva perusahaan.

    Contohnya, apabila anda mempunyai saham 50% dari suatu perusahaan maka anda mempunyai aset setengah dari seluruh total aset yang dimiliki perusahaan. Saham merupakan surat berharga yang membuktikan hak milik.

    3. Obligasi

    Secara umum obligasi bisa diterapkan pada bisnis penyediaan jasa pinjaman modal. Keuntungan yang diperoleh yaitu dengan cara investasi yang lebih tinggi daripada deposito hal disebabkan karena bunga lebih tinggi. Akan tetapi cara ini mempunyai risiko yang cukup besar, hal ini dikarenakan apabila peminjam modal gulung tikar atau bangkrut akan ada kemungkinan utang tidak akan dibayarkan.

    Baca juga: Mengulas Forex Factory sebagai Pusat Informasi bagi Para Trader

    4. Reksadana

    Reksadana juga tengah populer di kalangan masyarakat maupun pebisnis. Reksadana merupakan tempat yang bisa digunakan untuk mengumpulkan atau menghimpun uang secara bersama- sama dan dana yang telah terkumpul tersebut akan dikelola oleh seorang manajer.

    Keuntungan dan kerugian akan dibagi rata kepada semua investor. Dengan demikian, reksadana bisa disebut dengan tempat berkumpulnya para investor.

    5. Investasi Properti

    Investasi Properti merupakan jenis investasi non riil hal ini karena bukan berupa uang akan tetapi berupa bangunan misalnya rumah, gedung, apartemen. Bentuk investasi yang satu ini ini bisa dibilang paling menguntungkan karena harga jual properti jarang turun. Sebaliknya, harga properti akan cenderung selalu naik.

    Baca juga: Forex Robot Trading: Cara Kerja, Kelebihan, dan Kekurangannya

    6. Investasi Emas

    Investasi bisa dilakukan dalam bentuk emas. Sama juga seperti investasi properti, Investasi emas juga akan lebih menguntungkan daripada bentuk investasi riil. Pada umumnya, emas yang bisa untuk digunakan investasi yaitu emas batangan.

    7. Investasi Valuta Asing

    Merupakan jenis investasi yang memanfaatkan naik dan turunnya suatu kurs. Hal ini maka para investor dapat melakukan investasi dengan valuta asing yaitu dengan cara membeli mata uang asing saat harga turun dan menjualnya pada saat harga sedang tinggi. Dengan demikian, para investor memperoleh keuntungan dari selisih harga jual dan beli terhadap mata uang tersebut.

    Baca juga: Belum Paham Cara Kerja Forex Signal? Ini Penjelasan Detailnya

    8. Investasi Syariah

    Merupakan investasi pada umumnya, akan tetapi investasi syariah adalah suatu konsep pengelolaan uang dengan cara- cara yang cukup efektif serta mampu menghasilkan keuntungan. Perbedaan investasi syariah dengan pada umumnya yaitu dalam investasi syariah, konsep- konsep yang diimplementasikan dalam instrumen keuangannya berdasarkan pada syariat Islam.

    9. Investasi Cryptocurrency

    Cryptocurrency merupakan investasi dengan return yang tinggi.  Akan tetapi dengan return yang tinggi tentunya juga mempunyai risiko yang tinggi juga.

    Baca juga: Investasi Leher ke Atas Ilmu Akuntansi untuk Karir dan Bisnis

     

    Jenis Investasi Berdasarkan Jangka Waktu

    Jenis Investasi Berdasarkan Jangka Waktu

    Ada beberapa  jenis investasi yang diklasifikasikan yang berdasarkan jangka waktunya yaitu:

    1. Investasi Jangka Pendek

    Investasi jangka pendek adalah jenis investasi yang dapat anda lakukan untuk memperoleh profit atau laba dalam jangka waktu kurang dari tiga tahun dan bisa langsung anda ubah nilainya menjadi uang dengan cara menjualnya. Namun wajib anda ketahui bahwa investasi jangka pendek memberikan return yang kecil sehingga cocok untuk memenuhi suatu kebutuhan dalam kurun waktu yang dekat. Contoh dari investasi jangka pendek yaitu sertifikat deposito, obligasi jangka pendek, dan pasar saham.

