Bernas.id – Pakaian adat Riau sangat dipengaruhi oleh budaya melayu dan Islam. Tidak heran jika jenis pakaian adat yang satu ini sangat tertutup dan panjang yang mencirikan nilai kesopanan tinggi.
Sama halnya dengan pakaian adat di daerah Sumatera lainnya, yang dikenakan untuk upacara adat dan acara resmi apapun. Pada artikel kali ini akan dibahas tuntas ragam pakaian adat dan keunikannya masing-masing.
Baca juga: 33 Tempat Wisata Ter-hits di Singkawang yang Wajib Dikunjungi
Daftar Isi :
- Ragam dan Keunikan Pakaian Adat Riau
- Baju Kurung
- Baju Kebaya Labuh
- Baju Teluk Belanga
- Baju Cekak Musang
- Pakaian Adat Pengantin Wanita
- Pakaian Adat Pengantin Pria
- Tenun Songket Riau
Ragam dan Keunikan Pakaian Adat Riau
Pakaian adat Riau tergolong sederhana, longgar, dan mempunyai kerah tinggi. Berikut beberapa jenis pakaian adat untuk perempuan dan laki-laki:
1. Baju Kurung
Jenis ini biasa dipakai perempuan tanpa ada batasan usia. Dicirikan dengan panjang sepinggang atau di bawah pinggang dan tidak boleh terlihat lekuk badan saat dikenakan. Kain yang digunakan tidak tembus pandang atau tipis dan bermotif bunga-bunga maupun polos.
Bagi perempuan yang sudah berumur atau tua biasanya memilih atau mengenakan baju jenis ini dengan warna tidak mencolok. Selanjutnya ditambahkan atribut selendang untuk menutupi rambut atau kepala.

2. Baju Kebaya Labuh
Selain kebaya labuh, istilah lain yang sering dipakai adalah kebaya panjang atau belah labuh. Baju ini memiliki belahan 3-5 cm di bawah lutut sampai betis. Panjang lengan sampai pergelangan tangan tapi tetap ada jarak untuk memperlihatkan gelang yang dipakai. Pada bagian depan dilengkapi kancing baju empat sampai lima.
Kebaya ini sama dengan baju kurung yang dilengkapi selendang. Bawahannya menggunakan perpaduan kain pelekat dan lejo yang disesuaikan dengan warna kebaya.

3. Baju Teluk Belanga
Baju Teluk Belanga ini merupakan jenis pakaian adat untuk kaum laki-laki. Ciri-cirinya yaitu memiliki kancing tep, emas, atau permata yang terlihat mencolok. Memiliki lengan yang longgar dan menutup pergelangan tangan. Umumnya memiliki warna polos tanpa motif dan kain untuk celana juga serupa dan satu warna. Tambahan atributnya yaitu berupa kain pelekat atau songket yang dipasang pada pinggang. Tidak ketinggalan, ada juga penutup kepala berupa songkok, ikat kepala, maupun tanjak. Tanjak biasanya dibuat sama dari bahan serupa pakaian.
4. Baju Cekak Musang
Jenis pakaian ini hampir sama dengan teluk belanga yaitu memiliki kerah tapi tidak memiliki kancing, melainkan ada belahan pada bagian leher sekitar 5 cm. Pada bagian depan pakaian ini memiliki kantong di sisi bawah kanan dan kiri serta satu kantong di bagian atas.
Pakaian ini satu set dengan celananya dan tidak bermotif atau polos. Untuk acara resmi dipadukan dengan kopiah/peci berwarna hitam.
Baca juga: Pakaian Adat Kalimantan Utara, Ta'a dan Sapei Sapaq’ yang Indah
5. Pakaian Adat Pengantin Wanita
Dalam acara pernikahan mempelai perempuan mengenakan jenis pakaian bervariasi tergantung prosesi yang akan dilakukan. Saat bersanding, pengantin perempuan akan mengenakan kebaya labuh atau busana kurung dengan bahan kain tenun khas Riau yang memiliki corak dan warna sama. Selain itu juga dilengkapi dengan aksesoris berikut:

-
Hiasan kepala
Hiasan ini mulai dari kening akan diberi ramin, pada bagian kepala ada sanggul yang dilengkapi dengan sunting dan genta-genta maupun bunga goyang yang memiliki motif bunga Cina.
-
Kalung emas dan dukoh
Biasanya mempelai perempuan tidak hanya memakai satu tingkat melainkan tiga sampai tujuh lapis kalung dan dukoh.
-
Gelang berkepala burung merak
Pada bagian lengan kanan dan kiri akan dipasang gelang ini sebagai symbol datangnya kesuburan dan kemakmuran bagi pengantin setelah menikah.
-
Tampan-tampan atau sebai
Bagian bahu kiri diberi sebai yang bertekat benang emas dan kelingan.
-
Canggai
Ini terbuat dari perak maupun emas yang dipasang pada jari tangan yaitu kelingking dan ibu jari.
-
Pending emas
Bagian pinggang pengantin diikat dengan pending emas agar terlihat ramping.
-
Gelang kaki
Kaki pengantin kanan dan kiri akan dipasang gelang emas maupun perak dengan bentuk kuntum bunga cempaka.
-
Kaki beralaskan kasut
Busana selepa yang terbuat dari beledru yang dihiasi dengan kelingkan dan manik.
6. Pakaian Adat Pengantin Pria
Jenis pakaian yang dikenakan mempelai pria yaitu teluk belanga maupun cekak musang bermotif bunga cengkeh dan tampuk manggis bertabur benang emas. Agar lebih mewah maka ditambahkan berbagai aksesoris berikut ini:

- Kain yang dilekatkan di samping memiliki motif sama dengan celana.
- Hiasan kepala bisa menggunakan distar maupun tanjak dengan beragam bentuk pilihan. Ada bentuk ikat datuk bendahara, ikat laksemana dan lain-lain.
- Memakai sebai pada bagian kiri bahu dengan warna khas kuning bersulam kelingan.
- Menganakan kalung rantai berbelit dua sebagai tanpa ikatan kedua orang tua.
- Menggunakan pending atau bengkong warna kuning
- Sama dengan mempelai perempuan yaitu memakai canggai di ibu jari dan kelingking.
- Sepatu yang dipakai khas dari kulit asli dengan bentuk runcing pada ujungnya.
- Disisipkan keris pada pinggang kiri. Keris ini ukurannya pendek dan berhulu burung selindit kemudian diikat kai kuning untuk menghindari mala petaka.
- Mempelai wajib memegang sirih pemanis atau sirih telat.
7. Tenun Songket Riau
Kain songket khas Riau dibuat dari benang sutra atau kapas yang memiliki motif tumbuhan, hewan, dan lainnya yang berhubungan dengan alam. Motif tersebut dibuat dari benang emas atau perak.
Demikian ragam pakaian adat Riau sebagai wujud warisan budaya yang harus dilestarikan dan dijaga. Sangat terlihat bersahaja dan menawan bagi pemakainya ditambah ada paduan kain songket.
Baca juga: Translate Bahasa Jawa: Tingkatan (Kromo) dan Struktur Penulisan
