SLEMAN, BERNAS.ID – Akbar Abdurrahman Mahfudz, M.Sc dan Basyar Ihsan Arijuddin, MSc, Dosen Program Studi Sains Informasi Geografi, Universitas Mahakarya Asia (Unmaha) menjadi pemateri dalam Pelatihan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang digelar secara secara daring melalui platform zoom. Peserta pelatihan batch II ini berjumlah 52 orang yang terdiri dari berbagai latar belakang mulai dari tenaga profesional, PNS, akademisi, mahasiswa dan masyarakat umum.
Pelatihan penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (KLHS RPJMD) dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Rencana Tata Ruang Wilayah (KLHS RTRW) batch II dilaksanakan oleh Greenative Yogyakarta (Lembaga Edukasi dan Pelatihan) dari tanggal tanggal 22-24 Oktober 2021.
Pelatihan ini juga diisi oleh pemateri-pemateri yang telah berpengalaman dalam penyusunan dokumen KLHS RPMD dan KLHS RTRW, yaitu Dr Luthfi Muta’ali, SSi, MSP (Fakultas Geografi UGM), Agie Syirban Gizawi, M.Sc, Vita Alusia Eris, M.Sc.
Pelatihan batch II ini dilaksanakan karena antusiasme yang tinggi dari peserta yang belum tertampung pada pelatihan batch I yang telah dilaksanakan pada tanggal 17-19 September 2021 lalu.
Baca Juga Universitas Paramadina dan Unmaha Gelar Workshop Penulisan Populer
Pelaksanaan pelatihan pada hari pertama, Jumat, 22 Oktober 2021 diisi oleh Dr Luthfi Muta’ali, SSi, MSP dengan materi tentang administrasi KLHS (Pra KLHS dan Pasca KLHS), proses penyusunan KLHS RPJMD dan KLHS RTRW, metode penyusunan KLHS RPJMD dan KLHS RTRW dan integrasi KLHS kedalam dokumen RPJMD dan RTRW.
Pelaksanaan pelatihan hari kedua pada Sabtu, 23 Oktober 2021 diisi oleh Akbar Abdurrahman Mahfudz, MSc dan Vita Alusia Eris, MSc dengan pemberian materi praktik penyusunan KLHS RPJMD meliputi penyusunan profil wilayah, analisis tujuan pembangunan berkelanjutan, penyusunan isu strategis pembangunan berkelanjutan, penyusunan skenario, penyusunan rekomendasi dan praktik pengintegrasian.
Pelaksanaan pelatihan hari ketiga pada hari Minggu, 24 Oktober 2021 diisi oleh Basyar Ihsan Arijuddin, MSc dan Agie Syirban Gizawi, MSc dengan pemberian materi praktik penyusunan KLHS RTRW meliputi penyusunan isu prioritas, identifikasi kebijakan, rencana dan program (KRP) berdampak, analisis 6 (enam) muatan KLHS (dampak KRP terhadap lingkungan), penyusunan alternatif, penyusunan rekomendasi, praktik pengintegrasian.
Prinsip pembangunan berkelanjutan di Indonesia telah diimplementasikan salah satunya adalah melalui Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Secara definisi menurut UU No.11 Tahun 2020 KLHS merupakan rangkaian analisis yang sistematis, menyeluruh, dan partisipatif untuk memastikan prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan/atau kebijakan, rencana, program.
Dalam implementasinya masih banyak yang beranggapan bahwa penyusunan KLHS hanya digunakan sebagai pelengkap administrasi dan tidak menyentuh substansi persoalan lingkungan hidup seutuhnya. Hal ini menjadi tantangan untuk mewujudkan kelestarian lingkungan hidup dimasa mendatang. Pengambil kebijakan dan para calon pemimpin harus dapat memahami peran KLHS dan mampu menyusun dokumen KLHS dengan kualitas yang baik, dapat dipertanggungjawabkan, serta mampu diterjemahkan ke dalam arahan kebijakan, rencana pembangunan wilayah yang tepat.
Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi media pembelajaran dalam menyusun dokumen KLHS yang baik di masa mendatang. (*/jat)
