Bernas.id – Laman resmi Bursa Efek Indonesia dijelaskan bahwa Exchange Traded Fund (ETF) adalah instrumen investasi yang menggabungkan unsur reksadana terkait pengelolaannya dan saham terkait transaksi jual belinya. ETF berbentuk kontrak investasi kolektif (reksadana kontrak) yang unit penyertaannya diperjualbelikan di Bursa Efek. ETF pada dasarnya reksadana yang diperjualbelikan seperti saham di Bursa Efek.
Senada dengan BEI, beranda Sikapi Uangmu kelolaan Otoritas Jasa Keuangan mendefinisikan Exchange Traded Fund sebagai reksadana dengan kinerja yang mengacu pada pergerakan indeks tertentu selayaknya saham yang diperdagangkan di bursa efek. ETF ditujukan untuk menghasilkan investasi dengan return optimal dari pasar. Instrumen investasi jenis ETF dapat dibeli melalui perusahaan efek yang legalitasnya tercantum di Bursa Efek Indonesia.
Kemunculan produk ETF pertama kali di Indonesia diprakarsai oleh Indopremier Asset Management yang meluncurkan Premier ETF LQ45 pada 18 Agustus 2017. ETF LQ45 adalah adalah underlying asset dengan aset dasarnya berupa indeks saham LQ45, yaitu saham blue chip dan likuid. Kemudian, pengelolaan dana ke dalam investasi ETF semakin bertambah hingga mencapai 14,9 triliun pada kuartal pertama tahun 2021. Di samping itu, produk ETF memiliki prospek perkembangan yang bagus sehingga ERF perlu disosialisasikan lebih gencar agar eksistensinya semakin dikenal oleh masyarakat.
Daftar Isi :
Baca juga: 6 Langkah Mudah Belajar Investasi dan Trading Saham dari Nol
Daftar Exchange Traded Fund di BEI

- Reksa Dana Indeks BNP Paribas IDX Growth 30 ETF (XBIG) dengan manajer investasi PT BNP Paribas Asset Management
- Reksa Dana Indeks Premier ETF Indonesia ESG (XIFE) dengan PT Indo Premier Investment Management sebagai manajer investasi
- RDI Danareksa ETF MSCI Indonesia ESG Screened (XDSG) dengan manajer investasi PT Danareksa Investment Management
- Reksa Dana Indeks Kisi MSCI Indonesia ETF (XKMS) dengan PT Kisi Assets Management
- Reksa Dana Indeks Premier ETF Index IDX 30 (XIID) dengan manajer investasi PT Indo Premier Investment Management
- Insight ETF FTSE Indonesia Low Volatility Factor (XILV) dengan PT Insight Investments Management sebagai manajer investasi
- Reksa Dana Indeks SAM ETF SRI-KEHATI (XSSK) dengan manajer investasi PT Samuel Aset Manajemen
- Syailendra ETF MSCI Indonesia ESG Universal Index (XSMU) dengan PT Syailendra Capital sebagai manajer investasi
- RD Indeks Premier ETF MSCI Indonesia Large Cap (XIML) dengan manajer investasi PT Indo Premier Investment Management
- Reksa Dana Indeks STAR ETF SRI-KEHATI (XSRI) dengan PT Surya Timur Alam Raya sebagai manajer investasi
- RD INDEKS BNI-AM ETF MSCI ESG LEADERS INDONESIA (XBES) dengan manajer investasi PT BNI Asset Management
- Reksa Dana Indeks Nusadana ETF IDX Value30 (XNVE) dengan PT Nusadana Investama Indonesia sebagai manajer investasi
- Reksa Dana Indeks Cipta ETF Index LQ45 (XCLQ) dengan manajer investasi PT Ciptadana Asset Management
- Reksa Dana Indeks KISI IDX Value30 ETF (XKIV) dengan PT KISI Asset Management sebagai manajer investasi
- Reksa Dana Indeks Aurora ETF FTSE Indonesia ESG (XASG) dengan manajer investasi PT Aurora Asset Management
- Reksa Dana Avrist ETF Fixed Rate Bond I (XAFA) dengan PT Avrist Asset Management sebagai manajer investasi
- Reksa Dana Indeks Bahana ETF Bisnis – 27 (XBIN) dengan manajer investasi PT Bahana TCW Investment Management
- Reksa Dana PNM ETF CORE LQ45 (XPCR) dengan PT PNM Investment Management sebagai manajer investasi
- Reksa Dana Syariah Indeks Simas ETF JII (XSSI) dengan manajer investasi PT Sinarmas Asset Management
- Reksa Dana Indeks Majoris Pefindo I-Grade ETF Indo (XMIG) dengan PT Majoris Asset Management sebagai manajer investasi
- Ashmore ETF LQ45 ALPHA (XAQA) dengan manajer investasi PT Ashmore Asset Management Indonesia
- Reksa Dana Indeks Panin ETF IDX30 Dinamis (XPTD) dengan PT Panin Asset Management sebagai manajer investasi
- ETF Phillip MSCI Indonesia Equity Index (XPMI) dengan manajer investasi PT Phillip Asset Management
- Reksa Dana Indeks Batavia SRI-KEHATI ETF (XBSK) dengan PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen sebagai manajer investasi
- Reksa Dana Indeks Batavia IDX30 ETF (XBID) dengan manajer investasi PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen
