LAMPUNG, BERNAS.ID – Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof Yudian Wahyudi mengatakan Muktamar NU ke-34 di Lampung memberi dampak yang signifikan untuk peningkatan ekonomi lokal, terutama sektor ekonomi kecil dan menengah.
Ketika menyambangi Bazaar Muktamar di lapangan Saburai Enggal Kota Bandar Lampung, ia melihat banyaknya usaha kecil dan menengah yang turut ambil bagian dalam memeriahkan Muktamar. Sebab, menurutnya, banyak pesantren yang mengelola usaha ekonomi kecil dan menengah.
Baca Juga Gus Yahya Terpilih Jadi Ketum, Inilah Daftar Ketua Umum PBNU dari Masa ke Masa
Ia meyakini pada gilirannya, akan bisa menciptakan kemandirian ekonomi organisasi Nahdlatul Ulama. “Kemandirian ekonomi ini pula yang mendukung NU sebagai kekuatan Nahdlatul Ulama dalam moderasi beragama di Indonesia,” tuturnya.
Dalam kunjungannya ke bazar muktamar, Yudian memborong produk kopi Lampung, kerajinan konveksi berlogo muktamar, dan makanan lokal. Ia pun sangat terkesan dengan bazar muktamar sekaligus mengapresiasi kreativitas serta inovasi yang ditunjukkan oleh kader-kader Nahdliyin di pelosok negeri.
Guru besar UIN Sunan Kalijaga mengatakan dalam arus perekenomian global, NU memiliki peran strategis karena menjadi salah satu mitra penting bagi Pemerintah dalam menyejahterakan masyarakat Indonesia. Yudian berharap kemandirian dan inovasi ini bisa dikembangkan lebih maju lagi, termasuk mengantisipasi tantangan ekonomi digital. Usaha ekonomi yang dilakukan kader-kader NU diharapkan turut berperan dalam pemerataan ekonomi.
Baca Juga Gus Yahya Ungkap Alasan Dirinya Maju Jadi Calon Ketua Umum PBNU
Menurutnya, NU tidak hanya memiliki peran penting dalam bidang keagamaan, pendidikan, dan kebudayaan. “Lebih dari itu, NU memiliki pengaruh yang luas yang ditunjukkan oleh tingkat kepengurusan organisasi terluas mulai dari desa terluar hingga mancanegara,” ujarnya.
Pada muktamar kali ini, panitia Muktamar NU bersama dengan Pemda Provinsi Lampung menyelenggarakan bazar UMKM di 3 (tiga) lokasi Kota Bandar Lampung, yaitu di Lapangan Saburai Enggal, Stadion PKOR Way Halim, dan UIN Raden Intan Lampung. Ketiga lokasi bazar tersebut masing-masing dikelola oleh panitia muktamar, pemerintah daerah dan pihak UIN Raden Intan.
Bazar-bazar tersebut diisi kurang lebih 125 stan bazar yang berasal dari seluruh Indonesia. Mulai dari lapak kerajinan tangan, pakaian, hingga kedai kuliner khas beberapa daerah di Indonesia termasuk Lampung. Sebagai informasi tambahan Bazar ini dibuka mulai hari Selasa kemarin (21/12/2021) hingga Jumat (24/12/2021). (jat)
