BERNAS.ID – Beberapa waktu lalu, digelar Fiesta Singkong 2021 bertajuk “Produktivitas Meningkat, Sejahtera Bersama Singkong. Acara tersebut merupakan kolaborasi dari beberapa pihak seperti Masyarakat Singkong Indonesia (MSI), Kementerian Pertanian, grup perhotelan Accor, dan Pro Paktani.
Hadir secara virtual, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan Fiesta Singkong 2021 mengakomodasi tiga agenda utama, yakni cara budidaya singkong, pascapanen, dan pengolahan produk-produk singkong agar menghasilkan nilai tambah.
“Kita tidak hanya menjual singkong seperti kemarin. Kita harus bisa mengolahnya dan chef-chef kita yang ambil bagian dalam bentuk-bentuk konkret,” ujarnya, seperti yang dikutip dari saluran YouTube Propaktani TV – Ditjen TP pada pekan lalu.
Baca Juga: Fiesta Singkong 2021: Membawa Singkong Jadi Menu di Hotel Berbintang
Sementara itu, Accor Grup melalui jaringan hotelnya berkomitmen untuk menyajikan menu sehat dari olahan singkong yang bebas gluten alias gluten free. Beberapa menu tersebut seperti mie yang terbuat dari tepung singkong, Dendeng Age, Blebet Pitik Gecok Genem, Bendul Telo, lemet, tiwul, dan sebagainya.
Selain itu, ada beragam pangan khas Nusantara yang terbuat dari singkong seperti combro, getuk, tape singkong, cenil, keripik singkong, dan masih banyak lagi. Singkong juga bisa dikonsumsi sebagai pengganti nasi.
Kandungan Nutrisi dalam Singkong
Sumber karbohidrat satu ini mengandung banyak nutrisi. Tapi, tetap jangan makan singkong yang belum dimasak ya. Lalu, apa saja manfaat singkong bagi tubuh?
Singkong adalah jenis umbi-umbian yang kaya dengan sumber karbohidrat. Sumber pangan dengan nama latin Manihot esculenta diolah dengan beragam cara di berbagai belahan dunia.
Ada yang mengonsumsi singkong dengan dipanggang, direbus, dikukus, digoreng, dan bahkan difermentasi. Di Indonesia, singkong diolah menjadi kudapan tradisional seperti timus, gethuk, tape, tiwul, combro, cenil, keripik, lemet, dan sebagainya.
Kaya Vitamin C
Mengutip Well+Good, singkong merupakan sumber vitamin C yang baik untuk mendukung sistem imun tubuh dan produksi kolagen alami. Menurut FoodData Central dari Kementerian Pertanian Amerika Serikat, setiap 100 gram singkong mengandung 20,mg vitamin C.
Seperti yang diketahui, kebutuhan vitamin C bagi orang dewasa adalah 200 mg. Singkong bisa menjadi alternatif dalam memenuhi asupan vitamin harian. Selain itu, singkong juga mengandung vitamin B, vitamin A, magnesium, selenium, kalsium, dan zat besi.
Baca Juga: Resep Bolu Singkong Pelangi
Kaya Antioksidan
Tak hanya vitamin C, singkong juga kaya dengan antioksidan termasuk senyawa fenolik anti-inflamasi. Dengan mengonsumsi banyak sumber makanan yang mengandung senyawa fenolik untuk menghasilkan antioksidan dapat membantu mengatasi masalah peradangan.
Sumber Karbohidrat
Melansir dari verywellfit, singkong memiliki kandungan gula yang empat kali lebih sedikit dibandingkan gandum dan memiliki serat 16 kali lebih banyak. Singkong memberikan glikemik yang lebih rendah daripada banyak biji-bijian lainnya.
Sebagai informasi, glikemik berkaitan dengan indeks glikemik, yakni suatu ukuran yang menunjukkan potensi peningkatan gula darah dari karbohidrat yang terkandung dalam bahan pangan.
Jika selama ini makanan yang terbuat dari tepung memiliki reputasi buruk bagi kesehatan tubuh, berbeda dengan tepung yang terbuat dari singkong. Tepung singkong menyediakan energi sekaligus vitamin, antioksidan, dan serat tidak larut sehingga menjadikannya karbohidrat kompleks.
Di Indonesia, ekstrak atau sari pati umbi singkong disebut tepung kanji. Tepung ini aman dikonsumsi bagi mereka yang alergi terhadap gluten.
Kaya Serat
Singkong merupakan sumber serat yang menyehatkan usus. Asupan serat yang cukup dapat memberikan kontrol gula darah yang lebih baik, menurunkan kadar kolesterol darah, dan meningkatkan kesehatan usus. Jika usus bahagia, maka sistem kekebalan tubuh juga.
Mengandung Vitamin A
Singkong juga mengandung vitamin A yang memainkan peran krusial dalam kesehatan mata. Bahkan singkong varietas baru diperkaya dengan karotenoid provitamin A yang membantu meningkatkan penyerapan vitamin A.
Dengan berbagai kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan, singkong juga berperan dalam mengatasi manultrisi di Afrika. Pohonnya toleran terhadap kekeringan, hama, dan kondisi ekstrem lainnya.
Baca Juga: Jangan Salah, Singkong Dapat Menjadikan Indonesia Kaya Dan Kuat Lho! Ini Penjelasannya
Singkong dapat disimpan di dalam tanah sampai beberapa musim tanam sebagai makanan cadangan ketika tanaman lain sedang langka. Baik daun dan akarnya, singkong punya manfaat nutrisi yang membantu masyarakat di negara berkembang.
Alergi dan Dampak Buruk
Meski mengandung banyak nutrisi, singkong juga bisa menimbulkan reaksi alergi dan bahkan keracunan jika tidak diolah dengan baik
Studi kasus pada pasien dengan reaksi alergi terhadap singkong dikaitkan dengan alergi lateks. Gejalanya seperti alergi lainnya, seperti gatal-gatal, bengkak, muntah, dan kesulitan bernapas. Jika mengalami gejala alergi setelah mengonsumsi singkong, segera hubungi dokter.
Singkong mentah mengandung racun alami, asam hidrosianat, yang merupakan turunan gula penghasil sianida. Sangat disarankan untuk mengolah singkong dengan diparut, pengepresan, dan dimasak.
Lagi pula, singkong yang dimasak juga jauh lebih lezat ketimbang singkong mentah. Jadi, kapan terakhir Anda mengonsumsi singkong?
