JAKARTA, BERNAS.ID – Adanya virus Corona varian Omicron, memicu kekhawatiran masyarakat dunia, setelah dilaporkan pertama kali oleh Afrika Selatan. Para ilmuwan menyatakan varian B.1.1.529 tersebut memiliki lebih banyak mutasi dibandingkan dengan varian Delta.
Ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan, Dr Angelique Coetzee menerangkan, dirinya mendapati 7 orang pasien dengan gejala Covid-19 yang tak biasa.
Dia mengatakan, varian baru tersebut lebih rentan menginfeksi kepada anak muda yang belum melakukan vaksinasi Covid-19.
Baca Juga : Waspada Virus Corona Varian Omicron, Ketua MCCC Minta Masyarakat Tetap Disiplin Prokes
Dikutip dari Reuters, seorang pasien laki-laki berusia sekitar 33 tahun mengaku mengalami kelelahan selama beberapa hari terakhir. Pasien tersebut tidak mengalami sakit tenggorokan, tetapi merasakan tenggorokannya gatal.
Melansir Express, Sabtu (4/12/2021), gejala awal yang menunjukkan tanda-tanda terpapar varian Omicron yaitu kelelahan ekstrem, demam, pegal-pegal, sakit kepala, keringat di malam hari, pilek, dan tenggorokan gatal.
Dokter umum yang bertugas di Midrand Johannesburg, Unben Pilley mengatakan, kasus yang biasa dia tangani gejalanya lebih ringan.
“Kami melihat pasien datang dengan demam, keringat di malam hari dan nyeri pada tubuh,” tutur Pillay.
Baca Juga : Omicron Lebih Mudah Menginfeksi Ulang Penyintas Covid-19
Pasien yang menunjukan gejala terpapar varian Omicron juga tidak mengalami batuk yang terus-menerus, atau kehilangan indera perasa/ penciumannya. Hal ini tentu saja berbeda dengan gejala Covid-19 sebelumnya.
Adanya perbedaan gejala varian Omicron dengan varian Delta, adalah karena adanya perubahan cara virus berinteraksi.
Banyak gejala umum penyakit seperti demam atau pilek, merupakan respon imun terhadap infeksi akibat kerusakan langsung oleh virus dan bakteri. Perbedaan respons imun menjelaskan, mengapa tiap individu tidak selalu mengalami gejala yang sama saat terinfeksi virus atau varian serupa.
WHO mengatakan, akan membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk memahami bagaimana varian Omicron berpengaruh pada diagnostik, terapi maupun vaksin. (cdr)