    Baca juga: Mengenal Forex No Deposit dengan Berbagai Bonus

    2. Investasi Jangka Panjang

    Investasi jangka panjang yaitu investasi yang memerlukan waktu lebih dari tiga tahun guna memperoleh keuntungan. Dengan itu, anda bisa menikmati keuntungan dari investasi anda baik itu  mulai  dari lima tahun, belasan tahun, hingga puluhan tahun mendatang. Return yang diperoleh juga lebih besar daripada investasi jangka pendek.

    Investasi jangka panjang sangat cocok bagi anda yang memerlukan tabungan buat masa depan misalnya pendidikan, dana pensiun, kebutuhan nikah, dan yang lainnya. Contoh dari investasi jangka panjang yaitu investasi saham dan juga investasi emas.

    3. Investasi di Era Digital

    Dulu melakukan  investasi wajib mengurus berkas-berkas administrasi yang dapat dibilang cukup rumit dan ribet, tapi pada sekarang ini investasi dapat dilakukan dengan mudah. Dengan bermodalkan smartphone, anda bisa melakukan investasi melalui produk- produk investasi Tokopedia misalnya Emas dan Reksa Dana. Untuk nominal investasi bisa dimulai dari Rp. 500.

    Baca juga: Pentingnya Forex Calculator sebagai Alat Bantu Trading

    Manfaat Investasi

    Investasi mempunyai banyak manfaat bagi investor. Di bawah ini manfaat atau kelebihan investasi yaitu :

    1. Meningkatkan Aktiva

    Hal ini bisa diimplementasikan terhadap investasi properti pembelian tanah, apartemen atau rumah yang harganya di waktu yang akan datang naik. Akan tetapi, peningkatan nilai aset tidak bisa diperoleh dalam waktu singkat, membutuhkan waktu yang lama serta kesabaran.

    2. Untuk memenuhi Kebutuhan di Masa Depan

    Dengan banyaknya kebutuhan yang tak terduga di masa yang akan datang, investasi sangat cocok sebagai sarana dalam pemenuhan kebutuhan yang dapat menunjang masa depan.

    3. Gaya Hidup Hemat

    Dengan melakukan investasi maka seseorang akan berusaha hidup hemat, hal ini karena orang yang berinvestasi akan menghindari hal- hal yang tidak penting dan tidak membeli barang- barang mewah.

    4. Menghindari Hutang

    Seseorang dengan gaya hidup yang sederhana, maka akan menghindari hutang. Orang yang komitmen dalam berinvestasi maka akan tidak akan berhutang dan akan berhemat untuk kehidupan di masa mendatang.

    Baca juga: Alasan Universitas Mahakarya Asia Menjadi Pilihan untuk Karir

    Risiko Dalam Berinvestasi

    Risiko Dalam Berinvestasi

    Adapun risiko dalam investasi yaitu :

    1. Risiko Suku Bunga

    Risiko suku bunga merupakan risiko yang muncul disebabkan nilai relatif aktiva/aset berbunga, misalnya obligasi atau pinjaman. Hal inilah yang dapat memperburuk karena adanya peningkatan suku bunga. Risiko ini bermakna sebagai risiko yang diakibatkan karena perubahan suku bunga di pasar sehingga mampu mempengaruhi pendapatan investasi. Umumnya, apabila suku bunga naik maka harga obligasi akan turun dan begitupun sebaliknya.

    Baca juga: Apa Itu Forex Dana? Ini Manfaatnya bagi Trading Forex

    2. Risiko Pasar

    Risiko pasar merupakan risiko fluktuasi atau naik turunnya nilai aset yang dikarenakan adanya perubahan sentimen pasar keuangan (misalnya saham dan obligasi) hal ini juga disebut dengan risiko sistematik (systematic risk), artinya risko ini tidak dapat dihindari dan tentunya akan dialami banyak investor.

    Hal itulah yang dapat membuat investor mengalami penurunan dalam pokok investasinya (capital loss). Perubahan ini dapat disebabkan beberapa hal yaitu adanya kemerosotan ekonomi, isu, kerusuhan, dan spekulasi yang termasuk juga perubahan politik.  Dengan hal tersebut, anda tidak akan panik dan langsung mencairkan dana investasi ketika menghadapi fluktuasi pasar. Disebabkan penurunan dan peningkatan aset seperti ini tidak terjadi secara terus menerus.

