BERNAS. ID- Nama Hakim Ziyech cukup diperhitungkan sebagai gelandang mumpuni eropa saat ini. Hakim Ziyech merupakan pemain sepak bola berkaki kidal yang saat ini merumput di klub Liga Inggris, Chelsea.
Setelah penampilan apiknya bersama Ajax Amsterdam, namanya direkrut Chelsea pada jendela transfer musim panas tahun lalu. Hakim Ziyech merupakan pemain muslim berdarah Belanda-Maroko yang lahir dan tumbuh besar di Dronte pada 19 Maret 1993 silam.
Baca juga: Mason Mount, Playmaker Masa Depan Inggris Jebolan Akademi Chelsea
Meski sempat membela timnas Belanda junior level U-19 hingga U- 21, saat ini Hakim Ziyech telah memantapkan diri untuk membela timnas Maroko.
Daftar Isi :
- Tentang Hakim Ziyech
- Meniti Karir di SC Heerenveen
- Menghabiskan Dua Musim di FC Twente
- Kedatangannya ke Ajax Amsterdam Dibeli Murah
- Chelsea Kepincut dengan Talentanya
- Rentetan Perjalanan Karir Sepak Bola Hakim Ziyech
Tentang Hakim Ziyech
Nama Lengkap : Hakim Ziyech
Tempat Lahir : Dronten, Belanda
Tanggal Lahir : 19 Maret 1993
Nama Pasangan : Aja Narie
Kebangsaan : Maroko
Agama : Islam
Klub Saat Ini: Chelsea
Nomor Punggung dan Posisi Bermain : – 22 Gelandang
Tinggi Badan : 181 cm
Kaki dominan: Kaki Kiri
Nama Instagram: @hziyech
Baca juga: N’golo Kante, Gelandang Pekerja Keras Chelsea yang Rendah Hati
Meniti Karir di SC Heerenveen
Hakim Ziyech mengawali karir sepak bola di Akademi SC Heerenveen pada 2004 silam. Setelah delapan tahun menimba ilmu di sana pada 2004/ 12 di tim junior, gelandang berkaki kidal itu naik membela tim utama Heerenveen pada musim kompetisi 2012/ 13.
Ia membuka debutnya bersama tim senior pada 2 Agustus 2012, saat SC Heerenveen berhadapan dengan Rapid Bukarest di kualifikasi Liga Eropa. Dalam kurun waktu tersebut, Hakim Ziyech mampu mencatatkan sebanyak 46 penampilan dan sukses mengoleksi 13 gol dan 11 assist . Dari sana nama Hakim Ziyech menarik minat FC Twente untuk merekrutnya pada 2014 dengan transfer 3,7 juta Poundsterling.
Baca juga: Romelu Lukaku, Prestasi dan Perjalanan Karir Sang Bomber Chelsea
Menghabiskan Dua Musim di FC Twente
Setelah memastikan kepindahannya ke Twente, potensinya sebagai talenta kelas dunia menjadi jelas, ia mulai mencatatkan angka-angka yang mengesankan selama dua tahun bersama klub. Di musim itu, Hakim Ziyech sudah mampu mencetak 15 gol dan membuat 17 assist menutup musim pertamanya.
Pamor Hakim Ziyech makin meroket setelah ban kapten dan otak kreatif Twente disematkan kepadanya.Di musim kedua itu ia menjadi penyumbang 17 gol dan 10 assist bersama klub yang bermarkas di De Grolsch Veste.
Namun di musim itulah, krisis keuangan yang melanda FC Twente memaksa Ziyech harus pindah ke klub lain. Sampai pada akhirnya nama klub asal Belanda , Ajax Amsterdam berhasil mengamankan tanda tangannya pada 2016/ 17.
Kedatangan Hakim Ziyech ke Ajax Amsterdam ditebusnya cukup murah. FC Twente sepakat dengan nilai transfer sang gelandang, senilai 11 juta poundsterling dengan durasi kontrak lima musim.
