JAKARTA, BERNAS.ID – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan 414 kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia. Puluhan kasus yang terjadi merupakan kasus transmisi lokal di masyarakat.
Menkes (Menteri Kesehatan) Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat Indonesia untuk tidak panik menghadapi potensi gelombang kasus varian Omicron atau SARS-CoV-2 B.1.1.529 di Indonesia. Ia menyebut Pemerintah telah menyiapkan sejumlah upaya untuk menghadapi gelombang Omicron di Indonesia.
Baca Juga Kasus Impor dari Saudi-Turki Dominasi Penyebaran Omicron di RI
Budi menyebut kesiapan yang dilakukan Pemerintah itu, yaitu fasilitas kesehatan (faskes), alat kesehatan (askes), obat, dan juga tenaga kesehatan. “Kita akan menghadapi gelombang dari Omicron ini, tidak usah panik, kita sudah menyiapkan diri dengan baik,” kata Budi dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (10/1/2022).
“Dan pengalaman menunjukkan walaupun naiknya cepat, tapi gelombang Omicron ini turunnya juga cepat,” imbuhnya.
Baca Juga Omicron Terus Meluas, Kemenkes RI: Tak Usah Jalan-jalan Dulu!
Budi juga mengamini bahwa transmisi kasus varian Omicron akan jauh lebih tinggi dari pada varian Delta yang sempat memicu gelombang kedua Covid-19 di Indonesia pada sekitar Juli 2021 lalu.
Meski begitu, Indonesia menurutnya sudah memiliki salah satu amunisi yaitu dengan imunitas yang tercipta di masyarakat melalui antibodi pasca infeksi maupun program vaksinasi Covid-19.
Mantan wakil menteri BUMN itu juga menyoroti karakteristik peningkatan kasus Omicron yang eksponensial, namun tidak menciptakan perburukan gejala pada pasien Covid-19. Dengan begitu fokus pemerintah akan lebih menyiapkan alur isolasi mandiri di rumah beserta mekanisme pengawasannya.
“Kami juga bekerjasama dengan 17 platform telemedicine untuk memastikan agar orang yang dirawat di rumah tetap mendapatkan akses konsultasi kedokteran, dan juga mendapatkan akses untuk delivery obat,” pungkasnya. (jat)