    Strategi investasi menurut Raiz yaitu lakukanlah investasi dengan jumlah kecil dahulu namun  dengan teratur dan konsisten guna bisa mengelola risiko ini. Meskipun  anda  tidak mampu untuk memperkirakan suatu ketidakpastian pasar, strategi ini dapat  mengelolanya, serta dapat  membantu anda belajar terkait pasar, membangun  suatu kepercayaan atas keuangan atau hanya untuk menabung serta berinvestasi

    Risiko inflasi atau risiko daya beli yaitu terdapat kesempatan  aliran kas dari investasi nilainya tidak sebanyak di masa mendatang,  hal tersebut disebabkan  oleh  perubahan daya beli yang merusak inflasi. Adanya risiko ini bisa menjadi potensi yang merugikan daya beli masyarakat hal ini karena naiknya secara keseluruhan harga konsumsi.

    Risiko inflasi merupakan risiko yang ditanggung  para investor saat investor  melakukan investasi atas aset yang tidak berkaitan dengan inflasi. Risikonya yaitu nilai tunai kan berkurang oleh inflasi. Misalnya, seorang investor memegang dana tunai sebesar Rp 10.000.000 dan inflasi tahunan sebesar 5%, dengan demikian maka dana investor akan tergerus inflasi sebesar Rp. 500 ribu per tahun (10 juta x 5%).

    Baca juga: Investasi Hunian 2 Lantai dengan Harga Minimalis Di Jogja!

    3. Risiko Likuiditas

    Risiko likuiditas merupakan risiko yang muncul karena sulitnya dalam menyediakan uang tunai dalam jangka waktu tertentu. Hal tersebut kemungkinan akan terjadi apabila penghutang tidak mampu menjual aset atau hartanya disebabkan tidak ada pihak pasar yang berminat untuk membelinya.

    Misalnya, apabila ada pihak yang tidak mampu untuk membayar hutangnya yang sudah jatuh tempo secara tunai, walaupun pihak tersebut mempunyai aset yang mempunyai nilai tinggi yang bisa digunakan untuk membayar hutangnya, akan tetapi aset tersebut tidak bisa diubah segera ke dalam bentuk uang tunai, maka hal ini bisa disebut dengan tidak likuid.

    Hal tersebut secara pasti memang berbeda dengan penurunan drastis terhadap nilai aset. Pasalnya dalam kasus penurunan harga, pasar berpendapat bahwa aset tersebut tidak memiliki nilai.

    Apabila pihak yang ikut terlibat tidak berminat untuk membeli atau menukar aset maka dapat menimbulkan kesulitan ketika mempertemukan antara pihak pembeli dengan penjual. Dengan demikian, risiko likuiditas pada umumnya lebih besar kemungkinan yang terjadi terhadap pasar yang baru tumbuh atau bervolume kecil.

    Baca juga: Inilah Trading Forex Emas yang Dinilai Menguntungkan

    4. Risiko Valuta Asing atau Nilai Tukar Mata Uang

    Risiko valuta asing adalah risiko yang disebabkan adanya perubahan kurs valuta asing di pasaran sehingga tidak sesuai lagi dengan yang diinginkan, khususnya ketika diubah ke mata uang domestik.  Risiko jenis yang satu ini berhubungan dengan fluktuasi terhadap nilai tukar uang suatu negara terhadap mata uang negara lain. Pada dasarnya, risiko jenis ini nilai tukar mata uang ini sering disebut dengan currency risk atau exchange rate risk.

    Sebagai contoh, investor ingin menanam investasi yang berdenominasi US$. Dalam waktu yang sama apabila nilai tukar rupiah terhadap US$ melemah, maka investor akan mengeluarkan lebih banyak jumlah rupiah daripada ketika nilai rupiah pada US$ menguat. Dengan demikian, menguatnya rupiah terhadap rupiah dapat memberikan suatu kerugian.

    Baca juga: Cara Trading Forex yang Benar, Pemula Harus Paham

    5. Negara

    Risiko jenis ini sering disebut dengan sovereign risk,  dan berhubungan dengan kondisi politik negara. Dari risiko ini berhubungan dengan perubahan ketentuan perundang- undangan yang mengakibatkan terhadap perekonomian negara, yang akan berpengaruh pada iklim investasi.

    6. Risiko Reinvestasi

    Risiko reinvestasi yaitu adanya kemungkinan bahwa arus kas investasi akan menghasilkan imbal hasil yang rendah sesudah diinvestasikan kembali ke dalam investasi yang baru.

