SLEMAN, BERNAS.ID – Panitia Abhiseka Candi Prambanan 2021 kembali menggelar upacara Abhiseka Siwagrha yang ketiga kalinya pada tanggal 12 November 2021, setelah sukses melaksanakan upacara Abhiseka yang pertama pada tanggal 12 November 2019 yang dipuput oleh puluhan pandita dan pinandita di seluruh Nusantara serta diikuti oleh ribuan umat Hindu dari berbagai wilayah di seluruh Indonesia.
Abhiseka ini bertujuan untuk memuliakan Candi Prambanan, menjaga dan meningkatkan Vibrasi spiritual agar tetap lestari sehingga dapat menjaga sradha bhakti umat Hindu, bahwa ajaran Hindu telah ada sejak zaman dahulu kala dan akan terus ada di masa depan untuk kedamaian dunia.
Perayaan Abhiseka Candi Prambanan 2021 dihadiri oleh Dirjen Bimas Hindu Bapak Dr. Tri Handoko Seto, S.Si, M.Sc., Ketua PHDI Pusat Bapak Mayjen (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, Sabha Walaka Pusat yang diwaliki oleh Prof. Dr. Putu Panji Sudira, M.Pd., Direktur PT. Taman Candi Wisata Bapak Edy Setijono dan Kepala Unit Candi Prambanan BPCB.
Dalam sambutannya, Direktur PT. Taman Wisata Candi Edy Setijono yang mengelola Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, mendukung perayaan Abhiseka Candi Prambanan dan berharap perayaan keagamaan seperti Abhiseka tidak hanya menghadirkan kemanfaatan religis bagi umat Hindu tapi bisa menjadi kegiatan budaya yang menguatkan aspek kepariwisataan.
“Ke depan TWC berharap perayaan Abhiseka bukan hanya di tingkat Nasional tetapi bisa diselenggarakan di tingkat internasional dan menghadirkan wisata religi di tingkat Internasional,” kata Edy.
Baca juga: Pentas Budaya Pangrupukan 2019 di Candi Prambanan
“Bersama Dirjen dan seluruh komponen umat Hindu berupaya mempersiapkan dirinya, organisasinya untuk bersama-sama melihat perkembangan ke depan, kami juga bersama Dirjen melapor ke Menteri Agama, Pak Presiden, untuk Prambanan ada Borobudur, candi-candi kita, stupa-stupa kita, pura-pura kita yang tersebar di seluruh Nusantara bisa dijadikan bukan hanya sebagai Dead Monument tetapi Making Monument, sehingga dapat terpelihara baik secara fisik maupun non fisik,” sambung Ketua PHDI Wisnu Bawa Tanaya dalam sambutannya.
Baca juga: Prambanan Jazz Online Digelar Akhir Pekan Ini
Sementara, Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI Tri Handoko Seto menyampaikan bahwa moment ini (Abhiseka) sangat penting, terlebih saat ini beberapa kementerian, Kementerian Agama, Kementerian Dikbud Ristek, Kementerian BUMN, kementerian Pariwisata, Pemda DIY dan Pemda Jateng, tengah menggodok pencanangan Candi Prambanan dan Borobudur sebagai tempat ibadah umat Hindu dan Buddha Nusantara dan Dunia.
“Harapannya program ini akan memuliakan Candi Prambanan, dengan kita memuliakan Candi Prambanan dan juga Borobudur kita akan mendapatkan imbal balik dimuliakannya bangsa ini, peradaban ini untuk menjadi sejahtera lahir dan batin. Kalau COVID sudah mereda, kita ingin mempromosikan Prambanan ke dunia Internasional. Saya ada ide, misalnya menyambut Nyepi itu, perayaannya tidak kita buat sehari dua hari, tapi sepekan. Kita ada kegiatan, kita undang tamu-tamu internasional supaya datang kesini. Lalu tahun depan kami di Direktorat Bimas Hindu merencanakan adakan festival seni keagamaan yang cukup besar yang melibatkan seluruh umat di seluruh Indonesia. Kita akan terus adakan kegiatan-kegiatan yang mempromosikan nilai-nilai adiluhung Candi Prambanan, harapannya ke depan orang semakin mengenal Candi Prambanan, bahkan ke depan kita mengharapkan Prambanan menjadi destinasi religi dunia,” kata Tri.
Menteri Pariwisata menurut dia, tentu sangat mendukung, dan saat ini tinggal menunggu finalisasi MOA (Memorandum of Agreement) atau nota kesepakatan, agar candi Prambanan itu ke depan semakin lestari dan bisa semakin memberikan manfaat. Pemanfaatan Candi Prambanan menurutnya untuk kepentingan agama, bukan sekadar memanfaatkan candi secara komersial, sehingga merusak kelestarian candi.
“Tapi justru kita tujukan bagaimana kita memuliakan candi artinya candi akan semakin lestari dan di sisi lain secara bersamaan candi juga memberikan nilai manfaat bagi bangsa Indonesia dan khususnya teman-teman masyarakat di sekitar candi, ini kita sedang menyusun konsefnya, nanti kita akan terus lakukan literasi supaya konsef itu semakin baik dan memenuhi keinginan dua kutub yang sering kali berseberangan yaitu bagaimana melestarikan dan bagaimana memanfaatkan,” sambung Tri Handoko Seto.
Selesai memberikan sambutan, Dirjen dan Ketua PHDI Pusat beserta Umat Hindu memasuki Mandala Utama Candi Prambanan untuk mengikuti ritual Abhiseka Candi Prambanan yang dipuput oleh dua Pandita dari Jawa Tengah dan Jogja. Dalam kesempatan ini hadir puluhan perwakilan umat dari Kabupaten di Yogyakarta dan Jawa Tengah. (den)
