KLUNGKUNG, BERNAS.ID – Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menetapkan status tanggap darurat bencana setelah banjir bandang menerjang Nusa Penida, Bali, Senin (13/12/2021) dini hari
“Penetapan status tanggap darurat bencana ini sangat penting, agar anggaran BTT (Belanja Tidak Terduga) bisa digunakan untuk penanggulangan bencana sehingga bisa membuka akses untuk masyarakat,” kata Suwirta lewat keterangan tertulis, Selasa (14/12/2021).
Ia mengatakan pencairan anggaran belanja tidak terduga dari APBD untuk tahun ini tidak boleh dilakukan setelah 25 Desember 2021.
Baca juga: Inilah 3 Faktor Utama Penyebab Banjir
Ia menjelaskan, ada beberapa pertimbangan penetapan status tanggap darurat bencana di Nusa Penida. Di antaranya, bencana banjir bandang di Nusa Penida merusak berbagai fasilitas umum seperti akses jalan dan jembatan jebol.
“Nanti status tanggap darurat ini ditetapkan selama dua pekan ke depan. Sebagai penanggulangan jangka pendek, akan kami upayakan dengan belanja tidak terduga yang masih tersisa di akhir anggaran ini,” ungkap Suwirta.
Baca juga: Banjir Melanda Jepang, Puluhan Ribu Orang Dievakuasi
Ia mengatakan Nusa Penida selama ini tidak pernah banjir separah ini. Banjir telah merusak jembatan, serta menghancurkan objek wisata dan sumber mata air.
Ia bersama tim segera melalukan identifikasi untuk melakukan penanganan. Menurutnya, Pemkab perlu dukungan gubernur, BPBD hingga pemerintah pusat untuk menangani banjir kali ini.
“Nusa Penida dengan segala statusnya harus mendapatkan penanganan serius dan perhatian serius dari pemerintah pusat,” jelasnya.
Suwirta juga mengingatkan para pelaku pariwisata agar tidak melakukan pembangunan secara sembarangan.
“Tolong berikan ruang untuk aliran air ini untuk mengalir ke laut jangan sampai tertahan menyebabkan pendangkalan sehingga pergerakan air semakin meluap ke mana-mana,” ujarnya.
Banjir menerjang Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, setelah hujan turun dengan intensitas tinggi, pada Senin (13/12/2021) dini hari. Banjir tersebut juga menerjang, daerah pesisir Pantai Desa Ped dan wilayah obyek wisata di Crystal Bay. Kerugian akibat banjir di Nusa Penida ini diperkirakan total mencapai Rp3,6 miliar. (den)
