BERNAS. ID- Era Thomas Tuchel menangani Chelsea, tampaknya menjadi berkah tersendiri bagi seorang gelandang asal Kroasia, Mateo Kovacic. Pemain bernomor punggung delapan itu kini mulai sering mendapat kepercayaan tampil penuh, di bawah arahan pelatih asal Jerman tersebut.
Bahkan, awal musim Premier League 2021/22, seorang analis Premier League, Adrian Clarke menyebut jika Mateo Kovacic diprediksi bakal jadi pesaing serius N’Golo Kante di lini tengah Chelsea. Dalam tujuh pertandingan awal, penampilan duet Jorginho dan Kovacic di lini tengah Chelsea menunjukan performa impresif dalam skema formasi 3-4-2-1.
Baca juga: Jorginho, Gelandang Cerdik Jadi Pemain Terbaik UEFA 2021
Saat menghadapi Aston Villa di pekan ke-4 contohnya, eks bintang Real Madrid itu mampu mengirimkan satu asis kepada bomber mereka, Romelu Lukaku sebelum memanfaatkan kesalahan bek lawan untuk mencetak golnya sendiri. Lalu seperti apa kisah perjalanan karir sepak bola seorang Mateo Kovacic? Simak ulasannya sebagai berikut.
Daftar Isi :
- Tentang Mateo Kovacic
- Karir Mateo Kovacic Dinamo Zagreb
- Bermain di Inter Milan
- Krisis Keuangan Klub Memaksanya Dijual ke Real Madrid
- Mateo Kovacic Merapat ke Chelsea
Tentang Mateo Kovacic
Nama Lengkap : Mateo Kovacic
Tempat Lahir : Birmingham, Inggris
Tanggal Lahir : 10 September 1995
Nama Pasangan : Izabel Andrijanic
Kebangsaan : Kroasia
Agama : Katolik
Nama Orang Tua : Stipo Kovačić (Ayah) dan Ružica Kovacic (Ibu)
Klub Saat Ini: Chelsea
Nomor Punggung dan Posisi Bermain : – 8 Gelandang
Tinggi Badan : 177 cm
Instagram: @mateokovacic8
Baca juga: Saul Niguez, Karir Midfielder Baru Chelsea yang Serba Bisa
Karir Mateo Kovacic Dinamo Zagreb
Linz, Austria adalah tempat lahir sang pemain, dari orang tua berdarah Bosnia – Kroasia pada 6 Mei 1994 silam. Karir sepak bola Kovacic dimulai saat masuk akademi lokal di dekat rumahnya bernama LASK Linz, sebelum akhirnya pada 2007 ketika Kovacic berusia 13, gelandang berbakat tersebut memilih untuk masuk ke akademi klub raksasa Kroasia, Dinamo Zagreb.
Menghabiskan tiga musim bermain di level U-17, hingga akhirnya namanya masuk rencana jangka panjang klub untuk melakukan debut ke skuad utama Dinamo Zagreb yang bermain di Prva HNL, atau Liga Utama Kroasia pada 2010/11. Debut Kovačić dibuka kala Dinamo Zagreb menjamu Hrvatski Dragovoljac dalam pertandingan tandang.
Di pertandingan tersebut, ia langsung membuka kran gol pertamanya, saat Dinamo Zagreb pesta gol dalam kemenangan 6-0. Adapun gol debutan tersebut menjadikannya sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah Liga Kroasia, yakni pada usia 16 tahun dan 198 hari. Nama Kovacic mematahkan rekor sebelumnya dipegang oleh pemain NK Osijek, Dino Spehar yang mencetak gol pada usia 16 tahun dan 278 hari pada 13 November 2010.
Tampil menawan di usia yang masih sangat muda, termasuk permainannya di Liga Champions, menjadikan dirinya sebagai salah satu talenta buruan terpanas di Eropa saat itu. Hingga pada akhirnya ia memilih menerima tawaran klub asal Lomboardy, Inter Milan.
