JAKARTA, BERNAS.ID – Lion Air Group melalui Batik Air (kode penerbangan ID) dan Wings Air (kode penerbangan IW) akan menyesuaikan layanan penerbangan dengan menghentikan sementara operasional dari Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma Jakarta (HLP). Penyesuaian ini dilakukan karena berhentinya operasional pelayanan Bandar Udara Internasion HLP karena program revitalisasi selama 3,5 bulan.
Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, revitalisasi Bandar Udara Halim Perdanakusuma dilakukan dalam rangka memperbaiki fasilitas sisi darat ataupun udara guna meningkatkan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan. Revitalisasi sebagai tindaklanjut dari terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 9 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Fasilitas Pangkalan Tentara Nasional Indonesia/ Bandar Udara Halim Perdanakusuma.
“Batik Air dan Wings Air senantiasa berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan bersama TNI AU serta para pihak terkait lainnya sebagai pemangku kepentingan dalam upaya mengantisipasi dampak penutupan sementara Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma,” tuturnya.
Lanjut tambahnya, solusi yang akan diberikan kepada calon penumpang, antara lain:
1. Penerbangan melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.
2. Pengembalian dana tiket (refund)
Layanan penerbangan yang mengalami penyesuaian (pengalihan ke bandar udara lain) dioperasikan untuk terbang langsung (direct flight) dan saling terhubung (connecting flight).
Baca Juga Lion Air Group Mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia 2022
Penerbangan Batik Air
Seluruh rute penerbangan akan dialihkan/ dipindah ke Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten (CGK), tujuan:
1. Bandar Udara Internasional Kualanamu Medan di Deli Serdang, Sumatera Utara (KNO)
2. Bandar Udara Internasional Minangkabau Padang, Sumatera Barat (PDG)
3. Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau (PKU)
4. Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau (BTH)
5. Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin, Palembang, Sumatera Selatan (PLM)
6. Bandar Udara Fatmawati Soekarno, Bengkulu (BKS)
7. Bandar Udara Radin Inten II, Tanjung Karang, Lampung (TKG)
8. Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah (SRG)
9. Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo Solo di Boyolali, Jawa Tengah (SOC)
10. Bandar Udara Internasional Yogyakarta Kulonprogo (YIA)
11. Bandar Udara Abdrurachman Saleh, Malang, Jawa Timur (MLG)
12. Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur (SUB)
13. Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bali (DPS)
14. Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Kalimantan Timur (BPN)
15. Bandar Udara Internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto, Samarinda, Kalimantan Timur (AAP)
16. Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros, Sulawesi Selatan (UPG)
17. Bandar Udara Internasional Pattimura, Ambon, Maluku (AMQ).
Baca Juga Lion Air Layani Terbang Umrah Non-Stop ke Madinah dan Jeddah
Penerbangan Wings Air
Wings Air sedang koordinasi dengan berbagai pihak dalam mempersiapkan bandar udara alternatif, yang akan disesuaikan kebutuhan pasar.
Jaringan yang pernah dioperasikan dari Bandar Udara Halim Perdanakusuma, tujuan
1. Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat (BDO)
2. Bandar Udara Wiriadinata Tasikmalaya, Jawa Barat (TSY).
Terbang itu Aman, Sehat dan Menyenangkan
Lion Air Group senantiasa melaksanakan berbagai langkah sebagai upaya mendukung pemerintah dalam pengendalian, penanganan dan pencegahan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Lion Air Group tetap menerapkan semua ketentuan penerbangan yang berlaku selama masa waspada pandemi Covid-19. Hal ini berdasarkan rekomendasi aturan dari regulator serta komitmen Lion Air Group dalam beroperasi yang tetap mengedepankan faktor keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan (safety first) serta dijalankan sebagaimana pedoman protokol kesehatan.
Pelaksanaan penerbangan, setiap penumpang dan awak pesawat yang masuk ke pesawat udara sudah dinyatakan sehat dan memenuhi ketentuan (persyaratan) yang berlaku.
Peningkatan kegiatan kebersihan dan sterilisasi pesawat udara Lion Air Group secara berkala dengan metode Aircraft Exterior and Interior Cleaning (AEIC) yang dijalankan di pusat perawatan pesawat Batam Aero Technic (BAT) dan di berbagai basis bandar udara (base station) dimana pesawat Lion Air Group berada.
Armada yang dioperasikan termasuk kategori generasi modern yang langsung dikirimkan dari pabrikan pesawat. Seluruh pesawat dilengkapi High Efficiency Particulate Air (HEPA) filter atau penyaringan partikel yang kuat. HEPA filter membantu menjaga kebersihan udara di dalam kabin dan menyaring lebih dari 99,9% jenis virus, kuman, serangga dan bakteri. Udara di dalam kabin pesawat diperbarui setiap 2-3 menit, sehingga lebih segar. Untuk udara dari toilet (lavatory) dan dapur (galley) langsung dialirkan ke luar pesawat.
Memperkuat dan memperketat pelaksanaan jaringan kerjasama fasilitas kesehatan untuk uji kesehatan Covid-19 bagi calon penumpang dalam mempersiapkan rencana perjalanan sesuai ketentuan persyaratan sebelum terbang (keberangkatan). (*/jat)