SLEMAN, BERNAS.ID – Masyarakat Kabupaten Sleman khususnya yang menggelar Pemilihan Lurah (Pilur) pada Minggu (31/10/2021), wajib mengawal dan kritis serta mengawasi kinerja dari Lurah atau Kepala Desa terpilih nantinya.
Aktivis Jogja Corruption Watch (JCW) Baharuddin Kamba mengungkapkan, pengawasan di tingkat Kalurahan atau Desa penting dilakukan supaya terwujud tata kelola pemerintahan desa yang bersih dari praktik korupsi.
“Potensi praktik korupsi di tingkat desa khususnya penggunaan dana desa dengan modus membuat Rencana Anggaran Belanja di atas harga pasar, kemudian terkait perizinan bangunan komersial tanpa melibatkan partisipasi masyarakat secara luas dan tuntas. Semua ini perlu diawasi,” tegas Kamba, Sabtu (30/10/2021).
Baca Juga : Hasil Pengundian Nomor Urut Calon Lurah Condongcatur Sleman
Kamba juga mengimbau, supaya masyarakat Sleman harus berani dengan tegas menolak politik uang dalam Pemilihan Lurah (Pilur) besok. Dengan adanya politik uang, maka akan menghasilkan pemimpin yang korup di tingkat desa.
“Politik balik modal bisa saja terjadi, karena anggaran saat kampanye Pilur tidak sedikit dikeluarkan. Toh tidak sedikit kepala desa yang masuk bui karena korupsi,” tuturnya.
Lanjut Kamba, untuk itu masyarakat di tingkat desa atau Kalurahan perlu secara aktif mengawal Lurah atau Kepala Desa terpilih nantinya.
“Sebagai edukasi kepada pemilih yang cerdas dan berintegritas harus dengan tegas menolak segala bentuk iming-iming politik uang, baik dari calon lurah maupun tim sukses dari manapun,” tukasnya. (cdr)