    Baca juga: Inilah 9 Perusahaan Manufaktur Terbesar di Indonesia Saat Ini

    Beberapa Keterampilan dalam Berinvestasi

    Beberapa Keterampilan dalam Berinvestasi

    Berikut ini merupakan ha- hal yang wajib dimiliki para investor dalam melakukan investasi secara cerdas :

    1. Keterampilan dalam Menunda Kepuasan Diri

    Apabila anda sering mendengar kata menunda tentunya itu terkesan negatif. Namun ketika kita sedang membahas investasi maka menunda merupakan keterampilan yang wajib dimiliki oleh seorang investor. Mengapa demikian?

    Hal ini terjadi karena mungkin anda iri dengan orang lain yang mampu menghasilkan keuntungan investasi yang begitu cepat. Akan tetapi tentunya orang- orang yang seperti itu akan banyak mengalami kegagalan serta kerugian daripada memperoleh keuntungan. 

    Dengan demikian, anda jangan melihat keuntungannya saja akan tetapi tetap mencoba untuk terus bersabar dalam menunggu pertumbuhan dari hasil investasi anda, guna memperoleh return yang lebih besar dibandingkan investasi jangka pendek yang anda lakukan. Hal ini karena, ketika anda menginginkan suatu keuntungan harian dari hasil investasi anda maka sama halnya anda sedang berjudi, bukan melakukan investasi.

    Baca juga: Alasan Pengusaha Muda Memilih Jurusan Kewirausahaan UNMAHA

    2. Keputusan Investasi Ada di Tangan Anda

    Untuk menjadi investor, anda wajib mempunyai kepercayaan pada diri sendiri. Anda dapat bermain perasaan ketika terjun dalam dunia investasi. Jangan mudah tertipu dengan berita- berita hoax yang sering beredar di internet serta yang lainnya mengenai investasi. Dengan demikian, anda bisa berguru secara langsung pada seorang mentor yang ahli serta anda sudah percaya terhadap mentor tersebut.

    Mentor yang sudah anda percaya dapat membantu anda dalam pengambilan keputusan atas investasi anda. Akan tetapi hal tersebut hanyalah sebuah arahan saja, dan keputusan hanya ada di tangan anda. Oleh karena itu, anda perlu untuk benar- benar memikirkan hal tersebut apakah investasi yang anda ambil masih rasional atau tidak.

    Pada dasarnya pengambilan keputusan membutuhkan keputusan yang cepat, akan tetapi anda juga harus mendengarkan kata hati anda, kamu tidak setengah- setengah maupun tidak ragu dalam pengambilan keputusan, sehingga apabila sewaktu-waktu investasi anda mengalami penurunan anda tidak panik. Dengan hal tersebut maka mental dan psikis anda perlu disiapkan guna menghadapi hal- hal yang tidak diinginkan atas keputusan yang anda ambil.

    Baca juga: Alasan Kenapa Profesional Bidang Aristektur Muncul dari UNMAHA

    3. Kesuksesan Tidak Melulu dengan Banyak Uang

    Suatu indikator sebuah kesuksesan tidak selalu dipandang dengan uang, akan tetapi kesuksesan tiap–tiap individu berbeda-beda, sesuai dengan bagaimana anda mengartikan kesuksesan itu seperti apa. Untuk menjadi seorang investor yang hebat maka anda wajib bisa membuat uang anda bekerja untuk anda bukan malah sebaliknya.

    Misalnya, pada saat ini anda mempunyai properti yang masih nganggur, dengan hal tersebut maka ada peluang untuk anda sewakan. Dengan demikian anda akan menerima uang dari penyewa properti tersebut.

    Untuk investasi reksa dana, anda dapat melakukan investasi sesuai dengan tujuan keuangan anda dengan mempertimbangkan kapan dana reksa dana pasar uang serta reksa pendapatan tetap. Namun apabila tujuan uang yang akan digunakan lebih dari 3 tahun, anda bisa memilih reksa dana saham. Seluruh jenis reksa dana dapat anda temukan dan dibeli secara online melalui reksa dana yang membebaskan biaya transaksi, serta juga menawarkan biaya yang murah bagi tiap- tiap kalangan.

