YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) meyakini kerja gotong-royong seluruh rakyat Indonesia akan bisa mengatasi dampak Covid-19. Dampaknya akan menurunkan banyaknya yang sakit, dan yang meninggal ataupun dampak kelesuan perekonomian serta terhambatnya proses pendidikan.
Kepala BPIP, Prof Yudian Wahyudi mengatakan, gotong-royong vaksinasi akan meningkatkan derajat disertai ekonomi yang tumbuh lagi dan dunia pendidikan berangsur baik. “Saat ini sudah tercapai 40% masyarakat Indonesia yang menerima vaksinasi. Sementara target vaksinasi yang harus dicapai 280.245.720 jiwa,” tuturnya dalam vaksinasi BPIP Tahap 2 di Kampus UIN Suka, Senin (6/12/2021).
Baca Juga BPIP: Santri Harus Cinta Tanah Air dan Kuasai Iptek
Ia pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menggelorakan kerja gotong-royong dalam semua hal untuk kepentingan masyarakat, seperti pelaksanaan vaksinasi di semua tempat di Indonesia. “Semua bisa terlaksana berkat kerja gotong-royong sebagai upaya menjaga nilai-nilai luhur bangsa Indonesia,” ujarnya.
“Berkat kerja gotong-royong pula, pelaksanaan vaksinasi di Indonesia dinilai tertinggi oleh dunia. Berkat kerja gotong-royong pula, Insyaallah Indonesia segera terbebas dari Pandemi,” imbuhnya.
Prof Yudian mengatakan, program vaksinasi BPIP di kampus UIN Suka Yogyakarta merupakan presentasi keberagaman sebagai salah satu nilai dalam Pancasila. “Berkat kerja bersama BPIP merasa terbantu karena UIN Suka yang menyediakan tempat untuk melayani vaksinasi, Fakultas Kedokteran UGM yang menghadirkan para dokter dan vaksinator, Dinas Kesehatan yang menyediakan dosis vaksin dan Polda DIY. Pelaksanaan dua kali vaksinasi dapat berlangsung lancar dan aaman berkat gotong-royong,” ucapnya.
Baca Juga BPIP Peringati Sumpah Pemuda dengan Vaksinasi di Jogja
Menurutnya, pandemi Covid-19 sejatinya seperti perang dunia ketiga karena dialami semua negara. Sebab, banyak yang gugur bukan karena senjata perang. “Bisa digolongkan sebagai pahlawan yang meninggal karena berjuang melawan musuh yang tidak kelihatan Covid-19 itu. Dampaknya pun luar biasa terhadap semua sektor dan dialami semua negara,” imbuhnya.
Usai pelaksanaan vaksinasi, Prof Yudian Wahyudi memberikan penghargaan kepada Polda DIY yang diterima oleh Wakapolda Brigjen Pol Raden Slamet Santoso, SIK, SH. Kepada UIN Sunan Kalijaga, penghargaan diterima Rektor UIN SUKA, Prof Dr Phil Al Makin, MA dan kepada Fakultas Kedokteran UGM, penghargaan diterima oleh Happy Indah Kusumawati, SKepNs, MNSc. (jat)
