BERNAS. ID – Spekulasi terkait masa depan bek tangguh Timnas Jerman, Antonio Rudiger hingga saat ini masih menjadi salah satu topik yang hangat diperbincangkan. Rudiger memang sedang digosipkan akan hengkang dari Chelsea dengan status free transfer pada bursa transfer musim panas mendatang.
Hal tersebut juga ditambah pemain berusia 28 tahun itu belum juga meneken kontrak baru bersama The Blues hingga detik ini. Tawaran perpanjangan kontrak terbaru dari Chelsea juga sudah ditolak oleh pihak Antonio Rudiger beserta perwakilannya.
Beberapa nama klub top eropa dikabarkan siap menampung bek Chelsea itu, jika sang pemain jadi cabut dari Stamford Bridge. Nama nama klub seperti Bayern Munich, Paris Saint-Germain, Real Madrid dan Liverpool terus dihubungkan dalam perburuan tanda tangan sang bek.
Baca juga: Profil Ben Chilwell, Bek Sayap Kiri Andalan Chelsea yang Lincah
Sejak kedatangannya dari AS Roma pada musim panas 2017 dengan biaya transfer yang mencapai angka 35 juta euro atau sekitar Rp 586 miliar, pelatih Chelsea, Thomas Tuchel terus mengandalkannya di lini belakang. Tercatat, Rudiger sudah tampil sebanyak 34 pertandingan di paruh musim ini. Itu berarti ia jadi yang terbanyak dibanding pemain Chelsea lainnya, kecuali di posisi kiper.
Lantas bagaimana sepak terjang Antonio Rudiger dalam karir sepak bolanya? Simak profil dan sepak terjang seorang bek tangguh Chelsea berikut ini.
Daftar Isi :
- Tentang Antonio Rudiger
- Masa Kecil Seorang Antonio Rudiger
- Perjalanan Karir Sepak Bola Antonio Rudiger
- Terampil di Lini Belakang
- Berpindah ke Ibu Kota Roma
- Moncer Bersama Chelsea
Tentang Antonio Rudiger
Nama Lengkap: Antonio Rudiger
Tempat Lahir : Berlin, Jerman
Tanggal Lahir : 3 Maret 1993
Nama Pasangan : Laura Rudiger
Kebangsaan : Jerman
Agama : Islam
Nama Orang Tua : Matthias Rudiger (Ayah) dan Lily (Ibu)
Klub Saat Ini: Chelsea
Nomor Punggung dan Posisi Bermain : – 2 Center Back
Tinggi Badan : 192 cm
Instagram: @toniruediger
Baca juga: Cesar Azpilicueta, Kapten Chelsea yang Pernah Diremehkan
Masa Kecil Seorang Antonio Rudiger
Antonio Rudiger lahir dan tumbuh besar di Berlin, Jerman pada 3 Maret 1993 silam. Meski lahir di Jerman, Antonio Rudiger sejatinya adalah keturunan keluarga asal Afrika, Sierra Leone. Orang tua Rudiger, Matthias dan Lily memutuskan untuk bermigrasi ke Jerman lantaran terjadi perang saudara yang bergejolak di negara asal tempat tinggalnya sejak tahun 1991.
Tumbuh dan besar di kawasan Neukolln, di daerah pinggiran kota Berlin yang didominasi oleh para imigran, membuat Rudiger terus mengingat Sierra Leone. Diketahui, Rudiger memiliki satu kakak laki laki yang juga seorang pemain sepak bola profesional bernama Sahr Senesie. Kakaknya memilih menetap di Sierra Leone setelah perang saudara tersebut mereda.
Baca juga: Trevoh Chalobah, Bek Muda dari Akademi Chelsea yang Kini sedang Naik Daun
Perjalanan Karir Sepak Bola Antonio Rudiger
Ketertarikan Antonio Rudiger pada sepak bola dimulai saat ia sering bermain di sepanjang jalan di dekat rumahnya. Beberapa musim selanjutnya ia masuk ke akademi amatir bernama Zehlendorf, kemudian ditarik oleh akademi Borussia Dortmund saat usianya 15 tahun karena terkesan dengan penampilannya.
