JAKARTA, BERNAS.ID – Kementerian Kesehatan mengklaim tambahan sasaran anak tidak menghambat target vaksinasi nasional 2021. Sebab, vaksin Sinovac saat ini telah mengantongi izin penggunaan darurat dari BPOM untuk anak 6 tahun ke atas. Awal tahun 2022, Pemerintah telah merencanakan suntik vaksin Covid-19 kepada 25-27 juta anak berusia 6-11 tahun.
Siti Nadia Tarmizi, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan mengatakan Pemerintah saat ini fokus menyelesaikan sasaran target dulu untuk mendapatkan kekebalan kelompok seperti terus menggenjot target vaksinasi khususnya warga lanjut usia (lansia). Namun, Pemerintah, juga telah mengagendakan pelaksanaan vaksinasi anak di awal 2022.
“Iya, tidak menghambat,” jawabnya ketika dikonfirmasi vaksinasi anak ganggu target vaksinasi nasional, Selasa (2/11/2021).
Baca Juga Vaksin Sinovac Diijinkan untuk Anak Usia 6 Tahun ke Atas
Siti mengatakan Pemerintah melalui Kemenkes masih memerlukan rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dan organisasi profesi lainnya terkait perumusan kebijakan teknis vaksinasi anak sembari mengusahakan ketersediaan tambahan vaksin untuk sasaran 6-11 tahun.
Untuk menyukseskan vaksin lansia, Siti menyebut Kemenkes telah mengajak tokoh masyarakat, ulama, dan tokoh penting masyarakat setempat guna merealisasikan target vaksinasi Covid-19 di Indonesia. “Saya mengimbau agar aktif mengajak orang tua atau keluarganya yang lansia untuk mendatangi sentra vaksinasi terdekat,” ujarnya.
“Strategi door to door vaksinasi, khususnya kelompok rentan akan bekerjasama dengan lurah untuk mendata lansia di wilayahnya, lalu melakukan vaksinasi door to door,” imbuhnya.
Data Kemenkes per Senin (1/11/2021) pukul 18.00 WIB mencatat 120.553.182 orang menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona dan 74.444.261 orang menerima dua dosis suntikan vaksin covid-19 di Indonesia.Target vaksinasi pemerintah baru menyentuh 57,88 persen dari sasaran vaksinasi dari total sasaran 208.265.720 orang. (jat)
