Bernas.id – Setelah seseorang menginjak usia puber. Tidak ada alasan yang mendasar untuk tidak tahu tentang mandi wajib atau junub. Ketika Anda baru menginjakkan kaki memasuki ruang remaja maka sangat tepat jika berkunjung ke laman website ini.
Khusus dalam artikel ini saya akan mengulas tentang mandi wajib. Mandi wajib adalah kegiatan mandi yang menggunakan air suci dan bersih. Mandi wajib dilakukan untuk menghilangkan hadas besar sebelum melakukan shalat atau ibadah lainnya. Mari simak dengan seksama!
Baca juga: Cara Mandi Wajib (Junub) yang Benar dan Kategori Haid
Daftar Isi :
- Penyebab seseorang harus mandi junub
- Kegiatan yang dilarang saat keadaan junub
- Bagaimana Melakukan Mandi Junub
- Penyebab mandi junub tidak sah atau batal
Penyebab seseorang harus mandi junub
Mandi junub adalah mandi wajib bagi setiap muslim yang telah mencapai usia baligh dalam keadaan najis. Mandi berfungsi sebagai cara untuk menyucikan tubuh mereka dari kotoran yang disebabkan terutama oleh kondisi berikut:

1. Keluarnya Air Mani
Keluarnya air mani dapat terjadi saat Anda terjaga atau tidur, dan sebagian besar merupakan mimpi basah. Ketika Anda melihat keluarnya cairan ini, maka wajib mandi janaba.
2. Hubungan Seksual
Jika Anda melakukan hubungan seksual, Anda wajib mandi, apakah hubungan Anda halal atau haram, juga keluarnya sperma atau tidak.
3. Keputihan Menstruasi
Mandi wajib bagi wanita yang sedang mengalami keluarnya darah haid.
4. Nifas
Nifas yaitu darah yang keluar setelah melahirkan.
Baca juga: Sholat Tahajud : Pengertian, Niat, Tata Cara, Keutamaan, dan Doa
Kegiatan yang Dilarang Saat Keadaan Junub
Siapapun dalam keadaan janabah tidak diperbolehkan untuk melakukan tindakan berikut:
1. Mengunjungi Masjid
Dilarang keras bagi siapa saja yang dalam keadaan janaba pergi ke masjid baik untuk shalat maupun duduk. Orang tersebut harus memastikan bahwa dia dalam keadaan suci sebelum mengunjungi masjid.
Klaim-klaim ini didukung oleh ayat-ayat Al-Qur'an yang memberi wewenang kepada Muslim yang beriman untuk mandi junub:
- Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendekati salat ketika kamu diwajibkan untuk mandi… sampai kamu membasuh dirimu…” (Quran an-Nisa 4:43)
- Wahai orang-orang yang beriman! Ketika kamu bangun untuk shalat… jika kamu junub, maka sucikan (dirimu). (Quran al-Maeda 5:6).
2. Menyentuh Al-Qur'an
Al-Qur'an adalah kitab suci yang tidak boleh disentuh ketika dalam keadaan tidak suci.

Bagaimana Melakukan Mandi Junub
Dan jika ada bagian dari langkah-langkah dalam melakukan mandi junub ini dihilangkan, mandi Anda tidak sah.
Cara mandi wajib yang benar adalah mengikuti metode yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmizi:

- Membaca bismillah sambil berniat membersihkan hadas yang besar dengan niat mandi wajib/junub.
- Cuci tangan 3 kali.
- Cuci alat kelamin dari kotoran.
- Lakukan wudhu seperti biasa kecuali kaki. Kaki dicuci setelah mandi nanti.
- Cuci semua rambut di kepala.
- Basuh kepala beserta telinga sebanyak 3 kali dengan 3 kali pengambilan air.
- Ratakan air ke seluruh tubuh di sisi kanan perut dari atas ke bawah.
- Ratakan air ke seluruh tubuh di sisi kiri perut dari atas ke bawah.
- Gosok bagian yang sulit seperti bagian tengah, ketiak, lutut, dll agar terkena air.
- Cuci kaki.
Baca juga: Surat Al-Falaq: Arti, Tafsir, Hukum Bacaan, dan Keutamaannya
Penyebab mandi junub tidak sah atau batal
Ada beberapa hal yang dapat membatalkan mandi junub sehingga proses mandi harus kembali diulangi agar sah dan tubuh benar-benar dalam keadaan suci. Berikut 15 hal yang membatalkan mandi wajib (pria dan wanita).