Di akademi Die Borussen Antonio Rudiger memulai karir sepak bolanya dengan sistem pendidikan standarisasi di akademi klub. Tiga musim menimba ilmu di akademi Borussia Dortmund, ia kemudian melanjutkan karirnya dengan bergabung VFB Stuttgart pada tahun 2010.
Rudiger muda cukup berkembang di akademi VFB Stuttgart U19 itu. Di sana ia menjelma jadi salah satu pemain yang menonjol. Rudiger muda, mampu bermain dengan skill standar tinggi di bawah barisan penjagaan lini belakang tim.
Baca juga: Mengenal Christian Pulisic, Si Captain America dari Chelsea
Terampil di Lini Belakang
Caranya memotong umpan lawan dan refleksnya menutup tiap celah ruang menjadi modal Rudiger berkemnbang jadi salah satu anak yang cepat mengaplikasikan setiap hal baru yang diajarkan di akademi.
Dua musim menimba ilmu di level muda Stuttgart, Rudiger akhirnya ditarik masuk ke tim utama pada musim kompetisi 2012/ 13. Dari VFB Stuttgart inilah ia mulai dikenal lewat penampilan disiplin mengawal lini belakang dengan takel dan penjagaan yang ketat tiap tiap striker. Rudiger memulai debutnya sebagai pemain pengganti saat tampil menghadapi Borussia Monchengladbach di Bundesliga.
Sejak saat itu, ia mulai langganan tampil dalam beberapa laga yang di jalanan Stuttgart, termasuk menjadi bagian skuad Stuttgart yang mentas di final DFB Pokal 2012, sebelum akhirnya kalah dari Bayern Munchen.
Rudiger pun sukses mengoleksi 80 penampilan bersama Stuttgart, sebelum akhirnya menarik minat AS Roma untuk menggunakan jasanya. AS Roma awalnya ingin membawanya ke Olimpico sebagai pemain pinjaman pada musim 2015 silam.
Baca juga: Mateo Kovacic, Karir Midlfielder Chelsea Asal Kroasia
Berpindah ke Ibu Kota Roma
Tiba di As Roma, performa Rudiger sebagai pemain pinjaman ternyata cukup ciamik dalam mengawal lini belakang AS Roma musim 2016/ 17. Semusim habis masa peminjaman, akhirnya Rudiger mampu memikat hati I Lupi yang kemudian mau membeli secara permanen dengan nilai transfer 13 juta Poundsterling.
Sejak debut Rudiger tanggal 12 September kontra Frosinone, penampilan Rudiger di AS Roma semakin solid. Rudiger mampu dipercaya tampil dalam 72 kali mengawal lini belakang AS Roma di semua kompetisi.
Sayangnya ia hanya semusim bertahan di klub Ibu Kota, sebab Chelsea yang kala itu masih di bawah pelatih Antonio Conte kepincut dengan talenta spesial pemain jangkung itu. Conte memproyeksikan sang pemain, sebagai pengganti potensial Gary Chalil yang akan hengkang dari Chelsea.
Baca juga: Jorginho, Gelandang Cerdik Jadi Pemain Terbaik UEFA 2021
Moncer Bersama Chelsea
Setelah bernegosiasi, kedua klub sepakat dengan tebusan 38 juta poundsterling ia resmi diboyong ke London musim 2017/ 18. Sejak itu, musim pertama Rudiger dalam berseragam The Blues ia mampu tampil di 45 laga.
Meski Chelsea bongkar pasang pelatih, pun tak membuat nama Rudiger terpengaruh. Kemampuan tackling yang terukur dan akurasi umpan yang mumpuni telah menjadikannya Rudiger punya tempat tampil reguler di sana. Tercatat sejak kedatangannya, Rudiger sudah merasakan empat pelatih yang berbeda mulai dari Antonio Conte, Maurizio Sarri, Frank Lampard, dan kini Thomas Tuchel.
Selama hampir lima musim membela Chelsea, Rudiger tercatat sudah menorehkan 183 penampilan serta mencetak 10 gol dan 7 assist. Selain itu, ia juga sukses mempersembahkan 1 gelar Liga Champions, 1 gelar Liga Europa, 1 gelar Piala FA. Yang terbaru, Rudiger juga sukses mempersembahkan trofi piala dunia antar klub untuk The Blues musim ini.
Baca juga: Saul Niguez, Karir Midfielder Baru Chelsea yang Serba Bisa
