Bernas.id- Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menertawakan dirinya sendiri. Hal itulah yang diucapkan oleh Kelik saat mengawali perbincangan dengan tim Bernas. Bagi Anda yang tumbuh di era 90-an, nama Kelik Pelipur Lara pasti sudah tidak asing lagi. Yah, komedian sekaligus aktor asal Yogyakarta ini sudah lama malang melintang di dunia pertelevisian.
Nama Kelik juga sempat booming berkat kesuksesannya memerankan tokoh wakil presiden dalam sebuah acara televisi bertajuk Democrazy. Meski kini namanya bisa terbilang tak lagi sering mewarnai televisi seperti dulu kala, Kelik ternyata tetap aktif melawak. Pria bernama lengkap Raden Kelik Sumaryoto tidak hanya berkomedi lewat seni peran saja.
Kreativitas dalam menyajikan data dapat menjadi kekuatan dalam pengambilan keputusan. Dengan Sertifikasi Business Intelligence Analyst, seseorang dapat mengubah data menjadi wawasan strategis yang membantu intelegensi pribadi dan organisasi berkembang lebih efektif.
Bahkan di tengah situasi pandemi Covid-19 yang juga berdampak besar pada kehidupan para seniman, Kelik tetap mengeluarkan sisi jenakanya lewat sebuah buku berjudul “SPEAKGERRMAN STOP STRESS”. Lalu bagaimana perjuangan Kelik hingga mampu meraih sukses besar di dunia komedi? Berikut kisahnya:
Berkomedi sejak SD
Kepada Bernas.id, pria 54 tahun itu bercerita bahwa dirinya sudah tampil melawak sejak duduk di bangku sekolah dasar.
“So pasti, saya ke dunia komedian itu sejak saya dulu duduk di bangku SD alias Sekolah Dasar. Kalau sekarang SD itu Sekolah Daring,” ucap Kelik dengan gaya jenaka yang selalu jadi ciri khasnya.
Kelik juga bercerita bahwa bakat melawak yang dimilikinya ia dapatkan secara otodidak tanpa mengikuti pelatihan atau kelas khusus.
“Saya belajar melawak otodidak alias otomatis komedinya dadakan,” ungkapnya.
Meski bakat melawak yang dimilikinya diperoleh secara otodidak, Kelik berhasil membuktikan kepada dunia bahwa ia tetap bisa eksis dalam dunia komedi.
Ia juga bergabung dalam grup lawak bernama LBH (Lembaga Bantuan Humor) yang juga turut melambungkan namanya dalam dunia komedi di Indonesia.
Sebagai bukti dedikasinya dalam dunia komedi, pada 2 Maret 1993 Kelik mendirikan sebuah komunitas lawak bernama Lembaga Bantuan Humor (LBH). Hingga kini, komunitas lawan besutan Kelik tetap eksis mewadahi para komedian dari Jogja yang ingin eksis di Ibu Kota.
“LBH itu bentuknya komunitas. Dulunya, saya mendirikan LBH untuk wadah pelawak asal Jogja yang ingin eksis di Jakarta. Saya dirikan komunitas LBH itu di rumah orangtua saya,” ungkapnya.
Pada 1994, Kelik dan anggota komunitas LBH membangun paketnaksi acara WC-UMUM alias wadah celoteh umpama-umpama. Wadah aski tersebut ia dirikan bersama almarhum Sys NS.
“Saat itu saya dan almarhum Mas Sys NS dipercaya jadi kepala seksi kreatif di GAN (Gabungan Artis Nusantara) Jakarta. Dari situlah, kami membentuk WC-UMUM,” tambahnya.
Baca juga: Perjalanan Profesor Suhono, Guru Besar ITB yang Jadi Sosok di Balik Smart City di Indonesia
Melambung Berkat Republik BBM
Nama Kelik mulai melambung tinggi sejak ia didapuk memerankan lakon Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam sebuah acara televisi berjudul Republik BBM. Tentu tidak mudah memerankan tokoh yang memiliki peranan penting di negara ini, begitu pula yang dirasakan oleh Kelik.
Kelik memerankan tokoh wakil presiden pertama kali dalam republik BBM (Benar-Benar Mabuk) bersama Effendi Gazali, Denny chandra, Almarhum Taufik Savalas, Olga Lydia, dan Anya Dwinov
Republik BBM sendiri berawal dari acara deklarasi Persatuan Artis Seniman Komedi Indonesia (PASKI) yang berlangsung di Jakarta Selatan. Dalam acara tersebut, Kelik memberikan dua buku karya pribadinya ke Effendi Gazali.
Tak lama setelah itu, Effendi Gasali langsung menghubungi dan meminta Kelik untuk memerankan tokoh wakil presiden dalam sebuah acara bertajuk Republik BBM. Di luar dugaan, acara Republik BBM ternyata mampu menyedot dan menghipnotis jutaan animo rakyat Indonesia.
Setelah itu, Republik BBM berhasil mengepakan sayap di sebuah acara bernama Republik Mimpi yang ditayangkan di RCTI. Selang beberapa lama, acara Republik Mimpi pun bergeser ke Metro TV dengan judul Democrazy. Dari acara itulah, peran Kelik sebagai wakil presiden mulai melambung.
Tentu bukan hal mudah untuk memerankan tokoh penting di negara ini. Bahkan, rasa takut pun sempat Kelik alami ketika pertama kali memerankan tokoh wakil presiden. Namun berkat totalitas aktingnya yang luar biasa, Kelik justru mendapatkan sambutan hangat dari Jusuf Kalla yang saat itu menjabat sebagai orang nomor dua di Indonesia.
“Awalnya sempat ada rasa takut. Tapi setelah satu tim diundang oleh wapres Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden, kami mulai lega dan bangga,” ungkapnya.