Baca juga: Melirik Kai Havertz, Pemain Chelsea Berjuluk Alleskoenner
Bermain di Inter Milan
Kovacic mengakhiri masa baktinya pada klub akademinya, dan resmi bergabung dengan Inter Milan pada bursa musim transfer Juni 2013. Keputusan Kovacic untuk pindah dirasa terlalu cepat dan sangat disesalkan klub berjuluk Plavi itu. Pasalnya, Kovacic bersama Dinamo Zagreb baru saja meraih dua gelar juara liga dan dobel piala domestic.
Kovacic ditebus Inter Milan dengan nilai transfer €11 juta Euro dan mengikat sang pemain berdurasi empat musim. Kovacic di musim pertamanya, langsung mendapat tempat menembus starting XI asuhan Andrea Stramaccioni.
Selain itu, Kovacic juga terpilih sebagai peraih gelar pemain muda terbaik tahunan klub tersebut. Tahun ke tahun permainannya cukup berkembang. Jika ditotal, selama berseragam nerazzurri, Mateo Kovacic telah memainkan sebanyak 97 laga. Adapun berkat penampilannya itu, ia sukses torehkan 8 gol dan 11 assist.
Baca juga: Hakim Ziyech, Sang Raja Assist dari Ajax yang Kini Milik The Blues
Krisis Keuangan Klub Memaksanya Dijual ke Real Madrid
Setelah bermain apik di Giuseppe Meazza selama dua musim, Real Madrid menyatakan ketertarikan mereka kepada sang gelandang muda tersebut pada musim panas 2015. Bukan hal yang sulit untuk membujuk sang gelandang bertinggi 177 cm untuk bergabung bersama Real Madrid. Apalagi pada musim tersebut Nerazzurri tengah dilanda krisis finansial, hingga klub tak punya pilihan lain selain menjual bintangnya.
Kepindahan sang pemain ke Ibu Kota Spanyol tersebut bernilai transfer sebesar 32 juta euro Rp 488 miliar.Namun kehadirannya di Madrid menghadirkan persaingan ketat. Tak ayal membuat Kovacic lebih sering bermain sebagai pemain pengganti di Santiago Bernabeu.
Namun demikian, Kovacic tetap mendapat menit bermain secara reguler dan tercatat sudah tampil sebanyak 109 kali selama tiga musim bersama Real Madrid, termasuk di Liga Champions. Selain itu, ia juga telah mengoleksi titel La Liga dan Piala Spanyol. Sampai akhirnya ia memutuskan hengkang dan memilih berlabuh ke Premier League, Chelsea.
Baca juga: Mason Mount, Playmaker Berbakat Inggris Lulusan Akademi Chelsea
Mateo Kovacic Merapat ke Chelsea
Debut Kovacic dibuka ketika dimainkan sebagai pemain pengganti, laga kontra Arsenal di awal musim. Pemain asal Kroasia itu tampil impresif dengan kecerdikannya menggunakan bola dan tekniknya.
Ia diberikan kesempatan untuk bermain sejak menit pertama di laga tandang berikutnya, saat melawan Newcastle United. Kovacic dengan cepat mengambil peran penting dari tiga gelandang tengah, skema yang dimainkan oleh Maurizio Sarri kala itu, menempatkannya di posisi gelandang kiri.
Seringnya Chelsea bongkar pasang pelatih baru, Kovacic masih cukup bersaing untuk dipertahankan di Stamford Bridge. Meski permainan nya naik turun ditambah penampilan Kovacic kerap terganggu oleh cedera di beberapa musim lalu, yang memaksanya banyak menepi di kompetisi.
Usai sembuh, di bawah asuhan Thomas Tuchel, Kovacic mulai mendapat kepercayaan lebih, untuk mengawal lini tengah Chelsea. Total karirnya bersama Chelsea, sejauh ini Kovacic telah melakoni 166 penampilan serta torehan 4 gol dan sukses sumbangkan 12 assist di klub yang bermarkas di Stamford Bridge itu.
Baca juga: Timo Werner, Striker Andalan Chelsea yang Berjuluk “Turbo Timo”
