JAKARTA, BERNAS.ID – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin belum dapat memastikan kapan vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun akan dilakukan. Menurut Budi, pemerintah masih fokus kepada kelompok lansia.
Budi mengatakan, vaksinasi diberikan berbasis risiko. Pertama adalah tenaga kesehatan (nakes) karena bertemu dengan pasien secara langsung. Berikutnya adalah lansia karena secara fatalitas tinggi.
Menurutnya, prioritas vaksinasi di Indonesia saat ini adalah lansia. Sebab, kelompok tersebut punya fatalitas tinggi, berbeda dengan anak-anak yang hanya di bawah 1%.
Baca Juga : Jokowi Beri Pesan Khusus ke Menkes soal Vaksin
“Prioritaskan ke lansia dulu yang sekarang masih baru mencapai 40 persenan,” katanya, Senin (15/11/2021).
Dia menambahkan, setelah lansia selesai divaksinasi, akan turun ke kelompok lain yang punya risiko fatalitasnya lebih rendah.
Berdasarkan data Kemenkes, sebanyak 21.553.118 orang sasaran vaksinasi dari kelompok lansia. Hingga Minggu (14/11/2021) pukul 18.00 WIB, sebanyak 9.459.973 (43,89%) sudah menjalani vaksinasi 1pertama. Sementara 5.921.285 (27,47%) sudah menjalani vaksinasi kedua alias lengkap.
Baca Juga : Ribuan Vaksin AstraZeneca di NTT Kedaluwarsa
Budi memaparkan stok vaksin Covid-19 di Indonesia. Dia mengklaim stok vaksin masih aman.
“Sebanyak 267 juta didistribusikan ke kabupaten, kota, provinsi. Sudah dipakai 206 juta jadi masih ada stok 60 juta,” terangnya.
Sementara itu, obat Molnupiravir juga diperkirakan akan segera tiba di Indonesia. Obat-obat itu siap digunakan tahun depan jika terjadi gelombang Covid-19 berikutnya.
“Kita juga terus mengkaji alternatif obat-obatan lain, kalau misalnya ada yang mirip dengan Molnupiravir dan juga mengurangi risiko untuk masuk rumah sakit dari orang-orang yang terkena kasus. Kami akan terus bekerja, dan melakukan kerjasama dengan BPOM untuk mengkaji alternatif obat ini,” jelasnya. (cdr)