    Baca juga: 7 Aplikasi Trading Forex Terdaftar OJK dan Aman

    4. Mempunyai Keterampilan Disiplin Diri

    Keterampilan yang harus dimiliki oleh investor adalah selalu berusaha untuk membiasakan diri dengan hidup disiplin. Seorang investor hebat selalu melatih dirinya agar dapat hidup disiplin setiap harinya, dan secara terus menerus fokus pada apa yang telah menjadi tujuan hidup para investor baik itu harian, mingguan, bulanan hingga tahunan.

    Investor hebat tidak akan takut akan tugas yang besar sekalipun, mereka justru menyelesaikan tugas yang besar lebih dulu di waktu pagi hari dan selanjutnya berganti ke tugas- tugas yang lainnya. Hal ini telah diimplementasikan dalam kehidupan mereka, sebesar apapun rintangan serta hambatan, maka badai pasti akan berlalu.

    Baca juga: Inilah Daftar Startup Indonesia untuk Membantu para UMKM

     

    Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Melakukan Investasi

    Apabila anda ingin investasi anda aman dan berhasil, Di bawah ini merupakan hal yang perlu diperhatikan dalam berinvestasi :

    1. Hindarkan diri anda untuk melakukan investasi secara tergesa-gesa. Setiap aktivitas investasi harus disertai dengan riset dan pemahaman secara mendalam, yang mencakup objek investasi yang paling potensial setelah melalui penilaian.
    2. Tidak melakukan tindakan yang spekulatif.
    3. Sangat penting dalam mempertimbangkan kurun waktu ketika berinvestasi.
    4. Mengetahui serta menilai total modal yang dapat anda persiapkan.
    5. Sebagai investor maka harus memahami risiko apa saja yang dapat terjadi serta memilih jenis investasi.

    Baca juga: Inilah 5 Perusahaan Investasi di Indonesia Berlabel Terbaik

    Peran Investasi Dalam Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

    Peran Investasi Dalam Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

    Pada umumnya pertumbuhan ekonomi selalu berhubungan dengan adanya iklim bisnis yang subur. Akan tetapi, pada kenyataannya tidak luput dari adanya peran pemerintah dalam pemulihan ekonomi di Indonesia. Jika anda tinjau lebih mendalam lagi, investasi adalah sebagai akar dari berbagai upaya untuk dapat memulihkan dan menumbuhkan perekonomian di Indonesia, terlebih pada masa pandemi.

    Bila anda ingin menganalisis atau memprediksi suatu keadaan ekonomi di Indonesia, baik itu di tahun 2020 ataupun di tahun 2021, maka hal yang harus diketahui yaitu angka pertumbuhan ekonomi pada saat ini, peran investasi, serta usaha yang sudah dijalankan oleh pemerintah. Di bawah ini ulasan lengkapnya, mari simak agar anda lebih memahami terkait pertumbuhan investasi di Indonesia.

    1. Pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang Melambat

    Bank Dunia yang baru saja mengatakan terkait prediksi pertumbuhan ekonomi pada tahun 2020, yaitu minus 2% sampai dengan 1,5 %  dari tahun ke tahun. Hal ini menjadi momok yang menakutkan ekonomi Indonesia. Pasalnya penurunan tersebut menjadi bukti bahwa adanya keterpurukan atau kemerosotan ekonomi Indonesia yang dapat mencapai titik terendah selama dekade terakhir.

    Pada kuartal I dan II ini menunjukkan bahwa pertumbuhan berada dalam posisi minus. Pada kenyataannya pertumbuhan ekonomi di Indonesia menyentuh minus 5,32% pada kuartal II yang diprediksi oleh Menteri Keuangan yaitu Ibu Sri Mulyani bahwa pertumbuhan ekonomi dapat naik mencapai minus 2,9% sampai dengan minus 1%.

    Data tersebut menunjukkan Indonesia dapat masuk ke dalam jurang resesi ekonomi. Walaupun demikian, pemerintah Indonesia selalu optimis dengan melihat data- data yang diambil pada kuartal I dan II, bahwa akan ada pertumbuhan ekonomi yang bersifat positif pada bulan Oktober sampai dengan akhir tahun.

    Upaya dalam menghitung kondisi ekonomi Indonesia tidak lepas dari komponen- komponen penting yaitu konsumsi rumah tangga, sektor bisnis investasi dan sektor luar negeri untuk ekspor-impor.

