JAKARTA, BERNAS.ID – Presiden Joko Widodo mengatakan 64 persen pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia adalah perempuan. Menurutnya, memberdayakan UMKM juga menjadi bentuk pemberdayaan perempuan.
Hal tersebut dia sampaikan saat mengikuti KTT APEC-ABAC Dialogue with Economic Leaders, dari Istana Negara, Jakarta, Kamis (11/11/2021)
“Di Indonesia, 64 persen pelaku UMKM adalah perempuan. Artinya, memberdayakan UMKM di Indonesia juga memberdayakan perempuan,” ujar Jokowi, dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Jumat (12/11/2021).
Jokowi menuturkan, pemerintah fokus pada peningkatan pemberdayaan UMKM untuk mempercepat pemulihan ekonomi inklusif.
Bergeraknya UMKM tidak hanya menjadi jaring pengaman bagi masyarakat penghasilan rendah, tetapi juga menyerap tenaga kerja yang sangat besar.
“Tahun 2019, UMKM berkontribusi terhadap 52 persen PDB Asia Pasifik dan berhasil menyerap 50 persen tenaga kerja,” ungkap Jokowi.
Dia melanjutkan, pada 2021, pemerintah memberikan pinjaman lunak dan bantuan lebih dari 4 miliar dolar AS bagi 17,8 juta UMKM dan usaha kecil perorangan yang terdampak pandemi.
Baca juga: Jokowi Ingin Pelaku Industri, Pendidikan, dan UMKM Bersinergi
Selain itu, Indonesia juga terus bekerja keras mendukung transformasi digital UMKM selama pandemi.
Baca juga: Dana Rp1 Triliun untuk Koperasi dan Pelaku UMKM, Jokowi: Berikan Secepat-cepatnya!
Sebanyak 8,4 juta UMKM di Indonesia telah memasuki ekosistem digital, termasuk diantaranya 54 persen UMKM perempuan.
“Digitalisasi UMKM di kawasan Asia Pasifik akan makin cepat didukung oleh pembangunan infrastruktur digital, perluasan konektivitas digital secara inklusif, dan peningkatan literasi digital pelaku UMKM,” tegas Jokowi. (den)