- Reksa Dana Indeks Premier ETF PEFINDO i-Grade (XIPI) dengan PT Indo Premier Investment Management sebagai manajer investasi
- Reksadana Indeks Premier ETF IDX HIGH DIVIDEN 20 (XIHD) dengan manajer investasi PT Indo Premier Investment Management
- Reksa Dana Indeks Simas ETF IDX30 (XSBC) dengan PT Sinarmas Asset Management sebagai manajer investasi
- Reksa Dana Pinnacle FTSE Indonesia (XPFT) dengan manajer investasi PT Pinnacle Persada Investama
- Reksa Dana ETF MNC36 LIKUID (XMTS) dengan PT MNC Asset Management sebagai manajer investasi
- Reksa Dana Indeks Pinnacle IDX30 ETF (XPID) dengan manajer investasi PT Pinnacle Persada Investama
- Reksa Dana Indeks BNI-AM Nusantara ETF MSCI Indonesia (XBNI) dengan PT BNI Asset Management sebagai manajer investasi
- Reksa Dana Danareks ETF Indonesia Top 40 (XDIF) dengan manajer investasi PT Danareksa Investment Management
- Reksa Dana Batavia Smart Liquid ETF (XBLQ) dengan PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen sebagai manajer investasi
- Reksa Dana Pinnacle Indonesia ESG ETF (XPSG) dengan PT Pinnacle Persada Investama sebagai manajer investasi
- Reksa Dana Pinnacle Enhanced Sharia ETF (XPES) dengan PT Pinnacle Persada Investama sebagai manajer investasi
- Reksa Dana Pinnacle Indonesia Large-Cap ETF (XPLC) dengan PT Pinnacle Persada Investama sebagai manajer investasi
- Reksa Dana Pinncale Core High Dividend ETF (XPDV) dengan PT Pinnacle Persada Investama sebagai manajer investasi
- Reksa Dana Pinacle Enhanced Liquid ETF (XPLQ) dengan PT Pinnacle Persada Investama sebagai manajer investasi
- Premier ETF Indonesia Sovereign Bonds (XISB) dengan manajer investasi PT Indo Premier Investment Management
- Premier ETF Indonesia State-Owned Companies (XISC) dengan manajer investasi PT Indo Premier Investment Management
- Reksa Dana Premier ETF Indonesia Financial (XIIF) dengan manajer investasi PT Indo Premier Investment Management
- Reksa Dana KIK Premier ETF SRI-KEHATI (XISR) dengan manajer investasi PT Indo Premier Investment Management
- Reksa Dana KIK Premier ETF SMinfra18 (XISI) dengan manajer investasi PT Indo Premier Investment Management
- Reksa Dana KIK Premier ETF Indonesia Consumer (XIIC) dengan manajer investasi PT Indo Premier Investment Management
- Reksa Dana KIK Syariah Premier ETF JII (XIJI) dengan manajer investasi PT Indo Premier Investment Management
- Reksa Dana KIK Premier IDX30 (XIIT) dengan manajer investasi PT Indo Premier Investment Management
- Reksa Dana KIK Premier LQ45 (R-LQ45X) dengan manajer investasi PT Indo Premier Investment Management
- Reksa Dana KIK ABF IBI Funds (R-ABFII) dengan PT Bahana TCW Investment Management sebagai manajer investasi
Baca juga: Cara Mudah Investasi Agar Aman dan Menguntungkan
Perbedaan Exchange Traded Fund dengan Reksadana

- ETF diperdagangkan melalui broker di pasar sekunder dan dealer partisipan di pasar primer sedangkan Reksadana diperjualbelikan melalui manajer investasi atau agen penjual reksadana
- Minimal pembelian ETF di pasar primer sebesar 1.000 lot setara 100.000 unit. Sementara itu, reksadana dapat dibeli mulai dari 1 unit
- Pengenaan biaya transaksi ETF disesuaikan dengan biaya komisi atau fee broker. Di sisi lain, reksadana dikenakan biaya pembelian dan penjualan kisaran 1% hingga 3%.
- Risiko transaksi pada ETF dapat dikontrol sehingga risikonya lebih rendah karena transaksi perdagangan ETF dapat dijalankan kapanpun selama jam bursa. Sementara itu, reksadana memiliki risiko dari segi pengelolaan portofolio oleh manajer investasi
- Nilai aktiva bersih (NAB) per unit pada ETF dihitung setiap saat selama jam bursa berlangsung sedangkan NAB per unit reksadana dihitung satu kali setelah penutupan jam bursa di BEI
- Harga ETF ditampilkan secara real-time. Di sisi lain, harga Reksadana dapat diketahui pada akhir hari
- Underlying ETF berupa indeks acuan saham sedangkan reksadana memiliki underlying berupa saham
- Settlement ETF dilakukan dua hari pasca transaksi (T+2). Sementara itu, settlement Reksadana dilakukan tujuh hari pasca transaksi (T+7)
- ETF memiliki dealer partisipan sedangkan reksadana tidak memilikinya. Dealer partisipan adalah anggota bursa yang menjalin kerja sama dengan manajer investasi untuk menjual atau membeli unit penyertaan ETF.
Baca juga: Memahami Investasi Reksadana Saham , Keuntungan, dan Risikonya
