JAKARTA, BERNAS.ID – Pemerintah Indonesia menutup pintu masuk untuk warga negara asing (WNA) yang pernah berkunjung dari delapan negara di Afrika karena kemunculan varian baru Covid-19 bernama Omicron. Larangan tersebut berlaku mulai besok, Senin (29/11/2021) untuk WNA yang pernah tinggal di Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambik, Eswatini, dan Nigeria.
Pemerintah Indonesia juga menangguhkan sementara pemberian visa kunjungan dan visa tinggal terbatas bagi WNA dari delapan negara tersebut. Pelarangan ini tertuang dalam Surat Edaran Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No. IMIM-0269.GR.01.01 Tahun 2021.
Baca Juga Kemenkes Sebut Varian Botswana Belum Masuk Indonesia
Varian Omicron memiliki kemampuannya yang jago bermutasi sehingga menjadi perhatian para peneliti dunia. WHO menyatakan virus memiliki tingkat penularan yang tinggi, virulensi tinggi, dan menurunkan efektivitas diagnostik serta vaksin.
Negara seperti Hong Kong, Botswana, Afrika Selatan, Jerman, dan Inggris telah melaporkan adanya temuan virus Covid-19 Omicron. Virus tersebut dapat menyerang masyarakat yang sebelumnya sudah terinfeksi Covid-19 dan sistem imun tubuh masyarakat.
Rahmad Handoyo, anggota Komisi IX DPR RI mendesak Pemerintah memperketat setiap pintu masuk ke Indonesia untuk mengantisipasi Omicron. Pengetatan itu dilakukan di bandara atau pelabuhan laut, dan perbatasan darat. “Proses karantina harus kita perkuat,” kata Rahmad, Minggu (28/11/2021).
Baca Juga WHO Sebut Varian Delta Covid Bakal Menyebar ke Seluruh Dunia dan Bergejala Lebih Parah
Rahmad mengimbau ke masyarakat agar tidak panik dengan kemunculan varian baru Omicron, meski WHO telah memasukkan varian ini ke dalam daftar perhatian atau Variant of Concern (VOC).
Ia pun maklum dengan karakteristik virus yang bermutasi. Menurutnya, mutasi virus kemungkinannya ada dua, yaitu menjadi semakin lemah atau semakin mengkhawatirkan alias proses penularannya semakin cepat, seperti prediksi para ahli tentang varian baru Omicron. “Mutasi adalah sebuah keniscayaan. Karena itukita tak punya banyak pilihan, harus menghadapi dengan tenang, jangan panik,” ucapnya.
Selain mengikuti rekomendasi WHO serta para ahli, Pemerintah tidak boleh mengendurkan program vaksinasi karena sejumlah pihak menyatakan bahwa varian Omicron tidak terlalu berpengaruh dengan vaksin.
“Vaksinasi harus terus digencarkan sesuai target pemerintah sambil para ilmuwan terus menyempurnakan vaksin,” tukasnya. (jat)
