BERNAS. ID- Kedalaman skuad Chelsea musim ini punya komposisi pemain yang cukup bagus. Selain sukses mendatangkan Romelu Lukaku dari Inter Milan, The Blues juga sukses menggaet bintang Atletico Madrid bernama Saul Niguez. Pemilik nama lengkap Saul Niguez Esclapez itu diboyong pelatih Chelsea, Thomas Tuchel di detik-detik akhir penutupan bursa transfer musim panas Juni 2021/22.
Pemain serba bisa itu didatangkan The Blues dengan banderol 40 juta Euro atau sekitar Rp 671 miliar guna menambah kekuatan lini tengah. Namun, sejak kedatangannya di Stamford Bridge, nama Saul Niguez belum menunjukkan taji permian terbaiknyanya.
Baca juga: Kai Havertz, Pemain Muda Chelsea Berjuluk Alleskoenner
Padahal pemain bertinggi 181 cm itu di bawah asuhan Diego Simeone jadi sosok kunci permainan Los Rojiblancos merebut gelar juara Liga Spanyol 2020/2021 musim lalu.
Bagaimana sosok Saul Niguez dalam sepak terjangnya sebagai pemain sepak bola. Simak cerita perjalanan karir seorang midfielder asal Spanyol berikut ini.
Daftar Isi :
- Tentang Saul Niguez
- Kehidupan Masa Kecil Saul Niguez
- Awal Karir Saul Niguez di Akademi Real Madrid
- Masuk Skuad Atletico Madrid
- Menjalani Masa Peminjaman Klub
- Mulai Bermain di Skuad Utama Atletico Madrid
- Alasan Memilih Bergabung ke Chelsea
Tentang Saul Niguez
Nama Lengkap : Saul Niguez Esclapez
Tempat Lahir : Elche, Spanyol
Tanggal Lahir : 19 Maret 1993
Nama Pasangan : Yaiza Niguez
Kebangsaan : Spanyol
Agama : Kristen
Klub Saat Ini: Chelsea
Nomor Punggung dan Posisi Bermain : – 17 Gelandang
Tinggi Badan : 181 cm
Nama Instagram: @saulniguez
Baca juga: Hakim Ziyech, Sang Raja Assist Ajax yang Kini Merumput di Chelsea
Kehidupan Masa Kecil Saul Niguez
Pemain berposisi sebagai midfielder itu lahir pada 21 November 1994. Saul sendiri, lahir dari keluarga pesepak bola. Ayahnya, Jose Antonio yang lazim dikenal dengan nama Boria, merupakan striker andalan Elche pada medio 1980-an.
Di Elche, Spanyol Saul tumbuh bersama dua kakak laki- lakinya yang bernama Jonathan Niguez dan Aaron Niguez. Kedua kakak mereka juga diketahui sempat merumput bersama klub Liga Malaysia, Johor Darul Ta'zim.
Dari kedua saudaranya itu, karier Saul tentu paling cemerlang. Ia pernah mentas di final Liga Champions hingga membela skuad tim nasional Spanyol, adalah prestasi yang tak pernah dicapai ayah maupun kedua kakaknya.
Baca juga: Mason Mount, Playmaker Berbakat Masa Depan Inggris Lulusan Akademi Chelsea
Awal Karir Saul Niguez di Akademi Real Madrid
Awal karir seorang Saul Niguez dimulai di akademi sepak bola raksasa Spanyol, Real Madrid pada 2014. Namun di sana ia tak bertahan lama, beberapa masalah perundungan yang menimpa dirinya, membuatnya tak banyak berkembang sehingga memaksnya memilih hengkang.
Karirnya berlanjut, dengan mengupayakan alternatif akademi lain untuk mengembagkan skill sepak bolanya. Ia lantas bergabung dengan klub rival sekota, Atletico Madrid tepat saat usianya beranjak 12 tahun.
Berlatih dalam akademi Los Rojiblancos sejak 2008, ternyata membantu Saul untuk mengembangkan potensinya. Lingkungan yang nyaman saat berlatih, membuat kemampuanya menguasai teknik dalam mengolah si kulit bundar semakin matang.