Meski demikian, memerankan tokoh wakil presiden bukan hal yang sulit bagi Kelik karena ia mampu menguasai panggung politiknya terlebih dahulu.
“Republik BBM ini kan parodi politik. Parodi politik itu beda dengan guyonan pada umumnya. Tapi, kita harus menguasai panggung politiknya terlebih dahulu. Insya Allah semua akan berjalan dengan mulus,” tambahnya.
Baca juga: Perjalanan Profesor Khairurrijal, Dari Sistelnas hingga Guru Besar ITB
Dinobatkan sebagai The King of Plesetan
Selain dikenal sebagai wakil presiden dalam Republik BBM, Kelik juga populer dengan julukan The King of Plesetan. Julukan tersebut didapatkannya dari teman-teman dan beberapa wartawan sejak ia mulai aktif menulis buku. Hingga kini, julukan The King of Plesetan pun terus melekat di dalam dirinya.
Hingga kini, Kelik sudah menulis sekitar 13 buku bernuansa komedi. Buku terbarunya adalah “SPEAKGERRMAN STOP STRESS” yang terkenal dengan tagline “Mengubah Stres Menjadi Fresh”. Buku tersebut ia tulis tepat saat pandemi Covid-19 sedang menyerang seluruh dunia.
“Tulisan saya yang terakhir terbit ini memang karena republik ini sedang diselimuti Pandemei Covid-19 yang berkepanjangan. Karena itu, saya bikin tagline Mengubah Stres menjadi Fresh,” Ucap Kelik.
Bagi komedian tersebut, menulis adalah salah satu caranya melepas stres. Karena itu, Kelik juga merasa tak memiliki kesulitasn apapun saat menulis.
“Asalkan kita menguasai persoalannya, pasti semuanya akan jadi lebih mudah,” ujarnya.
Tidak butuh waktu lama bagi Kelik untuk menghasilkan sebuah buku. Namun, Kelik mengakui buku karyanya yang berjudul “The WekeKeliks File” adalah buku terlama yang pernah digarapnya.
“Buku itu murni plesetan politik. Dari judulnya saja sudah plesetan,” tambahnya.
Bagi Kelik, menulis dan melawak adalah bagian yang tak terpisahkan dalam hidupnya. Karena itu, ia selalu merasa bahagia dan tak pernah menemui kendala besar dalam melakukannya.
“Saya sudah terbiasa mengisi acara-acara melawak di kampungnya sejak kelas 3 SD. Lalu saat kelas 5 SD, saya tampil bersama para senior di TVRI pusat Yogyakarta dalam acara berjudul Jenaka KR Anak,” ujar Kelik.
“Pokoknya, pekerjaan yang disukai itu akan terasa menyenangkan. Insya Allah kendala apapun jadi tidak terasa,” tambahnya.
Rumus Melawak Ala Kelik
Menjadi seorang komedian seolah dituntut selalu lucu agar bisa membuat orang yang menontonnya tertawa. Hal ini tentu menjadi tekanan besar bagi sebagian orang yang berprofesi sebagai pelawak.
Sebagai seorang manusia, pelawak juga bisa merasakan sedih, Tentu akan terasa berat harus melawak ketika kesedihan itu datang. Akan tetapi, Kelik selalu punya rumus jitu agar lawakan yang dihasilkannya selalu mengundang tawa.
“Umumnya memang pelawak itu tugasnya menghibur orang biar ketawa. Bagi saya itu tidak sulit. Kita tetap harus profesional. The show must go on,” ucapnya.
Agar lawakan yang dihasilkannya mampu mengundang tawa, Kelik mengaku menggunakan rumus 5W+1H (What, When, Why, Where, Who, plus How and Humor).
“Insya Allah dijamin sukses. Kalau sampai gagal, saya berani disumpah bisulan di kepala sebesar Candi Borobudur,” ucap Kelik penuh canda.
Di dunia hiburan, visibilitas adalah segalanya. AI Powered SEO memastikan konten musik, film, atau pertunjukan Anda lebih mudah ditemukan oleh penonton yang tepat. Setrategi tersebut meningkatkan popularitas dan jangkauan secara maksimal dengan bantuan pencarian google di peringkat teratas.
Pelajari Manajemen demi Kesuksesan Masa Depan
Kemampuan mengelola bisnis dan tim dengan baik menjadi faktor penting dalam dunia kerja. Di Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA), program studi Manajemen membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam tentang strategi bisnis, kepemimpinan, dan inovasi agar siap bersaing di era modern.
Mewujudkan mimpi tanpa terkendala biaya kini bukan hal yang mustahil. Beasiswa PBL memberikan kesempatan kuliah lebih terjangkau sambil mengasah keterampilan profesional melalui program kerja remote yang fleksibel.
Menjadi pribadi yang berdampak positif bagi lingkungan dimulai dengan pendidikan yang tepat. Segera daftarkan diri Anda melalui PMB UNMAHA dan dapatkan informasi lebih lanjut dengan menghubungi WhatsApp untuk merancang masa depan akademik yang cemerlang.
Peluang Bisnis Digital dengan Adolo
Era digital memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk berbisnis tanpa batas. Dengan bergabung di Adolo sebagai reseller, Anda dapat menjual laptop, gadget, dan barang elektronik lainnya yang dibutuhkan banyak orang untuk produktivitas sehari-hari.
Menjadi reseller Adolo berarti membangun bisnis dengan fleksibilitas tinggi dan dukungan sistem yang canggih. Tanpa modal besar, Anda bisa memulai perjalanan wirausaha dan memberikan manfaat bagi pelanggan dengan menyediakan produk berkualitas. [4]