Baca juga: Ederson Moraes, Kiper Andalan The Citizen di Bawah Mistar Gawang
Kedatangannya ke Ajax Amsterdam Dibeli Murah
Menginjakkan kaki di Amsterdam Arena, Hakim Ziyech tak banyak basa basi, ia langsung memainkan peran penting lini tengah Ajax. Musim pertamanya ia sukses membuat penampilan dan mampu mengoleksi 12 gol dan 20 assist dari 46 penampilan.
Dari tahun ke tahun sang pemain menjadi sosok kunci kesuksesan Ajax bermain di banyak kompetisi. Yang paling diingat publik adalah ketika Ajax berhasil mencapai semifinal Liga Champions 2018/ 19. Gol pertamanya di menit ke-7 dalam kompetisi tersebut berhasil mengalahkan klub raksasa Spanyol, Real Madrid 4- 1 di babak delapan besar.
Adapun berkat kontribusi Hakim Ziyech, Ajax Amsterdam berhasil merengkuh tiga titel juara pada 2019, yakni Eredivisie dan KNVB Cup 2018-2019 serta Johan Cruyff Shield 2019.
Total selama 3,5 musim bermain di Ajax, ia sukses mencetak 49 gol dan 82 assist dari 165 laga yang dijalani, sebelum akhirnya ia menerima tawaran Klub Liga Inggris, Chelsea yang kepincut merekrutnya.
Baca juga: Ruben Dias Back Tangguh Manchester City, Footballer of the Year 2021
Chelsea Kepincut dengan Talentanya
Setelah melakukan pendekatan, The Blues akhirnya sukses meminang pemain Timnas Maroko itu dengan tebusan sebesar 37 juta poundsterling Rp 747 miliar kepada Ajax Amsterdam. Merpatnya Hakim Ziyech ke Chelsea pada Februari 2020 silam, jadi pembelian pertama The Blues di bawah asuhan Frank Lampard kala itu.
Dengan datangnya pemain bertinggi 181 tersebut, Chelsea melengkapi puzzle formasi yang hilang pasca kepergian Eden Hazard ke Real Madrid. Sebelum Ziyech datang, praktis Chelsea tak memiliki otak permainan kreatif di lini tengah. Hanya Willian Borges dan Cesar Azpilicueta saja yang mencetak banyak assist bagi Chelsea musim 2019/ 20 lalu.
Pertandingan pertama bersama klub yang bermarkas di Stamford Bridge itu dibuka saat Hakim Ziyech bermain sebagai gelandang kanan dalam formasi 4-2-3-1 era Frank Lampard. Hasilnya pun cukup baik. Ziyech menjadi sosok di balik gol pertama Timo Werner bagi Chelsea.
Namun sayang penampilan di musim pertamanya tak bertahan lama, pemain 28 tahun itu kerap diganggu cedera yang memaksanya banyak menepi dan melewatkan banyak pertandingan bersama Chelsea. Tercatat, Ziyech baru memainkan 39 kali laga dan bikin 6 gol serta 4 assist di musim pertamanya.
Usai sembuh dari cedera, eks bintang Ajax Amsterdam itu kini mulai mendapat kepercayaan bermaian. Sejauh ini penampilannya di musim kedua bersama pelatih Chelsea saat ini, Thomas Tuchel, ia mulai menemukan permainan terbaiknya.
Ziyech mulai sering ditempatkan di pos sayap kanan, Ziyech bahu-membahu bersama Cesar Azpilicueta untuk mengirim bola ke dalam kotak penalti lawan. Hingga paruh musim ini Hakim Ziyech sudah memainkan 24 laga dengan 6 gol serta empat assist yang berhasil dikemasnya.
Baca juga: Jack Grealish, Pesepakbola Mahal Manchester City Musim Ini
Rentetan Perjalanan Karir Sepak Bola Hakim Ziyech
Karier klub:
Junior
2004-2012 – SC Heerenveen
Senior
2012-2014 – SC Heerenveen
2014-2016 – FC Twente
2016-2020 – Ajax Amsterdam
2020-sekarang – Chelsea
Karier timnas:
Junior
2012 – Belanda U-19
2012-2013 – Belanda U-20
2013-2014 – Belanda U-21
Senior
2015-sekarang – Maroko
Baca juga: Profil De Bruyne, Sosok Playmaker Berbakat Manchester City