1. Tidak dilakukan dengan cara yang benar
Apabila proses bersuci tidak sesuai dengan tata cara mandi wajib (junub) yang benar, maka ibadah mandi tersebut batal.
2. Tidak mematuhi rukun mandi wajib maka tidak sah
Ada tiga pilar mandi:
- Niat ini hanya diucapkan dalam hati dan tidak perlu diucapkan secara lisan.
- Menghilangkan kotoran dan kotoran pada tubuh. Jika ada najis di dalam tubuh, mencucinya bisa bersamaan dengan mandi wajib. Artinya, membersihkan najis dapat digabungkan dengan mandi wajib.
- Ratakan seluruh anggota tubuh terakhir (terlihat) termasuk seluruh lipatan tubuh. (Sayyid Sabiq, Fiqh Sunnah). Termasuk kulit dan rambut pada tubuh
3. Tidak membaca niat
Niat mandi harus diucapkan saat mulai mandi. Jika niat itu dibaca setelah seseorang membasuh anggota tubuhnya, maka mandinya harus batal dan dia harus mengulangi niatnya ketika mulai membasuh air ke tubuhnya. Begitu pula jika seseorang berniat sebelum air sampai ke tubuhnya, maka niatnya juga batal dan dia harus mengulangi niatnya sambil membasuh tubuhnya.
4. Tidak menggunakan air bersih
Mandi harus dilakukan dengan menggunakan air bersih. Batal dan batal jika menggunakan air sebagai pengganti air bersih kecuali dalam kondisi krisis air yang jika terjadi boleh melakukan tayamum.
5. Jangan tuangkan air ke seluruh tubuh
“Dulu, jika Rasulullah ingin mandi janabah (junub), dia mencuci tangannya, lalu menuangkan air dari tangan kanannya ke tangan kirinya, lalu membasuh kemaluannya, lalu didiami sebagai penghuni untuk sholat, kemudian dia mengambil air dan memasukkan jari-jarinya ke pangkal rambut. Sampai dia merasa cukup, dia menuangkannya ke atas kepalanya 3 kali. Setelah itu dia menuangkan seluruh tubuhnya. Kemudian dia membasuh kakinya.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
6. Rambut dalam keadaan tidak terurai
Jika rambut tidak dibiarkan terurai maka kemungkinan besar air tidak sampai pada permukaan kepala. Maka jika dalam posisi diikat atau disanggul maka harus dibuka baik untuk perempuan maupun laki-laki. Bulu-bulu di lubang hidung tidak wajib dibasuh karena dianggap bulu dalam (gaib/zahir). Tetapi jika bulu di hidung itu kotor, mereka juga harus dicuci.
7. Menggunakan bahan rambut yang tidak bisa ditembus air
Pewarna rambut seperti henna tidak akan menghalangi air untuk meresap ke dalam rambut. Namun pewarna rambut lainnya terkadang hanya bersifat membungkus rambut yang justru membuat air tersumbat di dalam rambut.
8. Masih ada kotoran di dalam Kuku
Kuku harus dibersihkan dari kotoran bahkan kutek kuku yang mengkilap selain dari henna akan membuat air tidak dapat menembus.
9. Mandi di tempat umum dalam keadaan tidak menutup aurat
Sesungguhnya rasa malu adalah bagian dari iman. Namun pada kenyataannya kita masih menemukan sebagian umat Islam yang menanggalkan pakaiannya dan berdiri di tempat-tempat umum, seperti sungai atau tepi laut untuk mandi jamaah atau mandi di depan orang banyak tanpa merasa malu.
10. Menutupi kepala saat mandi
Ada beberapa orang yang menaruh sesuatu di kepala saat mandi karena khawatir rambutnya basah. Bahkan, bisa mencegah masuknya air. Ini adalah sebuah kesalahan besar. Amalan penyucian menjadi kurang sempurna karena menutupi sesuatu yang harus dicuci.
11. Ada benda di kulit yang tidak bisa ditembus air
Benda yang dimaksud ini semisal cat, getah pohon yang lengket, dan lainnya yang menghalangi air menyentuh kulit. Maka harus dibersihkan dulu sampai bersih sehingga wudhu yang dilakukan tidak batal.
12. Ada bagian tubuh yang masih kering
Air mandi harus membasahi seluruh tubuh sampai tidak ada bagian yang kering. Hal ini didukung oleh hadits dari Ibnu Abbas yang intinya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mandi junub ada bagian rambut yang masih kering sehingga segera menyeka rambut tersebut agar semua bagian rambut basah. (HR.Ibnu Majah 663)
13. Tidak sesuai perintah
Dia mengatakan muwalah mengikuti syariah untuk ketertiban. Sedangkan tertib hanya berlaku jika ada dua anggota badan yang berbeda sedangkan tubuh orang yang junub seperti satu anggota badan.
14. Memiliki perawatan tubuh yang tidak bisa ditembus air
Dalam hadis jelas tertulis bahwa Allah melaknat pembuat tato, orang bertato, al-mutanamishah, dan orang yang menggeliat, demi kecantikan, yang mengubah ciptaan Tuhan.” (HR Bukhari 4886, Muslim 2125, dan lain-lain).
Sulam alis atau sulam bibir dan bentuk perawatan kecantikan lainnya tentu tidak bisa ditembus air dan mengubah ciptaan Allah karena harus diperbaiki terlebih dahulu, misalnya dengan melepasnya, tetapi jika sudah dilakukan dan orang tersebut bertaubat, mandi junub dapat dilakukan sesuai syariat Islam dan memohon ampun kepada Allah dan benar-benar berusaha menghilangkan pengobatan yang dilarang tersebut.
15. Memiliki tato di tubuh
Rasulullah shallahu 'alaiwassallam. mengutuk seorang wanita yang tato dan meminta tato dan yang mengajukan gigi dan meminta gigi. (HR At-Thabarani). Tato tentunya terbuat dari tinta yang masuk ke dalam kulit dan tidak dapat ditembus oleh wudhu sehingga mandinya harus batal atau batal, namun ada syarat khusus misalnya bagi orang yang bertaubat dan belum bisa menghilangkan tato tersebut maka diberikan keringanan untuk tetap bisa mandi sesuai anjuran islam dan pasrahkan segala sesuatunya kepada Allah dan mohon ampun kepada Allah karena ketika melakukan tattoo dalam keadaan yang belum tahu, dosanya diampuni asalkan ia bertaubat dengan sungguh-sungguh. dan benar-benar menyadari kesalahannya.
Baca juga: 99 Asmaul Husna Beserta Artinya Bahasa Indonesia Lengkap
Kesimpulan
Ada cara mandi junub dilakukan berdasarkan pendapat yang berbeda dari para ulama. Dianjurkan untuk mengikuti langkah-langkah yang ditentukan oleh ulama Anda kepada Anda dan jangan mengutuk siapa pun yang mandinya berbeda dari Anda.