    Baca juga: Inilah Jurusan SIG yang Langka yang Sangat Dibutuhkan

    2. Investasi Berpengaruh pada PBD

    Pada pembahasan sebelumnya sudah dibahas jika adanya komponen penting dalam upaya menghitung kondisi ekonomi, komponen- komponen tersebut saling berkaitan. Jika terdapat penurunan dari salah satu komponen, maka akan berdampak terhadap dua komponen yang lainnya. Hal inilah yang menunjukkan bahwa investasi berperan dalam upaya melaksanakan pemulihan ekonomi Indonesia, terutama di era pandemi saat ini.

    Pendapatan nasional atau PDB sangat berhubungan dengan investasi. Investasi dengan melakukan penanaman modal yang meningkat dapat berdampak positif pada  produksi dengan demikian maka dapat berimbas pada meningkatnya konsumsi rumah tangga.

    Pada semester I di tahun 2020, BKPM mencatat ada realisasi investasi sebesar Rp.402,6 triliun yang memuat 49,3% dari target realisasi pada tahun 2020. Hal ini merupakan kabar yang cukup baik apabila melihat kondisi serta situasi yang kurang baik dan kurang  kondusif akibat dampak dari pandemi. Dengan melihat angkat tersebut, BKPM menjadi optimis bahwa Indonesia dapat memenuhi target realisasi investasi pada tahun 2020.

    Baca juga: Inilah Forex Indikator dan Tingkat Akurasinya

    3. Bagaimana Peran Investasi dalam Pemulihan Ekonomi Secara Detail?

    Pertama, investasi mempunyai hubungan positif pada pembangunan infrastruktur negara. Naiknya PDB  maka bisa mendorong upaya pembangunan dari pemerintah, dan pemerintah juga akan lebih giat dalam membangun infrastruktur agar mampu menarik para investor.

    Kedua, investasi juga dapat menumbuhkan serta meningkatkan iklim bisnis. Semakin banyak aktivitas investasi atau penanaman modal yang terjadi, maka hal ini juga mempengaruhi munculnya bisnis-bisnis baru. Contoh bisnis tersebut adalah UMKM, alat kesehatan, dan perumahan yang dapat menjadi sektor-sektor bisnis dan tumbuh di tengah masa pendemi.

    Ketiga, dengan banyaknya bisnis yang baru  maka dapat membuka lebih banyak lagi lapangan pekerjaan, dengan demikian banyak investasi yang dapat mendukung pertumbuhan daya beli konsumen serta konsumsi rumah tangga.

    Baca juga: Cara Memilih Robot Trading Forex Gratis dengan Benar

    3. Upaya yang Telah Dilakukan Pemerintah

    Sejujurnya pemerintah Indonesia sudah melakukan banyak usaha  untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya dalam mendorong peran investasi yang bertujuan untuk pemulihan ekonomi di Indonesia. Salah satunya yaitu peresmian tol Manado-Bitung yang akan semakin menyuburkan prospek investasi serta pariwisata di wilayah Sulawesi Utara.

    Pemerintah sudah memberikan berbagai kebijakan yang semakin memudahkan jalannya investasi di Indonesia, misalnya pemberian insentif pajak, bantuan terkait kredit dan penjaminan, pengesahan UU Cipta Kerja (Omnius Law), pembentukan satgas khusus dalam investasi luar negeri, serta adanya kemudahan dalam melakukan proses pengajuan izin usaha serta investasi oleh BKPM.

    Dengan hal tersebut Indonesia bisa memaksimalkan peran investasi dalam pemulihan ekonomi dengan rekonstruksi investasi padat karya. Hal ini bisa dikatakan pemerintah tidak hanya fokus dalam mematikan ekonomi Indonesia akan tetapi juga memastikan akan ekonomi Indonesia yang tetap maju di tahun berikutnya melalui kuatnya pondasi investasi.

    Baca juga: Inilah 9 Perusahaan Farmasi Indonesia yang Terdaftar di BEI

    Bank Investasi

    Bank investasi merupakan lembaga keuangan yang bertugas dalam mengakses pasar modal guna memperluas kebutuhan- kebutuhan lainnya. Bank jenis ini tentu berbeda dengan pialang saham dimana aktivitas usahanya dalam transaksi penjualan dan pembelian saham, obligasi, dan reksadana. Namun, ada juga perusahaan yang melaksanakan aktivitas usahanya secara ganda yaitu menjadi pialang serta bank investasi.