Baca juga: Timo Werner, Striker “Turbo Timo” Unggulan Chelsea
Masuk Skuad Atletico Madrid
Seiring berjalannya waktu, kerja kerasnya di akademi Atletico Madrid akhirnya mulai membuahkan hasil. Saul mulai menunjukan permainan menonjol di antara teman lain ketika berlatih bersama tim muda U-17.
Potensi besarnya itu pun disadari oleh pelatih utama Los Rojiblancos, Diego Simeone. Berkat kepiawaiannya di lini tengah permainan, di musim panas 2012/ 13 Saul Niguez akhirnya resmi ditarik masuk skuad utama Atletico Madrid. Tak tanggung-tanggung, ia dibawa Atletico Madrid saat mentas di ajang Liga Europa kontra wakil Turki, Besiktas. Dalam laga tersebut Saul masih usianya baru menginjak 17 tahun 108 hari.
Baca juga: N'golo Kante, Gelandang 'Hardworker' Chelsea yang Rendah Hati
Menjalani Masa Peminjaman Klub
Ternyata, penampilannya cepatnya di skuad utama Atletico Madrid, tak serta-merta membuat Saul bisa tampil reguler di sana. Seperti umumnya pemain orbitan, ia masih kesulitan bersaing menembus skuat utama racikan pelatih asal Argentina tersebut.
Apalagi saat itu Gelandang Atletico Madrid memang masih cukup kompeten. Sebut saja seperti Raúl García, Gabi, hingga Arda Turan. Hal ini lah yang memaksa pemain kelahiran Elche itu, harus rela terlempar dari tim utama untuk mencari klub baru guna menjalani masa peminjaman.
Hingga pada akhirnya memilih Rayo Vallecano menjadi tujuannya menjalani masa peminjaman 2013/ 14. Kehadirannya di Rayo Vallecano lagi-lagi memberi Saul Niguez kematangan bermaian dan mengenali atmosfer permainan liga kompetitif Spanyol.
Di sana Saul Niguez diberi banyak kepercayaan oleh juru taktik klub berjuluk Rayo, Paco Jimenez. Pelatih asal Spanyol itu memberinya banyak menit bermain dan tampil di pelbagai posisi, mulai dari gelandang, bek sayap hingga bek tengah.
Baca juga: Romelu Lukaku, Prestasi dan Perjalanan Karir Sang Bomber Chelsea
Mulai Bermain di Skuad Utama Atletico Madrid
Barulah selang semusim berlalu atau tepatnya 2014/15, Saul Niguez mulai mendapat kesempatan bermain di La Liga skuad utama Atletico Madrid.
Tahun ketahun permainan Saul Niguez semakin menunjukkan performa gemilang . Sejak saat itu ia mulai mendapat kepercayaan main reguler di lini tengah klub asuhan Diego Simeone.
Namun di musim 2020/21, krisis keuangan yang melanda Atletico Madrid memaksa Saul Niguez dijual ke klub lain. Tak ayal, sang pemain kemudian banyak diburu banyak klub. Nama nama seperti Manchester United, Barcelona, hingga Liverpool menginginkan jasanya. Sampai pada akhirnya nama klub asal London, Chelsea berhasil mengamankan tanda tangannya pada 2016/ 17.
Baca juga: Roberto Firmino, Karir Striker Tajam Liverpool dengan Skill No Look Goals
Alasan Memilih Bergabung ke Chelsea
Tujuh musim bermain bersama tim utama Atletico Madrid, pemain berusia 27 tahun itu sudah mencatatkan 340 penampilan dengan sumbangan 43 gol dan 20 assist.
Usai merampungkan transfernya ke Chelsea, fakta lain mengenai sudinya Saul Niguez bergabung ke Chelsea juga dilatarbelakangi oleh kiper mereka, Kepa Arrizabalaga yang diketahui sahabatnya.
Saul mengawali debutnya pada pertandingan Liga Inggris saat Chelsea menjamu Aston Villa. sejauh ini penampilannya di skuad Thomas Tuchel, Saul masih kesulitan mengembangkan permainan terbaiknya. Total ia baru memainkan 18 laga dengan sumbangan 1 assist untuk Chelsea.
Baca juga: Marcus Rashford, Pemain Bintang Masa Depan The Red Devils
