YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Pemerintah Kota Yogyakarta telah membentuk 45 koordinator relawan pemadam kebakaran se-Kota Jogja. Pengukuhan diharapkan bisa melengkapi upaya pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan warga dan kota yang tangguh, setelah adanya relawan Kampung Tangguh Bencana dan juga Kampung Panca Tertib.
Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan, keberadaan para relawan mampu menyinergikan peran masyarakat dan pemerintah dalam melakukan mitigasi kebencanaan utamanya kebakaran.
“Selain ada dari tingkat kota, tingkat kelurahan dan kemantren juga harus dibentuk. Sehingga respons ketika terjadi kedaruratan bisa diantisipasi dengan cepat,” kata Heroe, Rabu (1/12/2021).
Ia menyebut, para relawan harus mampu menunjukkan kiprahnya baik dalam pencegahan bahaya kebakaran maupun dalam upaya penanggulangan dini jika terjadi kebakaran. Adanya jaringan hidran kering kampung yang telah dibangun di berbagai kampung termasuk Ngadiwinatan, dan Purwodiningratan diharapkan mampu terus dijaga oleh masyarakat dan jika sewaktu-waktu diperlukan mampu digunakan optimal.
Baca juga: Pemadam Kebakaran Jogja Banyak Lakukan Penyelamatan, Tapi Bukan Padamkan Api
“Dengan adanya mitigasi ini kan bisa mencegah baik itu terjadinya kebakaran, tanah longsor, banjir. Kalau bisa masyarakat itu kan tidak menunggu respon kita (damkar) ketika terjadi bencana. Kalau bisa (masyarakat) mencegah terjadinya bencana itu dengan mitigasi yang disiapkan,” harap dia.
Baca juga: Penempatan Posko Pemadam Kebakaran Baru Tunggu Ketetapan Keraton Jogja
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jogja, Octo Noor Arafat menyampaikan, relawan kebakaran yang dikukuhkan itu tersebar di 45 kelurahan dan 616 Rukun Warga. “Sifatnya kerelawanan ya, baru 616 orang relawan, dimana satu RW baru satu personel. Tentu kami akan memfasilitasi mereka dan dimungkinkan bertambah,” kata Octo.
Ia menambahkan, setiap relawan pemadam kebakaran juga memiliki identitas dan nomor induk yang teregistrasi di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Ketika aplikasi untuk registrasi ke Kemendagri sudah siap, mereka akan memiliki nomor induk di seragamnya. Itu merupakan identitas bagi relawan dan terdata hingga ke pusat,” katanya. (den)