    Bank Investasi kebanyakan terikat dalam melakukan penyediaan jasa keuangan tambahan bagi nasabahnya, misalnya melakukan transaksi-transaksi perdagangan derivatif, valuta asing, obligasi, komoditi, saham.

    Bank Investasi dibagi menjadi beberapa unit yaitu lini depan, lini tengah, dan lini belakang yang setiap unit mempunyai kegiatan masing- masing.

    1. Lini Depan

    Merupakan aspek yang tradisional yang mempunyai tugas memberikan bantuan kepada nasabah dalam menggalang dana yang melalui pasar modal dan juga memberikan nasehat dalam proses merger usaha dan akuisisi.

    2. Lini Tengah

    Lini tengah berfungsi sebagai manajemen risiko bagi nasabah yang ingin melakukan investasi. Adapun tips yang dilakukan yaitu dengan memberikan analisis pasar dan juga kredit dari perdagangan nasabah.

    3. Lini Belakang

    Dalam bagian lini belakang atau sering disebut back office itu mempunyai tugas seperti, melakukan konfirmasi perdagangan, dan mengkonfirmasi serta memastikan jika sekuritas yang benar- benar dijual, dibeli dan diselesaikan dalam jumlah/total yang benar.

    Baca juga: 9 Perusahaan Consumer Goods Terbaik di Indonesia dengan Nilai Saham Terbesar

    Demikian penjelasan mengenai ruang lingkup investasi. Semoga informasi di atas dapat menambah pengalaman serta wawasan investasi bagi anda.

    investasi menurut para ahli jenis investasi pengertian investasi risiko investasi sejarah investasi tujuan investasi
    Share. Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email
    Nabila ghaida zia

      Related Posts

      Ninja Xpress Luncurkan Ninja Cross Border: Dari Indonesia ke Dunia

      April 26, 2026

      XPORIA 2026, Dorong Peran Bank Daerah sebagai Penggerak Ekonomi Ibu Kota

      April 22, 2026

      Bazar XPORIA 2026 Hidupkan Transaksi dan Dongkrak Omzet UMKM

      April 21, 2026

      Bidik ASN Pemprov DKI, Bank Jakarta Gelar XPORIA 2026

      April 20, 2026

      Gelar BUMD Leaders Forum, Pemprov DKI Perkuat Peran BUMD sebagai Pilar Ekonomi

      April 18, 2026

      Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi

      April 17, 2026
      Leave A Reply Cancel Reply

      Berita Internasional Terbaru

      CGO IceKredit, Kong Chinang, bergabung dalam GrabX & AI Forward Summit di Jakarta, Mendorong Kolaborasi Tripartit untuk AI yang Bertanggung Jawab di ASEAN

      April 28, 2026

      Spesies Baru Terungkap! iCAUR Mendobrak Batas, Membawa Anda Ke Mana Saja

      April 27, 2026
      Berita Nasional Terbaru

      Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

      April 13, 2026

      Era Yuldi, Imigrasi Raup PNBP Rp10,4 Triliun

      April 2, 2026
      Berita Daerah Terbaru

      STAK Yogyakarta Bertemu Kapolresta Sleman Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

      April 28, 2026

      Target 2030, Pansus DPRD DKI Dorong Jakarta Bebas Sampah

      April 28, 2026
      BERNAS.id

      Office Address :
      Jakarta
      Menara Cakrawala 12th Floor Unit 05A
      Jl. MH Tamrin Kav. 9 Menteng, Jakarta Pusat, 10340

      Yogyakarta
      Kawasan Kampus Universitas Mahakarya Asia,
      Jl. Magelang KM 8, Sendangadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55281

      Email :
      info@bernas.id
      redaksi@bernas.id

      Advertisement & Placement :
      +62 812-1523-4545

      Link
      • Google News BERNAS.id
      • Tentang BERNAS
      • Redaksi BERNAS
      • Pedoman Media Siber
      • Kode Etik
      • Verifikasi Dewan Pers BERNAS.id
      BERNAS.id
      Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
      • Google News BERNAS
      • Tentang BERNAS
      • Redaksi BERNAS
      • Pedoman Media Siber
      © 2015 - 2026 BERNAS.id All Rights Reserved.

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.